Padahal mandi pake air anget itu boleh2 aja, bahkan bisa bantu bikin badan lebih enakan.
Jadi yuk, update ilmunya…
Biar nggak cuma warisan omongan turun-temurun 🙃
Info lebih pentingya tuh gin:
Yg namanya demam itu ya krna infeksi, bisa virus atau bakteri.
Batuk pilek jg paling sering krna virus, bukan karna ‘angin lewat’.
Tambah lagi, kalau lg sakit dilarang mandi.
Pdahal badannya lengket, gerah, bikin ga nyaman, & tidur jd ga nyenyak.
Anak yang sering diajak jalan outdoor (orang tua said: akeh keno angin) + dengan makan bersih
Vs
Anak disuruh diem di rumah, dikasih makan gegulaan + berbagai macam UPF dan paket combo TV + HP
Mana yg lebih banyak nyumbang anak jadi sakit?
--
Pagi sudah kenyang makan ati
Menyederhanakan NU
Kisruh dan dinamika internal PBNU belakangan ini seperti membuka kembali lembaran lama tentang betapa rentannya jam’iyyah ketika struktur kepemimpinan melebar tanpa kejelasan garis komando. Semua pihak merasa memiliki legitimasi—Rais ‘Aam dipilih Muktamar, Ketua Umum juga dipilih Muktamar. Keduanya merasa memegang mandat langsung dari jama’ah, dan di titik inilah roda organisasi mulai tersendat, bahkan berhenti berbulan-bulan.
Dari sini, muncul satu kebutuhan mendesak: menyederhanakan NU.
1. Menata Ulang Struktur Puncak Jam’iyyah
Sudah saatnya NU mempertimbangkan model yang lebih ringkas dan jelas. Pada Muktamar mendatang, posisi yang dipilih langsung oleh Muktamar mungkin cukup Rais ‘Aam saja. Setelah itu, Rais ‘Aam terpilih diberi mandat untuk menunjuk Ketua Umum, bukan melalui kontestasi terbuka.
Model ini menyelesaikan dua persoalan sekaligus:
- Tidak ada lagi dualisme dua figur yang sama-sama merasa dipilih Muktamar;
- Konsolidasi Syuriyah dan Tanfidziyah menjadi lebih stabil karena Ketua Umum berangkat dari amanah Rais ‘Aam, bukan menjadi “kutub” tandingan.
NU berdiri di atas hikmah tatanan ulama; bukan pertempuran kuasa yang menggerus marwah jam’iyyah.
@geeantara sy bs memaafkan 02 voters yang berpendidikan rendah & tinggal di pelosok indo, tp untuk 02 voters yg tinggal di kota besar, pendidikan tinggi, & punya audience, sorry tp u ga hanya bertanggung jwb buat pilihan u tp bertanggung jwb atas perbuatan u promosiin 02 ke org awam.
SIARAN PERS
Tempo Mendapat Kiriman Kepala Babi
Kantor Tempo mendapat kiriman kepala babi pada 19 Maret 2025. Kepala babi tersebut dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam.
Kotak berisi kepala babi tersebut ditujukan kepada “Cica”. Di Tempo, Cica adalah nama panggilan Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.
Paket tersebut diterima satuan pengamanan Tempo pada 19 Maret 2025 pukul 16.15 WIB. Cica baru menerima pada pukul 15 pada Kamis, 20 Maret 2025.
Cica baru pulang dari liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran. Karena mendapat informasi ada paket kiriman untuknya, ia membawa kotak kardus tersebut ke kantor.
Hussein yang membuka kotak itu. Ia mencium bau busuk ketika baru membuka bagian atas kardus tersebut.
Ketika styrofoam terbuka, Hussein melihat isinya kepala babi. Ia dan Cica serta beberapa wartawan membawa kotak kardus di keluar gedung. Setelah kotak kardus sudah dibuka seluruhnya, terpampang di sana kepala babi. Kedua telinganya terpotong.
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan kiriman paket berisi kepala babi tersebut sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers. “Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” kata Setri. ***