sema ugm sedang memasak:
- judulnya mari mengenal ciri khas presiden*obl*k
- mereka jelasin arti goblok menurut kbbi yaitu bodoh sekali dan masuk kategori kata kasar
- sema ugm kasih daftar ciri-ciri orang bodoh kayak ngerasa paling benar dan paling pintar
- ciri lain yang disebut susah belajar dari kesalahan dan suka ngulang kesalahan yang sama
- rasa ingin tahu rendah dan tertutup sama pandangan baru
- susah berpikir kritis dan defensif kalau dikasih kritik atau saran
- fokus ke diri sendiri dan kurang empati sama orang lain
- gampang marah impulsif dan sok mau keliatan pintar
- sema ugm jelasin fenomena ini pake teori efek dunning-kruger dari david dunning dan justin kruger
- katanya orang yang enggak kompeten sering enggak sadar akan kebodohannya sendiri
- mereka jelasin ada 4 fase psikologis mulai dari puncak kebodohan lembah keputusasaan lereng pencerahan sampe dataran keberlanjutan
- di caption postingan sema ugm nanya haruskah presiden selalu menghina di setiap pidatonya
Tau Bu Elly Risman kan?
Aku barusan lihat video beliau yg bahas tentang masa depan anak.
Beliau bilang:
“Mau pakai teknik parenting kayak gimana pun itu cuma alat, cara.
Tapi masa depan itu bukan kita yang bentuk.
Masa depan itu milik Allah. Kita cuma ngasuh, kasih kondisi terbaik.
Karena setiap anak punya nasib dan jalan hidupnya sendiri.”
Pas denger itu, aku langsung diem.
Rasanya kayak disadarkan… seberapa sering kita lupa bahwa tugas kita bukan mencetak hasil, tapi menjaga proses. 😢
kagum banget sama materi azka
dia tau selama ini semua memuji ke friendly an dia ke humble an dia
ternyata dia juga pernah ngalamin menjadi the last picked untuk di ajak main
tapi dari situ dia mulai jadi orang yang pertama untuk say hallo dan ngajak ngobrol orang yg dia temui
Guys, ada sidak DPR ke gudang motor listrik MBG
sekitar beberapa hari yang lalu
dan yang mereka temukan menurut gue adalah salah satu bukti paling konkret dari bagaimana program ini dijalankan.
Yang ditemukan saat sidak:
DPR mendatangi kantor dan gudang tempat penyimpanan motor listrik program MBG di Jakarta.
Hasilnya:
masih terkunci.
Belum beroperasi.
Motor sudah dibeli.
Anggaran sudah keluar Rp1,2 triliun.
Tapi gudangnya terkunci.
Motor belum dipakai.
Dan program yang katanya butuh motor ini untuk operasional SPPG tetap berjalan tanpa motor itu.
Pertanyaan pertama yang langsung muncul:
Kalau program bisa berjalan tanpa motor untuk apa motor itu dibeli?
Dan kalau motor sudah dibeli tapi gudangnya masih terkunci motor itu sekarang ada di mana?
Siapa yang memegang?
Soal merek Emo Electric Mobility dan ini yang mencurigakan:
dalam video sidak itu menunjukkan papan bertuliskan merek Emo Electric Mobility sebagai pemasok motor listrik untuk kepala SPPG.
Tapi anggota DPR menemukan kejanggalan:
motor sudah beredar lebih dulu sebelum proses pengadaan resmi selesai.
Ini bukan detail kecil.
Dalam pengadaan pemerintah barang tidak boleh beredar sebelum kontrak ditandatangani dan proses administrasi selesai.
Kalau motor sudah beredar lebih dulu itu artinya ada proses yang tidak sesuai prosedur.
Siapa yang memesan duluan?
Siapa yang membiayai sebelum kontrak resmi?
Dari mana modalnya?
Pernyataan Charles Honoris yang paling tepat:
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mempertanyakan dua hal langsung dan keras:
Satu — dasar pemilihan merek Emo.
Kenapa merek ini yang dipilih?
Apakah ada tender terbuka?
Apakah ada perbandingan harga dengan merek lain?
Apakah ada kajian teknis yang dipertanggungjawabkan?
Dua — relevansi motor trail untuk kepala SPPG di perkotaan.
Motor trail adalah kendaraan off-road yang dirancang untuk medan berat.
Kepala SPPG tugasnya mengelola dapur dan distribusi makanan bukan melintasi hutan atau pegunungan. Di Jakarta yang macet motor trail justru lebih tidak efisien dari motor biasa.
Kebutuhan kendaraan listrik untuk kepala SPPG sangat tidak mendesak.
Ini bukan pendapat yang kontroversial.
Ini common sense.
Dan ini konteks yang membuat semuanya semakin berat:
Di saat yang sama:
BPOM tidak punya anggaran Rp2,9 miliar yang bisa digunakan untuk sampling makanan MBG untuk memastikan makanan yang dimakan anak-anak itu aman.
BGN punya anggaran Rp1,2 triliun untuk motor listrik yang gudangnya masih terkunci dan belum jelas kegunaannya.
Ini bukan soal salah prioritas kecil-kecilan.
