Waktu gw kecil, gak sengaja lihat tukang rujak langganan om & tante gw pis di pojokan lapangan bola, menghadap tembok, tangannya di depan, pas mau selesai tangannya gerak2 kayak ngepret2 selangnya🙈
Gw lapor ke tante dan dia kaget bercampur jijik
Loe jangan ngarang ya!!!
Ngga kok tante, kalo gak percaya tungguin aja nanti kalo dia mau pis lagi
Hari itu batal rujakan
Besokannya om, tante dan anak2 ngintipin tukang rujak di lap bola, dan kejadian berulang
Semua langsung ill feel dan sejak itu kalau mau rujakan bikin sendiri.
PS: kejadian sktr 1978/1979, lap bola itu di belakang jalan Rajawali Selatan II, di map yg gw kotakin merah, rumah om yg panah kuning
Harga tiket di Traveloka NAIK setiap kali lo cek.
BUKAN karena seat makin dikit dan orang udah pada beli, tapi ini algoritma.
Gue cek tiket Jakarta-Bali kemarin. Rp850rb.
Cek lagi 2 jam kemudian. Rp1.1jt.
Pake HP temen? Balik ke Rp870rb.
Mereka pake dynamic pricing buat maksimalin revenue.
Kita bisa lawan algoritma mereka.
Ini cara yang gue lakuin buat hemat tiket pesawat yang Traveloka gak mau lo tau:
🚨 NEW : Meski tekanan meningkat, FIFA memutuskan untuk tidak menghukum timnas Israel dan klub-klubnya dari sepak bola.
Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan pada hari Kamis bahwa badan pengatur sepak bola dunia tersebut harus mempromosikan perdamaian dan persatuan dan tidak memiliki kapasitas menyelesaikan masalah geopolitik.
📝 @AP
Turut berduka cita, atas meninggalnya mantan pemain akademi Arsenal, Billy Vigar, di usia ke-21 tahun setelah mengalami cedera otak serius saat bermain untuk klub Chichester City akhir pekan lalu. 🥀🕊️
Ini adalah Frank Ilett, seorang fans Manchester United yang membuat tantangan tidak akan memotong rambut sampai United menang 5 kali beruntun. 😭
Tantangan ini telah ia mulai sejak Oktober 2024.
Prabowo, Presiden Indonesia yang Semakin Bodoh
Di tengah ancaman tarif dagang baru dari Amerika Serikat yang mencapai 32% terhadap ekspor Indonesia, Prabowo Subianto, tampil dengan penuh percaya diri mengumbar strategi yang katanya, akan menyelamatkan ekonomi bangsa dengan memaksimalkan Makan Bergizi Gratis, Hilirisasi, dan memanfaatkan keanggotaan di dalam BRICS.
Bagi pemujanya yang (maaf) tolol, strategi Prabowo tadi akan mereka sambut dengan tepuk tangan, atau bahkan tangisan. Namun, benarkah strategi ‘jenius’ itu datang dari seorang Prabowo yang (dulunya) intelek, atau, hanya sekedar omong kosong dari Presiden yang semakin terlihat bodoh di mata saya?
Apakah dengan mengandalkan MBG, hilirisasi, dan keanggotaan BRICS bisa menjadi penopang ekonomi negara yang sedang tidak baik-baik saja ini? Bisa, tapi saya bohong, hehehe. Faktanya, kurs IDR yang terus saja merosot hingga Rp16.950 per USD, tidak akan mampu menolong kita dari kenaikan harga-harga kebutuhan dari primer, tersier, hingga sekunder yang masih mengandalkan impor.
Esai kali ini sengaja saya buat dengan provokatif, karena saya pribadi sudah gelisah dengan semakin tumpulnya intelektualitas Presiden Prabowo.
Sebuah Esai
Pameran lukisan Mas Yos Suprapto di Galery Nasional urung dilakukan. Ruang pameran akhirnya dikunci dan lampu dimatikan. Alasannya karena pelukis itu gak mau menurunkan 5 lukisan yang dianggap 'subversif'.
Kayak apa sih, lukisan yang 'berbahaya' itu?