Pernah nggak ngelihat tanaman harus dipindahkan dari satu pot?
Nah, manusia kadang juga gitu. Kalau mau tumbuh lebih besar, ia harus pindah dari satu tempat. Bukan salah tempatnya, tapi emang selayaknya pot tadi, ia gak siap menjadi tempat untuk tanaman itu jauh lebih besar. Ia hanya siap untuk tanaman-tanaman kecil saja. Seperti saat harus dicabut dari pot, kadang memang sedikit terluka dan harus mulai di tanah yang baru. Tapi, itu seringkali itu cara terbaik agar tanaman tumbuh lebih besar.
Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kelimpahan rezeki, sehingga memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berbagi dan menjadi sumber kebermanfaatan bagi banyak orang.
Stop kemakan gaslight yang bilang kerja itu harus serba bisa sampai ngerjain yang bukan porsinya. Kerjain tugas kita dengan baik dan profesional aja. Berani bikin batasan. Know your worth, jangan mau dieksploitasi gratisan!
Seharusnya memang tidak diberi kesempatan, jika pada akhirnya saat semua ia dapatkan, ia malah membiarkanmu hancur. Seharusnya memang ia abadi dalam penolakan, jika pada akhirnya setelah diberi ruang, ia malah jadi penyebab segala bentuk lain kegagalan.
Zaman dinosaurus tuh, kondisi buminya beda banget dibanding skrg:
- suhu global lebih hangat
- kadar CO₂ lebih tinggi
- hutan & vegetasi luas banget
- musim dingin ekstrem jauh lebih minim di banyak wilayah
- produktivitas tanaman tinggi
Artinya? Makanan dlm bentuk tumbuhan tersedia melimpah hampir sepanjang tahun
Bagi Sauropoda, ini keuntungan besar buat mereka.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
to all perempuan cantik, please take note.
main yang jauh dulu, kerja sampe capek dulu, nikmatin, temuin diri lo sendiri sampe akhirnya lo bakal temuin yg setara. stop mikir nikah kalau lagi cape, stop mikir berhenti kalau lagi berat bgt. semua harus dilewati sampai selesai.