METRO MANILA IS HAZY DUE TO FOREST FIRES IN INDONESIA
LOOK: A thick haze blankets the Metro Manila skyline at 5:50 p.m. Monday, as smoke from forest fires in Kalimantan, Indonesia, is carried toward the Philippines by cross-equatorial winds. | via @francisorcio
Satellite image of Borneo island taken in 21/8/26 from zoom(.)earth.
Thick haze are covering over cities such as Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, and the others.
This is ecological disaster.
We really need your voice in this matter guys
Ga cuma titik api di hutan yang banyak, tapi juga berdampak ke pemukiman dan peristiwa kebakaran perumahan juga jadi jauh lebih sering terjadi.
Per detik tweet ini dibuat, ada kebakaran dahsyat di daerah Sungai Duri yang belum padam (dan katanya makin besar)...
Bem ui atau univ lainnya misal mau demo gamau pura2 jadi karyawan scbd, monas atau harmoni berangkat kerja jam 8 pagi gitu? terus nanti pas jam 10 pagi langsung berhamburan keluar ke bundaran HI
2027 will have new releases from...
• Kingdom Hearts
• Persona
• Final Fantasy
• Resident Evil
• God of War
• Fable
• Spyro
• Tomb Raider
• Xenoblade
• Pokemon
It's like we're back in the 2000s again 🥲
gw yakin kalo kita semua hidup di teyvat indonesia udah kena paku celestia bukan karena pengetahuan melebihi batas tapi shades muak dengerin pidato prabowo
beda negara, beda cara merespon ketika ada bencana gempa
Jepang:
gempa M 7,1. PM Jepang langsung satset muncul di TV ngasih instruksi dgn wajah kelihatan panik
Indo:
gempa M 7,7. korban meninggal udh 47 org. respon pemerintah? posting lewat akun ig seskab
Pembodohan Publik tentang Desil dan Orang Kaya
Pemerintah mewacanakan pembatasan Pertalite untuk desil 9–10 dengan menyebutnya “orang kaya”.
Ranking administratif dipelintir demi melegitimasi pencabutan subsidi ini layak Ini disebut sebagai pembodohan publik.
Kenapa?
Narasi “desil 9 = kaya” dan “desil 10 = elite” bermasalah sejak definisinya.
Desil pada DTSEN adalah peringkat relatif kesejahteraan, bukan kelas sosial absolut.
D1 = 10% terbawah
...
D9 = persentil 81–90
D10 = 10% teratas.
Sekarang bandingkan dengan distribusi kesejahteraan BPS September 2024:
• miskin: 8,57%
• rentan miskin: 24,42%
• menuju kelas menengah: 49,29%
• kelas menengah: 17,25%
• kelas atas: 0,46%
Artinya 82,28% penduduk bahkan belum masuk kelas menengah, sementara kelompok yang dikategorikan kelas atas hanya 0,46% populasi.
Kalau distribusi ini dipetakan ke persentil:
P1–P8,57 = miskin
P8,58–P32,99 = rentan miskin
P33–P82,28 = menuju kelas menengah
P82,29–P99,54 = kelas menengah
P99,55–P100 = kelas atas (kaya)
Kalau didistribusikan ke desil:
D1: 85,7% miskin + 14,3% rentan miskin
D2: 100% rentan miskin
D3: 100% rentan miskin
D4: 29,9% rentan miskin + 70,1% menuju kelas menengah
D5: 100% menuju kelas menengah
D6: 100% menuju kelas menengah
D7: 100% menuju kelas menengah
D8: 100% menuju kelas menengah
D9: 22,8% menuju kelas menengah + 77,2% kelas menengah
D10: 95,4% kelas menengah + 4,6% kelas atas
Jadi D9 praktis tidak memiliki kelompok kelas atas atau orang kaya sama sekali.
Kelas atas baru muncul sekitar P99,55, atau hanya setengah persen paling ujung dari distribusi.
Desil 10 mencakup 10% penduduk.
Kelas atas menurut BPS cuma 0,46%.
D10 sendiri juga sangat heterogen.
P91, P95, P99, dan P99,9 memiliki kemampuan ekonomi yang sangat berbeda.
World Inequality Report menunjukkan:
• top 10% menerima 46,2% pendapatan nasional
• top 1% sendiri menerima 17,6%
Untuk kekayaan:
• top 10% menguasai 59,4%
• top 1% sendiri menguasai 19,9%
Jadi konsentrasi kekayaan di bagian paling atas sangat besar. Memasukkan profesional mapan, pengusaha, eksekutif, dan konglomerat ke satu kelompok lalu menyebut semuanya “elite” menghapus struktur distribusi yang sebenarnya.
Sebaiknya pemerintah berhenti melakukan pembodohan publik dengan menyederhanakan struktur kesejahteraan seenaknya.
Ketika kelas menengah, affluent, dan kelompok superkaya dicampur dalam satu label, kebijakan yang lahir dari kategorisasi itu sangat mudah salah sasaran.
Tahu gak, selama kita nungguin lanjutan film SPIDER-MAN ini, Rupiah melemah 25% terhadap Dollar AS 😭
NO WAY HOME: 15 Desember 2021
$1 = Rp14.373
BRAND NEW DAY: 29 Juli 2026
$1 = Rp18.079
Mengheningkan cipta mulai...