Gp mainland mempertanyakan kelayakan aktor aktris lain, nggak ada yg bahas bai yu nggak layak, mending lo bahas itu. Nyawit lu? Kalau semalam bai yu dpt pun sangat2 deserved.
Sudah empat anak muda meninggal dunia saat berjuang mencari pekerjaan di negara yang katanya besar ini.
Di antara mereka ada lulusan Teknik Elektro, Fisika, Hukum Ekonomi Syariah, dan Manajemen.
Almarhum Yonanda, misalnya, sebagai calon manajer, tentu saja akan lebih memahami ilmu manajemen dibandingkan para pelatih yang melatih mereka di latsarmil.
Almarhumah Anisa, dengan gelar sarjana Fisika, seharusnya bisa mengabdikan ilmunya untuk riset, pendidikan, atau industri yang membutuhkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Almarhumah Novia, dengan gelar sarjana Hukum Ekonomi Syariah, seharusnya memiliki kesempatan berkarier di bidang hukum, perbankan syariah, atau lembaga yang membutuhkan keahliannya dalam tata kelola ekonomi dan bisnis syariah.
Almarhum Rifki, dengan gelar sarjana Teknik Elektro, seharusnya bisa berkarya di sektor teknologi, energi, atau industri, membangun negeri dengan ilmu yang telah dipelajarinya.
Miris. Dengan ilmu dan pendidikan yang mereka miliki, seharusnya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, pekerjaan yang tidak menuntut nyawa sebagai harga yang harus dibayar.
Apakah jumlah korban akan terus bertambah? Tidak ada yang menginginkan itu. Namun, risikonya tetap ada selama program ini tidak dihentikan dan segera dievaluasi secara menyeluruh.
Tidak ada program yang layak disebut berhasil jika dalam prosesnya harus mengorbankan nyawa. Terlebih lagi, untuk sebuah program yang hingga kini arah, tujuan, dan keberlanjutannya masih belum jelas. Nyawa manusia tidak boleh menjadi biaya yang dianggap wajar dalam menjalankan sebuah kebijakan.
Mereka bukan sekadar angka dalam laporan atau statistik. Mereka adalah anak-anak yang dibesarkan dengan penuh harapan, menempuh pendidikan bertahun-tahun, lalu berangkat mencari masa depan yang lebih baik. Yang pulang justru kabar duka. Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya hingga menjadi sarjana dengan harapan suatu hari menerima jenazahnya karena sebuah program kerja.
Empat nyawa telah hilang. Jangan tunggu ada korban kelima, keenam, atau berikutnya baru kita mengakui bahwa ada yang salah. Mengevaluasi, bahkan menghentikan sementara program yang telah memakan korban jiwa, bukanlah bentuk kelemahan. Justru itulah bentuk tanggung jawab terhadap nyawa manusia ๐๐ฅ
@kiokugatobu Drama ini nggak sih yg dia sebut di the truth thn lalu yg dia bener2 belajar dialek era itu? Kata keyu pas ke rumah dia banyak buku sejarah
@dramasjunkies Yg ku liat sih banyak yg menyayangkan mi jie nggak dapet, tpi banyak jga yg udah nebak thn ini siapa yg dapat. Tpi tdi banyak yg mulai bawa2 baba, kek bisa nggak lo merayakan tanpa bawa2 org lain. Obses ke dilraba kurang2i bro
gue selalu ngetawain tiap nemu akun kelakuan istri abu lahab di sosmed ngejekin idola gue, krna pasti di rl mereka tuh loser nolep mental issue. Biasanya org sekitarnya nggak ada yg suka, makanya sosmed jdi pelarian, untung nggak keliling wkwkwk
Akun problematik dan tukang fitnah lagian wk. Fitnah katanya gue moody di kantor lama (menurut temennya yg curhat) pdhl tmenny kagak curhat apa-apa + semua temen kerja gue yg dlu smpe skrg tuh semuanya masih berteman baik karena orang dulu jg ga sedeket itu alias beda lantai๐
Nggak pernah sebenci ini sama orang, tapi Ya Allah lanknat orang ini dan seluruh antek2nya yg menganggap remeh nyawa dan hidup masyarakat Indonesia, may u rott in jahannam
Ga pernah terbayangkan ada Presiden yg nyinyirin rakyatnya sendiri terus ditertawakan ama pejabat-pejabatnya. Yg lebih parah semua itu direkam dan disiarkan lwt kanal resmi pemerintah. Seakan-akan hal kek gini dianggap normal pjabat bisa merendahkan rakyatnya sendiri terus yg lain ikut ketawa tanpa ada rasa malu sedikit pun.
What a shame.
@nine0rnah_ Mereka mah yg penting idolnya ke rumah cipung, nggak butuh pasar western. Pdhal sm udh ngelakuin semua cara buat masuk pasar western wkwkwk
tadi pagi di Malang
ribuan massa menggelar aksi nyata di balkot Malang sebagai bentuk dukungan penuh agar MBG tetap dilanjutkan
massa mendorong pemerintah agar tidak goyah meski tengah dilanda kasus korupsi MBG