@roseusrosy [ 𝙬𝙝𝙖𝙩𝙨𝙖𝙥𝙥 : ilyna ]
͏͏͏͏͏͏
͏͏͏͏͏kai : siap!
selagi menunggu sang kawan, kaila memesan dua porsi bakso dan tidak lupa dia memberi catatan pada pihak resto agar diberi banyak sambal sesuai permintaan iliana.
͏͏͏͏
@roseusrosy [ 𝙬𝙝𝙖𝙩𝙨𝙖𝙥𝙥 : ilyna ]
͏͏͏͏͏͏
͏͏͏͏͏kai : iyakah?
kai : aku tak nampak, pun.
kai : nanti deh aku cari.
aneh. dia pun tidak menyadari bahwa barang temannya tertinggal. apa terselip?
͏͏͏͏
di tengah padang rumput yang hijau, sekuntum bunga mawar yang berdiri sendiri menjadi bukti kesenian alam. kelopaknya terbentang seperti kain satin yang lembut.
“cantik, ya?” kertas bertuliskan kalimat itu ditunjukkan padamu selagi pandang kembali menatap pada objek tersebut.
@soonokeling bunga mawar yang kesepian ini, terlihat semakin mencolok di antara rerumputan disekitar. kelopaknya yang lembut, terbuka, dan mungkin agak layu melambangkan perasaan kerinduannya.
di tengah-tengah kesendiriannya, ia tetap menjadi lambang keindahan.
“kesepian pun tetap —
@selfIessoul dengan cepat ia menggeleng. tidak tau pasti dimana tepatnya alat itu terjatuh, tersadar pun cukup lama.
“aku gak yakin ada di daerah sini.” tulisan itu kembali ia perlihatkan.
kuasa meraih telinga, selagi menunjukkan pada sang lawan bicara bahwa salah satu alat pendengarnya hilang.
“bantu aku menemukannya.” secarik kertas bertuliskan kalimat tadi diserahkan padamu.
@2DimensiMenfess Tangannya bergerak mengisyarat, ❛silakan ceritakan saja keluh kesahmu,❜ pula bibir digerakkan supaya dapat dibaca. Senyuman lembut yang dibentuk, kontras terhadap raut wajah sang nona yang tampaknya sedang sebal.
@cinemoemea nampak tawaran ditolak, tentu tidak membuat hatinya kecewa karena tidak mungkin juga memaksakan kehendak seseorang, bukan?
“cobain deh teh bakso diujung jalan tuh, soalnya enak banget.” kembali ia lemparkan sebuah basa basi.
sekantung plastik berisikan bakso setia menggantung ditangan, pula dia kembali mengaktifkan alat bantu dengar kala melihatmu dari kejauhan.
“bakso, teh? suasana yang cocok untuk makan bakso.” tawarnya.
@ha_lluna kembali ia menuliskan sebuah kalimat guna menjawab ucapan dari sang lawan bicara. “it's fine and thank you for the offer but I'm full” selagi kuasa menunjukkan hasil tulisan itu, kaila tersenyum.
kuasa mengepal pada dada seraya memberikan satu putaran, tanda sang juwita sedang meminta maaf.
“saya tidak sengaja” kemudian menulis pada sebuah buku kecil untuk dibaca oleh sang lawan.
@existenzce sedikit terkejut kala dirimu terduduk diatas pangkuan, namun membiarkan hal tersebut dengan senang hati. “mengisi energi, eh? come, i'll give you a warm hug.” kuletakkan kuasa pada pinggangmu, berusaha menarik tubuh itu agar lebih dekat sebelum memeluknya.
seulas senyum menghiasi bibir selagi dia berikan ibu jari sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan barusan.
“benar. kamu belajar darimana?” gawai bertulisan kalimat tersebut ia tunjukkan pada dirimu.
dia tidak menggubris, dirinya malah sibuk mengetik pada gawai digenggaman sebelum ditunjukkan padamu.
“makananku jatuh. mana lagi laper banget, malas antri lagi.” kalimat itulah yang tertera di layar.