Ini adalah cermin dari keseluruhan tata kelola program yang menurut gue sudah sangat bermasalah secara fundamental.
Pola yang sudah terlalu konsisten untuk disebut kebetulan:
Semir sepatu — harganya tiga kali lipat pasar. Dipecah 12 paket kontrak.
Kaos kaki — Rp100.000 per pasang.
Motor listrik — Rp1,2 triliun. Gudangnya terkunci. Motor beredar sebelum kontrak resmi.
Digitalisasi — Rp3,1 triliun.
Dan dari semua itu yang sampai ke piring anak-anak menurut survei hanya 6,5%.
Sementara Mahfud MD menyebut dari triliunan anggaran MBG yang untuk makan hanya Rp34 miliar.
Ini bukan kebocoran kecil di pinggir sistem.
Ini adalah sistem itu sendiri yang bermasalah.
Yang perlu dituntut sekarang bukan nanti:
Satu — audit forensik menyeluruh atas seluruh pengadaan BGN: motor listrik, semir sepatu, kaos kaki, digitalisasi. Berapa harga pasarnya, berapa yang dibayar, siapa vendornya, bagaimana prosesnya.
Dua — penjelasan transparan mengapa motor sudah beredar sebelum kontrak resmi dan siapa yang bertanggung jawab atas pelanggaran prosedur itu.
Tiga — realokasi anggaran segera dari pengadaan yang tidak esensial ke pengawasan kualitas makanan termasuk memberikan BPOM anggaran yang memadai untuk sampling.
Empat — penjelasan ke publik soal isi gudang yang masih terkunci: motornya ada di mana, kondisinya bagaimana, kapan akan digunakan.
Charles Honoris menegaskan satu hal yang menurut gue harus jadi prinsip dasar program ini:
"Program MBG bertujuan memperbaiki gizi anak-anak. Program ini tidak boleh menjadi ajang pembagian proyek."
Tapi fakta yang ditemukan saat sidak gudang terkunci, motor beredar sebelum kontrak, merek yang dipertanyakan dasar pemilihannya, anggaran triliunan yang sebagian besar tidak sampai ke makanan menunjukkan bahwa program ini sudah bergerak jauh dari tujuan awalnya.
Dan selama tidak ada pertanggungjawaban yang konkret dan terukur setiap rupiah yang keluar dari anggaran MBG adalah rupiah yang berpotensi tidak sampai ke tujuannya.
Yaitu perut anak-anak Indonesia yang lapar.
Negara mampu tapi ga mau?!
Memberikan anggaran untuk BPJS semua warga (dikurangi PPU) sebesar 113T/ th.
Sementara untuk anggaran yg bermuara di septitank & rentan korupsi sebesar 335T/th mauu..
Kenapa?
Konon ktnya drpd duit dicuri koruptor lbh baik dibagi ke rakyat..
Mending dlm bentuk jaminan kesehatan Pak.
Dlm bentuk makan, nohh tetap dicuri... Motor trill, Kaos kaki, sendok garpu..
Bapak presiden tau ga? 🥱
dr semua hal yg terjadi pada bigbang, satu²nya yg gak berubah meskipun mereka otw 40 cuma skillnya. Kl beneran jago, mau setua apapun ya tetep jago -star https://t.co/BnsT72rHEK
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu.
BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Tanpa persetujuan Kemenkeu.
Dan kantornya distributor motor itu belum jadi.
Baca lagi.
Kantornya belum jadi.
Tapi motornya sudah ada di Indonesia.
Kronologi yang perlu lo tahu:
2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini.
Secara resmi.
Diblokir.
2026 BGN tetap beli.
21.000 unit.
Sudah masuk ke Indonesia.
Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi.
Tidak pernah dapat laporan.
Tidak pernah diminta persetujuan.
Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris.
Dan ini yang paling bikin gue speechless.
Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah:
kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun.
Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana.
Terjemahannya:
motor sudah dibeli,
distributor sudah ditunjuk, l
okasi SPPG sudah disiapkan
semua sebelum kantornya selesai dibangun.
Something fishy, kata Charles.
Dan gue setuju.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu siapa yang beli?
BGN beli 21.000 unit motor listrik.
Dari merek apa?
Importir mana?
Harganya berapa per unit?
Total anggarannya berapa?
Dua dari anggaran mana?
Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026?
Ada pos anggaran yang tidak terpantau?
Tiga siapa distributornya?
Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang.
Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis?
SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa?
Untuk koordinasi antar lokasi?
Oke, mungkin.
Tapi 21.000 unit?
Tanpa laporan ke DPR?
Ini bukan soal motor listriknya.
Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun.
Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama?
Dan ini yang paling menyakitkan:
Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya.
Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen.
Dan yang rugi? Sama seperti biasa.
Rakyat yang bayar pajak.
Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan.
Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR.
Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan.
Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Kirain jarang ke Variety Show karna emang Grup Misterius, ternyata karna member ngerasa gk Ada bakat khusus😭
Pdhl Rosé bisa muter tangan 360°, Jennie jago nembak, Jisoo! bisa sulap,& Lisa bisa hafal koreo krng dari 1 menit