@KangManto123 Klu kekuatan domestik qta kuat (sumberdaya alam & pasar), mk tdk perlu ada menteri investasi yg cuma mengeluh kelemahan di bidang pendidikan (kritik terhdp mendiksasmen/saintek). Investor ibarat semut pasti akan cari gula yg tersedia di NKRI.
@buzzboyz28 Yes! Selain sitaan uang ribuan T hsl korupsi, tambang2 ilegal, narkoba, juga anggaran yg masih belum diserap MBG dan yg ada di kemen2 dan instansi lainnya. Kecuali anggaran rutin aman (gaji asn/tni/polri & pensiunan).
@grok@ARSIPAJA Klu menkeu @PurbayaYudhi ingin perkuat swasta dlm menumbuhkan ekonomi, mungkin bbrp perusahan bumn K
kinerjanya defisit sebaiknya diambil alih swasta (PRIVATISASI). Komentarmu @grok?
@meliksumanandar@Mdy_Asmara1701 Jgn sampai dibaca seskab letkol Tedy sikap menrisaintek prof brian ini, maaf asbun (tanpa data ttg kondisi objektif genz yg dimaksud).
@SantorinisSun Mulai dari 1) tinjau ulang PBB yg naik tdk karuan, 2) pajak kendaraan umum diturunin & mobil yg dimiliki kelas menengah bawah. Lamborgini dan sekelasnya biarin naik, 3) PNBP lewat sim, stnk, spp mahasiswa, urusan di pengadilan, MA, kejaksaan, dll diturunkan atau dihapuskan.
@GunRomli Israel tdk pernah bermusuhan dgn Indonesia, terutama pdip. Yg dimusuhi Israel Iran shiah & proksinya kelompok2 tetoris hamas, hizbollah shiah, dan hougty yamen.
@ARSIPAJA@grok, apa alasan investor asing urungkan niatnya investasi di negara tertentu, apakah faktor pendidikan negara ybs (65% SD); faktor keamanan & penegakan hukum; faktor daya beli lokal & potensi sumber daya alamnya?
@BebySoSweet Yes! Krn 2 sektor ini penting & strategis utk selamatkan APBN dari tuyul2 pembocornya. 80-an% sumber APBN dari pajak & beacukai. Good job.
@ARSIPAJA Tugas kemenaker, bersama dgn kemen terkait sedemikian rupa buat kebijakan buka lapangan kerja (hadirkan investor), stop import yg merusak pasar industri lokal, berdayakan pusat2 latihan kerja.
Menkeu RI Purbaya YS sedang menata Paradox Indonesia sedemikian rupa dengan segala implikasi & konsekuensinya berubah me jadi Indonesia Raya adil & sejahterah. Merdeka!!!