@logikafilsuf Wktu SD dibelikn baju inter warna merah ga ada namanya. Trus dibelikn lgi baju barcelona ga ada namany juga, tapi dibelikn lgi celana bola nomor 7. Ternyata pas di tabloid bola dan soccer cek no 7 wktu itu Luis Figo. Dan skrg saya adalah Fans Real Madrid 😁 #realmadrid
Trump menandatangani PENYERAHAN TANPA SYARAT kepada Iran.
Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Pasukan AS yang mengepung jalur pelayaran vital tersebut akan ditarik pulang.
Iran berhak mengembangkan program nuklir sipil.
Gencatan senjata total di seluruh lini, termasuk Lebanon dan Gaza.
Program rudal Iran tetap berjalan .
Sanksi terhadap Iran akan dicabut.
Pencairan dana dan asset milik Iran di seluruh dunia akan dilakukan secepatnya.
Iran telah membuktikan bahwa penutupan Selat Hormuz adalah senjata yang lebih mematikan dibandingkan hulu ledak nuklir.
😂
@strootsys Piala dunia Terbaik tentu saja piala dunia 2014. Tim favorit Jerman juara piala dunia. Real madrid dapat la decima setelah menunggu 12 tahun.
Yg kedua tentu saja piala dunia 2010 yg pertama kali di laksanakn di afrika. Yg ke 3 piala dunia 2002 karna bisa ntn sore brsma kluarga
Ronaldo btuh wkt 6 thn utk juara liga arab. Arsenal btuh 22 thn utk juara liga inggris. Aston Villa bth 43 thn utk juara europa league. Jika km merasa blm jdi apa2 skrg. Mgkn bth wkt 6 thn lgi. Atau mgkn bru sukses diumur 65 thn sperti Kolonel Sanders. Ttap berjuang. Ttap smangat
Siapa pelatih yang cocok untuk melatih Real Madrid?
Kalau menurut saya kandidatnya ini
Pertama jelas Zinedine Zidane.
Sudah jelas dia bisa kontrol ruang ganti. Dikenal punya kemampuan man management yg bagus.
Pilihan paling logis dan disukai Florentino Perez.
Memiliki rekam jejak fantastis 3 gelar Liga Champions berturut-turut, serta memahami budaya klub.
Masalahnya dia kemungkinan akan jadi pelatih timnas Prancis pasca-Piala Dunia 2026.
Kedua, kalau Zidane jadi pelatih Prancis berarti Didier Deschamps nganggur.
Nah kandidat keduanya Deschamps.
Timnas Prancis yg bertabur bintang muda bisa dia jinakkan. Gelar Piala Dunia 2018 adl bukti kemampuannya.
Euro 2016 dia jg sampe final.
Juga runner up Piala Dunia 2022.
Deschamps dinilai sosok yg kuat, bisa kendalikan ruang ganti.
Kemampuan taktikalnya? Meski tidak se-istimewa Pep Guardiola, si mantan gelandang angkut air ini strateginya tepat guna.
Salah satu yg monumental ya peran Olivier Giroud di timnas dan lihat lagi final Piala Dunia 2022 deh, sangat adaptif di setiap laga.
Ketiga, Mauricio Pochettino, bisa jadi kandidat kuat dengan pengalaman melatih di Liga Inggris dan PSG, sering dikaitkan dengan masa depan di Santiago Bernabéu.
Keempat, legenda Liverpool, Jurgen Klopp.
Gaya direct football sepertinya akan cocok dengan Real Madrid.
Piawai kelola ego pemain dan motivasi pemain jg.
Paling masalahnya kl Mbappe sm Vini malas disuruh gegenpressing 😅😆
Kelima, favorit saya, Massimiliano Allegri 😎
Reputasinya sebagai pelatih yang mampu membangun tim dengan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.
Cocok buat Madrid yg pertahannya musim ini bapuk dan ga konsisten.
Dia juga memiliki fleksibilitas taktis yang tinggi untuk beradaptasi di berbagai kompetisi seperti La Liga dan Liga Champions.
Meski dia belum pernah juara Liga Champions, dia dua kali ke final.
Allegri punya mentalitas juara. Juara dg AC Milan dan bikin banyak rekor bersama Juventus.
Bagi sy, koleksi berbagai gelar Serie A dan pengalaman membawa tim ke final Liga Champions, Allegri memenuhi kriteria "pelatih bintang" yang dicari Madrid pasca era Xabi Alonso yg dilanjutkan Arbeloa.
Bagaimana menurutmu min @SeputarMadrid@realmadridindo1 ? Hehe
Atau kalian punya kandidat lain ga?
Let’s talk a bit about Real Madrid,
Klub yang performanya di La Liga sedang caur dengan gagal menang dua kali beruntun. Tiga kali gagal menang beruntun di semua kompetisi.
Tapi datang away ke Allianz, dengan kondisi tertinggal 1 gol dari lawannya namun berhasil menekan sampai titik darah penghabisan.
Kalau bukan karena Camavinga, agregat masih sama dan mereka bahkan bisa unggul setelahnya. Namun ya, sepakbola bekerja dengan caranya sendiri.
Namun apapun itu, Raja UCL selalu bisa pertanggungjawabkan nama besarnya.
Karena MU abis menang, dan hari ini gue full senyum, gue mau bagi-bagi THR giveaway image IPhone 13 Pro 256gb buat salah satu dari lo yang ngeliat postingan ini, syaratnya cuma komen dan retweet aja, tambahin like juga boleh, gue umumin pemenangnya besok malam.
Semoga beruntung ❤️
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Di episode putbal terbaru, tentang menjemput hidayah, ada satu kalimat yg buka pikiran aku banget, kalimatnya kurang lebih:
"Jgn fokus pada tujuan, tp fokus lah pada prosesnya."
Jadi, gmn kalau pada akhirnya kita ga jd apa2?
Jawabannya ya ga apa2.
Yg penting adalah kita berada di jalur yg benar utk mencapai apapun tujuannya.
Kalian setuju ga?