Setelah kritik memekik, timbullah unggahan surat empat halaman ditulis tangan. Kritik dan pasang badan yang datang bersamaan untuk Aparatur Sipil Negara.
Bagaimana menurut sahabat?
#ansorbanser#addinjauharudin
Betul, hari Rabu lalu saya bertemu dengan seorang Eselon 1 di Kementerian ESDM. Beliau adalah Prof. Erani, seorang ekonom institusi, akademisi, dan teknokrat sejak lama. Saat ini beliau menjabat sebagai Sekjen tapi sudah lama di pemerintahan. Kami membahas tentang tantangan-tantangan birokrasi, termasuk perlunya 'kerangka transisi energi bersih yang berlandaskan keadilan iklim dan antargenerasiโ untuk energi terbarukan di Indonesia, serta eksplorasi kegiatan pembangunan kapasitas untuk para ASN di Kementerian ESDM.
Pertemuan ini tidak 'spesial', karena sebagai peneliti kebijakan publik/ekonomi lingkungan, ini memang salah satu bagian inti dari pekerjaan saya. Sejak 2013, saya berinteraksi dengan banyak institusi dan para birokrat K/L. Dalam beberapa bulan terakhir saja, kami sudah bertemu dengan setidaknya 6 orang Eselon 1 dan 13 Eselon 2 di 12 Kementerian/Lembaga.
Tidak ada yang saya publikasikan secara khusus bukan karena menutupi apa-apa, tapi ya ini bagian dari proses bekerja bahkan kami jarang sekali teringat foto (kalau seorang dokter setiap ketemu pasien, apakah foto setiap kali?). Saya bukan pula politisi muda mengincar kursi, tidak punya kepentingan bertemu penguasa untuk caper ke kabinet, paling ya mempresentasikan analisis. Biasanya kami akan mempublikasikan ketika 'milestone' sudah tercapai, misalnya sebuah hasil riset sudah selesai, atau implementasi kegiatan sudah berlangsung di akun resmi organisasi.