❗️ URGENTLY NEEDED ❗️
Kami butuh selang tambahan untuk proses pemadaman api karena selang-selang yang kami punya sudah bocor akibat tidak kuat menahan panasnya api.
Kalau teman-teman punya rezeki lebih yuk bantu melalui:
https://t.co/VrVP2r4JuO
Presiden pidato ngatain pakar “goblok”, terus malah dikasih tepuk tangan meriah sambil diteriakin Prabowo! Prabowo!
Pantesan udah dua tahun nggak membaik tapi malah makin-makin.
Dengan adanya Pandawara atau lebih banyak grup serupa, pemerintah adanya makin seneng karena mereka makin gak kerja. Kepedulian individu itu gak salah, tapi juga harus dibarengi oleh tuntutan keras ke rezim karena kita selalu bayar pajak.
Dosen UGM:
"Mayoritas 82% fiskal Indonesia dikelola pusat. Jadi klo di daerah ada infrastruktur jelek, sekolah2 dan layanan kesehatannya buruk, maka persoalannya ada di pusat"
Rakyat di daerah tak lagi dijajah kolonial, tapi dijajah Presidennya sendiri lewat regulasi fiskal.
Bayangin sudah mendukung sebuah klub selama puluhan tahun, melewati masa-masa sulit, bahkan melihat klub tersebut jatuh sampai harus memulai lagi dari Serie D.
Lalu suatu hari, klub yang lo cintai akhirnya memainkan pertandingan Champions League untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Tapi masalahnya, tiketnya sangat-sangat terbatas. Dan di tengah situasi ini, Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso bersama beberapa direktur klub justru memilih memberikan kursi mereka kepada para supporter, tapi dengan syarat khusus: yakni hanya untuk mereka yang lahir pada 1950 atau sebelumnya.
Artinya, mereka yang berusia 75 tahun ke atas, dimana mereka adalah orang-orang yang sudah menunggu momen ini paling lama.
Como sendiri baru kembali ke Serie A pada 2024 setelah melewati perjalanan panjang dari Serie D. Sekarang, hanya dua tahun kemudian, mereka sudah berada di Champions League.
Dan ketika akhirnya malam bersejarah itu tiba, Suwarso ingin orang-orang yang sudah mencintai Como jauh sebelum klub ini punya sorotan sebesar sekarang ikut merasakannya dari dalam stadion.
What a beautiful gesture.
Karena sepak bola pada akhirnya bukan tentang siapa yang datang ketika klub sudah sukses. Tapi juga tentang siapa yang tetap bertahan ketika belum ada alasan untuk percaya bahwa hari seperti ini akan pernah datang.
Besok, Como akan memainkan pertandingan Champions League pertamanya sepanjang sejarah melawan RB Leipzig. Dan beberapa kursi di Sinigaglia akan ditempati oleh orang-orang yang sudah menunggu momen ini selama lebih dari setengah abad.
They waited the longest. So they deserve to be there. ❤️💙