Siap berlayar, untuk berlabuh di ruang bacamu. Awal tahun ini dibuka Yuda Purnomo dengan cerita tentang pengalamannya bekerja di luar negeri. Dia menyebutnya cerita-cerita ringan dari dunia bawah.
Sekarang kau tahu kan kenapa gaji guru di Indonesia cuma 60rm sebulan? Kerajaan Indon sengaja jahanamkan sistem pendidikan supaya masyarakat kekal bodoh, dan mudah digula-gulakan.
Sengaja biar nggak ada pengaduan, biar seolah-olah nggak ada kasus HAM Berat.
Bukannya menghapus kasus HAM, tetapi menghapus kemampuan negara dan masyarakat untuk melihatnya.
Perlu diingat bahwa setiap detik negara menunda untuk bergerak, ada warga yang mungkin nyawanya dipertaruhkan akibat asap. #Opini#AdadiKompas
https://t.co/SHta3tK4ZI
Program MBG yang dibiayai dari uang rakyat justru banyak yang berakhir menjadi tumpukkan sampah.
Di Surabaya, sampah sisa makanan MBG diperkirakan mencapai 4,05 ton setiap hari. Nilai makanan yang terbuang itu mencapai Rp45–115 juta per hari, atau belasan miliar rupiah dalam sebulan.
https://t.co/MXefPskKML
Siapa yang percaya begitu?
Kalau memang bukan pengawalan, jelaskan mengapa Brimob berada di sisi iring-iringan truk, apa yang dilakukan ketika rombongan itu melintas, mengapa rombongan yang diduga membawa massa GRIB Jaya tidak dihentikan atau dibubarkan, bahkan saat melakukan kekerasan?
Publik butuh kronologi, rekaman, dan penjelasan yang bisa diuji secara transparan sih.
Selamat datang ke "Animal Farm"
Ketika kenyataan sulit dibantah, maka bahasanya yang diubah. Jembatan yang rusak saat baru diresmikan direduksi menjadi “sling terlepas”, sementara struktur utama disebut tetap pada tempatnya. Seolah-olah yang bermasalah bukan jembatannya, melainkan cara publik melihat peristiwa.
Lebih absurd, penyebabnya diarahkan pada warga yang “terlalu antusias” karena lebih dari 50 orang melintas. Padahal itu terjadi dalam rangkaian seremoni peresmian.
Inilah logika Orwellian, kegagalan diubah menjadi “insiden”, tanggung jawab menjadi “ketidakpatuhan warga”, dan fakta jembatan rusak saat peresmian menjadi permainan definisi.
(diskusi dan tinjauan buku)
Riset Sejarah Visual Genosida 1965-1966 di Indonesia oleh Douglas Kammen, Geoffrey Robinson *Exposed: A Visual History of the Destruction of the Indonesian Left https://t.co/moJLTBFLPj
Tim Jurnalisme Data @hariankompas menemukan fakta, pola sebaran titik panas berada di area konsesi tambang, perkebunan, hingga logging atau pemanfaatan dan pengusahaan kayu. Ada lebih dari 11.929 titik panas level kepercayaan tinggi di Kalimantan.
https://t.co/0sev7zwUxE
#New in the Trends in Southeast Asia Series from #ISEASPublishing - No. 21/26: “Meme Generation Fights Militarization: Youth Protest in Prabowo’s Indonesia” By Yatun Sastramidjaja. Visit #ISEASBookshop https://t.co/7ddxzx8DR9 Download https://t.co/gN1uhx9Lca