🔘𝐒𝐚𝐤𝐬𝐢 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡
“𝗞𝗨𝗗𝗔 𝗧𝗥𝗢𝗬𝗔 𝗞𝗢𝗠𝗨𝗡𝗜𝗦”
Rakyat harus tau, karena ini adalah fakta sejarah yang nyaris sirnah seiring berpulangnya para sepuh yang menjadi saksi sejarah.
Beliau adalah Almarhum Letjend. TNI-AD Sayidiman Suryohadiprojo[¹]. Ketika beliau menyampaikan kesaksiannya, usia beliau sudah amat sepuh. Beliau meninggal dua setengah tahun yang lalu diusia 93 tahun. Titik usia dimana seseorang tak ada lagi hasrat untuk menebar dusta, kecuali menyampaikan kebenaran semata, sebagai bekal dibawa pulang kehadhirat Yang Maha Kuasa.
Sungguh aneh, tiba-tiba saja hari ini ada yang mencoba menjungkir balikan sejarah, memutar balikan fakta, mengaburkan kebenaran dan mengukuhkan kebohongan.
Para pelaku kejahatan kemanusiaan itu hendak dijadikan korban, dan sebaliknya para korban hendak dijadikan pelaku kejahatan.
Para Komunis pengkhianat bangsa, gerombolan sadis, biadab dan durjana hendak dijadikan penerima maaf dan penghargaan, sedang prajurit bangsa yang jenderal-jenderalnya dibantai dengan keji, hendak dijadikan tertuduh pembunuh berdarah dingin.
Ini adalah bukti dari fakta sejarah, yang berulang dan terus berulang.
Ketika para begundal, begal kemanusiaan haus darah menggenggam kekuasaan, maka fitnah, dusta dan tipu daya akan bangkit merebak memenuhi setiap sendi negara.
Apa yang disampaikan Ketua Legiun Veteran Indonesia sebagai saksi yang melihat dan mendengar dengan mata dan telinga sendiri adalah pelajaran berharga sekaligus penangkal berbagai propaganda pemutar balikan fakta yang dilakukan hari ini.
Strategi 𝗶𝗻𝗳𝗶𝗹𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶 (𝗽𝗲𝗻𝘆𝘂𝘀𝘂𝗽𝗮𝗻) ke berbagai sektor dan lembaga seperti yang diceritakan Almarhum Letjend.Sayidiman adalah pola gerakan Partai Komunis dulu, namun akan tetap selalu dapat dirasakan kemiripannya dengan strategi penerusnya hari ini atau nanti, baik sebagai Organisasi Tanpa Bentuk maupun dengan cara menyusup pada Organisasi yang dijadikan 𝗞𝘂𝗱𝗮 𝗧𝗿𝗼𝘆𝗮 tunggangan Komunis.
Karena prinsip dasar strategi dan gerakan Komunis selamanya akan selalu sama, yakni 𝗺𝗲𝗻𝘆𝘂𝘀𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗱𝘂 𝗱𝗼𝗺𝗯𝗮.
Dulu ketika belum marak diksi terorisme dan khilafah, mereka fitnah kekuatan Islam, organisasi dan partai politiknya ingin mendirikan negara Islam.
Dulu ketika belum dikenal mobilisasi TKA China ke Indonesia, Perdana Tiongkok (China), Zhou Enlai menjanjikan, 100.000 pucuk senjata jenis Chung, diberikan gratis tanpa syarat untuk mempersenjatai Buruh dan Tani agar dapat diadu domba dengan kekuatan TNI.
Hanya diksi 𝗞𝗮𝗱𝗮𝗹 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗻 yang murni mereka hidupkan kembali tanpa revisi dan sembunyi-sembunyi.
Ingat…., tahun 1926, 1927, 1948 dan 1965, genangan darah prajurit, kyai dan santri menjadi saksi dari timbunan jejak-jejak keji, haruskah kini terulang kembali...?
______________________
[¹].ᴸᵉᵗʲᵉⁿᵈ ᵀᴺᴵ⁻ᴬᴰ Sᵃʸⁱᵈⁱᵐᵃⁿ Sᵘʳʸᵒʰᵃᵈⁱᵖʳᵒʲᵒ
ᵂᵃᶠᵃᵗ, ¹⁶ ᴶᵃⁿᵘᵃʳⁱ ²⁰²¹
Niat baik tidaklah cukup. Kekuatan mental sangat diperlukan bila kita melakukan hal baik. Karena terkadang, hal baik sering disalahartikan. Ujian datang saat kita merasa berguna bagi orang lain. Kebaikan memang paling sering tertutupi oleh satu hal kecil yang kurang baik.