LUHUT SOAL MBG: INI SEMUA TIDAK PERLU TERJADI
***
Kita terpaksa memperbaiki yang sebenarnya nggak perlu diperbaiki
Kalau kita mulai dari nol, di daerah 3T misalnya.
Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya nggak perlu terjadi.
Kalau dari awal perencannanya studinya dilakukan dengan proper.
Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden tidak kita siapkan perencanaan yang matang.
Itu salah kita semua.
PRABOWO: CITA-CITA SAYA MENURUNKAN HARGA
Prestasi saya yang saya idam-idamkan
Kalau saya bisa jadi presiden
Di mana harga-harga turun.
Harga pangan turun,
Harga pupuk turun,
Harga benih turun,
Harga untuk rakyat kita turun terjangkau.
Di semua bidang.
Saya punya kawan dari Muhammadiyah. Ini bukan tentang sakral-tidaknya Suro, tapi komitmen warga Muhammadiyah dengan keyakinannya.
Semua orang tahu NU itu sangat tradisional, bahkan sangat klenik (kecuali Nahdliyin urban, mungkin).
Suatu ketika, kawan Muhammadiyah saya menikah, dan hidup di lingkungan NU. Tentu saja ada tahlilan, maulidan, dan tradisi ketika istrinya hamil empat-tujuh bulan (istilah sini: mapati dan mitoni).
Nah, tibalah masa dimana istrinya benar-benar hamil, hingga usia kandungannya empat dan tujuh bulan.
Dia punya mertua yang cukup NU, bahkan meyakini tolak-balak yang formal: menyebar kembang di perempatan demi "buang sengkala". Makin besar kandungan istrinya, ada pula perintah untuk ruwatan.
Nah, kawan saya menolak anjuran orang tuanya (bahkan bisa dibilang perintah). Khurafat, katanya, persis seperti warga Muhammadiyah pada umumnya, lah.
Suatu ketika kita ngobrol, dan dia membicarakan itu. Dia nanya, apakah saya melakukannya. Saya jawab dengan tegas:
"Saya NU, GUSDURian, dan manusia yang cukup logis. Hanyasaja, saya tetap melakukannya.
Saya tahu tradisi ini semua karena lahir di lingkungan Jawa yang sangat kosmologis. Dan saya memang melakukannya: menyebar kembang rupa-rupa, dari mawar, melati, kantil, dan kenanga (lumrah di sekitar makam), dan ruwatan seperti "ngumbar kuthuk" (baca: melepaskan anak ayam).
Kawan saya ngotot bahwa hal ini tidak ada dasar Alquran dan Hadisnya. Tentu saja saya tahu, dan tidak menolak ulasannya. Tapi saya bilang begini:
"Setahuku, hal seperti ini hanya titen (apa ya bahasa Indonesia) orang-otang kuno. Mereka pernah eksperimen, dan ketika dilanggar malah anak mereka cacat."
Tahu gak apa yang dia lakukan? Merenung!
Hingga akhirnya saya ketemu lagi ketika anaknya lahir, dan ternyata dia benar-benar melakukannya. Saya nanya alasannya.
"Aku gak mau ambil risiko anakku bakal lahir cacat."
Hhe~
Dari sini kita tahu, kadang kasih sayang pada anak itu lebih kuat daripada ulasan Alquran dan Hadis.
Disclaimer: ini tidak bermaksud mengulas keyakinan, ya. Hanya cerita biasa.
cara berpikir pemerintah prabowo
Logika yang salah : Kasih anggaran untuk bangun sekolah yg ga layak ❌
Logika yang benar : Kasih makan anak sekolah biar mereka ada tenaga nyebrang sungai kesekolah ✅
orang kota mana paham beginian
orang kota mana pernah kelaparan
orang kota gk pernah nyebrang sungai
ucap juru bicara gerinda + pejabat prabowo
Kalo MBG yg anggarannya 1.2T sehari aja bisa
Kenapa BPJS yg anggarannya 1.2T sebulan ga bisa?
Pokoknya ga bisa. Titik!
Pdhl semakin besar anggaran semakin besar potensi kebocoran
Apalagi program makan
Klo BPJS, 1.2T lgsg setor ke BPJS. Ga bisa catut Sana sini
Klo MBG, 1.2T sehari, bisa ke mana2 itu.. Komisi, profit, tanda jasa..
Apa ya sejukkk? 😏
Klo dihentikan, pundi2 cuan ya bakal nggoling 😌
10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 ke Rp16.250 per liter. Seskab Teddy menjelaskan alasannya:
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia."
Pekan berikutnya (saya hitung lima hari doang) minyak dunia anjlok seusai gencatan Iran-AS. Pertamina lalu menyatakan harga jual Pertamax saat ini belum sepenuhnya mengikuti harga pasar internasional.
Layar Liputan6 lantas menampilkan banner "Pertamina: harga Pertamax tak selalu mengikuti minyak dunia."
Saat harga dunia naik, Pertamax harus mengikuti. Saat dunia turun, ternyata belum sepenuhnya mengikuti.
Saya kurang tahu mana yang jadi pegangan. Mungkin Teddy mengira semua rakyat Indonesia ini goblok. Tapi saya kurang tahu isi hatinya.
Kata imam nawawi:
"Kalau kamu punya satu piring makanan sedangkan istri dan ibumu sama membutuhkannya, maka berikan piring itu untuk istrimu."
"Jika istrimu baik, dia akan berbagi dengan ibumu, tetapi jika istrimu memakannya sendiri, tanyakan seberapa sakit luka yang diberikan oleh ibumu kepadanya.”
Kamu tidak berdosa memberi makan pada istrimu karena itu tanggung jawab utamamu dan istrimu tidak bersalah jika enggan memberi, karena yang utama baginya adalah dirimu dan anakmu.
Seorang Badui melakukan thawaf di Ka’bah, kemudian shalat dua rakaat, lalu bersiap untuk pergi.
Orang-orang yang melihatnya merasa heran, lalu bertanya, “Tidakkah engkau memiliki hajat kepada Allah?”
Dengan tenang ia menjawab, “Tentu, dan aku sudah memintanya.”
Mereka pun penasaran, “Apa yang engkau ucapkan?”
Ia berkata:
“Ya Allah, sungguh Engkau telah menghitung dosa-dosaku, maka ampunilah. Dan Engkau telah mengetahui segala kebutuhanku, maka penuhilah.”
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
KDMP ini udah jelas2 pasti gagal.
Even secara konsep lebih jelek dari MBG.
Ga jelas masalah apa yg coba diselesaikan. Implementasi lebih buruk lg. Cm jd mainan kacang ijo.
Kalo mau mainan roleplay minimarket mah diajak ke Kidzania aja.
Ga perlu sampe bikin bangunan miliaran, beli pick up dari India, ngabis2in uang pajak kita
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?