@yourbae Mas ini keresahanku, semakin kita berpikir untuk "menjadi" beda, sejak itulah pikiran kita diawali dengan sama. Kini aku mengerti, terimakasih.
Dunia musik hardcore berduka. Lou Koller, vokalis ternama dari band legendaris asal New York, Sick Of It All, dikabarkan telah meninggal dunia pada usia 59 tahun.
Lou Koller mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.
Kabar duka ini menyelimuti para penggemar dan komunitas musik punk/hardcore di seluruh dunia, mengingat peran besar Lou Koller dan Sick Of It All dalam membentuk serta mempopulerkan kancah New York Hardcore (NYHC) sejak era 1980-an.
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu yang menurut gua adalah diagnosis paling tajam dan paling jujur tentang kondisi kabinet Prabowo sekarang.
Dan dia membukanya dengan satu kutipan dari Muhammad Hatta yang langsung menghantam.
Menteri itu bukan sekedar pembantu presiden.
Dia harus punya ide otentik sendiri. Justru karena dia mampu memproduksi ide sendiri maka dia bisa berdiskusi dengan presiden bukan hanya mengangguk.
Tapi yang terjadi sekarang menurut Rocky adalah kebalikannya persis.
Dia bilang rekrutmen kabinet Prabowo adalah transaksi transaksi kekuasaan transaksi bisnis transaksi kepentingan politik.
Bukan transaksi pikiran.
Dan hasilnya adalah kabinet 109 orang yang mayoritas tidak berani membantah presiden bukan karena tidak tahu tapi karena memang tidak dipilih untuk berpendapat.
Rocky menyebut ini dengan istilah feudalisme di dalam kabinet.
Dan dia bilang bahkan menjijikkan melihat bahasa tubuh para menteri di istana yang dia sebut dengan istilah docilitas bahasa tubuh budak yang tunduk bukan mitra yang setara.
Rocky bilang Prabowo sekarang tidak lagi memimpin. Dia sedang dealing.
Deal dengan kepentingan partai-partai koalisi yang dari awal sudah saling mengintip untuk dapat bagian paling besar dari kekuasaan.
Dan partai-partai itu menurut Rocky tidak akan pernah menegur presiden karena menegur presiden berarti membunuh diri sendiri mereka akan kehilangan jatah.
Yang lebih mengkhawatirkan Rocky bilang partai-partai di dalam koalisi sekarang justru sedang mengintip apa yang masih bisa mereka colong di tengah krisis ini.
Bukan membantu menyelesaikan krisis tapi memanfaatkan krisis untuk kepentingan sendiri.
Rocky mengambil momen yang sangat menarik. Ketika Prabowo berpidato di depan publik dan bertanya langsung apakah MBG masih diperlukan atau tidak jawabannya adalah tidak dari hadirin.
waktu 1 mei hari buruh nasional
Rocky bilang itu adalah momentum emas yang seharusnya digunakan Prabowo untuk memanggil para menterinya dan berkata
kenapa kalian bohong ke saya?
Kalian bilang rakyat mendukung ternyata tidak.
Tapi momentum itu tidak diambil.
Dan Rocky memberikan angka yang sangat telak. Jumlah orang miskin Indonesia sekitar 20 juta.
MBG melayani 60 juta orang.
Artinya ada 40 juta orang yang bukan miskin tapi tetap dapat MBG.
Data yang dipakai salah dari awal.
Dan yang salah menurut Rocky bukan presiden yang salah adalah menteri-menteri yang membawa data itu kepada presiden dan presiden mempercayainya.
Rocky sangat tegas.
DPR yang pertama seharusnya menegur.
Tapi DPR penuh dengan partai koalisi yang tidak akan menegur karena takut kehilangan jatah.
Masyarakat sipil yang kedua.
Tapi suara masyarakat sipil semakin dibatasi ruang geraknya.
Dan kabinet sendiri tidak akan menegur karena mereka dipilih bukan untuk berpendapat tapi untuk menjalankan perintah.
Akibatnya presiden tidak punya teman yang bisa diajak diskusi secara transparan dan setara.
Presiden diasuh oleh tim public relation yang hanya mempromosikan presiden bukan oleh public opinion yang memberikan umpan balik nyata dari rakyat.
Dan Rocky menutup dengan kalimat yang menurut gua adalah yang paling puitis sekaligus paling menusuk.
Dia mengutip dalam bahasa Inggris tentang tulang rusuk perempuan diciptakan bukan dari kepala agar tidak di atas lelaki bukan dari kaki agar tidak diinjak tapi dari tulang rusuk di samping untuk setara dan dekat dengan hati.
Lalu dia balik bertanya kalau leader tidak punya tulang rusuk gimana?
Kalau leader tidak punya tulang rusuk artinya dia benda mati.
Presiden yang tidak punya menteri yang berani membantah tidak punya oposisi yang cukup kuat tidak punya civil society yang masih bisa bersuara bebas adalah presiden yang tidak punya tulang rusuk.
Yang bergerak sendiri tanpa ada yang menyeimbangkan.
Dan menurut Rocky itulah yang sedang kita saksikan sekarang.