Man to man:-
Porn kills your drive, numbs your emotions, and rewires your brain to chase cheap dopamine instead of real fulfillment.
Every time you watch, you trade your discipline, energy, and masculinity for a few seconds of fake pleasure.
If you want focus, confidence, and success, cut that poison out and start building yourself back up.
Jadi single itu candu, apalagi kalau lu punya duit. Hati-hati, the next thing you know you’re pushing 40 and still trying to find someone who fits your unrealistic standards.
namrud: "gue punya musuh nih. beresin dong, tapi gak ada bukti dia ada salah sih"
firaun: "gampang, dia pernah atau kerja di mana, bidang apa? tinggal cariin pasal mana yang bisa menjarain dia. pasti ada aja yang cocok itu"
namrud: "bisa ya?"
firaun: "memang begitu sistengnya"
@teesakaa@tanyakanrl cobain pake smartfren.
aku pake kartu by u, smartfren dan three. tapi diantara ketiganya tu, paling murah smartfren. 100 ribu dapat 100 GB @smartfrenworld thank uu
@SAIBdelvi@Vikana_dee terima kasih ya ka atas insightnya. kadang aku malah kayak merasa bersalah sendiri. tapi kalau ttap bertahan, aku nya yg sering makan hati dalam hubungan. ini mencoba untuk move on. walau masih sedih karena masih ada rasa sayang ke dia.
@SAIBdelvi@Vikana_dee tapi sekarang udah putusan.. karena aku gk tahan dengan sikapnya yg begitu dan selalu berulang. padahal sudah aku sampaikan kalau aku gak suka begitu. salah gak si aku mutusin dia krna itu??
@SAIBdelvi@Vikana_dee ka izin tanya dong. ceweku bgtu eh (my ex) juga begitu, dia gk pernah ngabarin lagi dmana n sama siapa,selalu aku tanya dulu. trus juga gk prnah tanya balik aku nya. jadinya kan aku yg keseringan bertanya ke dia. dan sudah aku omongkan juga si sama dia, tapi dianya ttap begitu.
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.