Alhamdulillah Muhammadiyah sudah secara resmi mengakui bahwa berpuasa mulai 18 Feb itu MENDAHULUI sebelum hilal wujud di manapun di muka bumi, dalam hal ini di Alaska 🇺🇸
Dan menyatakan “berpuasalah 18 Feb karena hilal AKAN terlihat siangnya”
Jadi jelas ya kalau berubah drastis
kalau sebelumnya Muhammadiyah kadang-kadang lebih cepat puasa/lebaran dengan argumen:
Muhammadiyah dulu:
“berpuasalah karena hilal SUDAH wujud (>0⁰ pada maghrib), meski BELUM kelihatan”
(hilal musti kelihatan adalah prinsip mayoritas umat Islam dunia mengikuti hadits Rasulullah SAW berpuasalah karena melihat hilal — yang juga diikuti oleh Saudi, Salafi/Wahabi dan NU)
kini berubah drastis memaksimalkan perbedaan dengan mayoritas umat Islam Indonesia, Asia Tenggara bahkan dunia:
Muhammadiyah kini:
“berpuasalah karena hilal AKAN kelihatan di ujung dunia lain nanti siang, tarawihlah meskipun hilal BELUM wujud”
kalau sudah faham perubahan drastis ini, silahkan ditanyakan kepada hati masing-masing, apakah mengikuti perintah pimpinan ormas ini sesuai dengan perintah hadits Rasulullah SAW:
Rasulullah SAW bersabda:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ يَوْمًا
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Bila penglihatan kalian tertutup mendung maka sempurnakanlah bilangan (bulan Sya’ban) menjadi tiga puluh hari.”
kalau sudah faham betul, bahwa tarawih anda pada 17 Feb mendahului wujudul hilal (Indonesia Timur) dan puasa anda mendahului terlihatnya hilal di manapun di muka bumi, tapi tetap memutuskan untuk taqlid ikut perintah ormas, ya monggo mawon
🙏💚
lu aje hutan di Bima ditebang tebangin gue mention mention ga direspon sama lu sama kementerian lu. Emang lu banyak omong doang. Tunggu ada korban baru turut berduka turut berduka.
Sekali2 crita non kesehatan/bisnis ya.
Mau crita soal kematian.
Disclaimer, kalo pov ku membuat kalian ga nyaman
Jadi akhir2 ini sudah sejak awal tahun, aku bertanya2
"What if"
Sewaktu2 Kalo aku mati ya.
Apakah keluargaku bisa makan?
Apakah usahaku akan lanjut?
Kemarin, Narasi dan 5 media lainnya mewawancarai Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat. Di meja bundar ini, saya dan 5 jurnalis lain bergantian bertanya kepada presiden tentang beragam topik.
Saya bertanya kepada Presiden Prabowo Subianto soal RUU Polri yang akan dibahas di DPR. Di tengah rentetan kasus yang menimpa kepolisian, apakah kewenangan polisi layak diperluas?
Selengkapnya bisa disaksikan di https://t.co/pL7nYQO4pO dan akun YouTube Najwa Shihab, Narasi dan Narasi Newsroom.
#narasi #narasinewsroom #jadipaham
Bagaimana Cara Tiongkok “Memperkosa” Dunia?
Negara Tiongkok yang dulu dikenal sebagai Negara Tirai Bambu, saat ini sudah berubah menjadi salah satu negara maju rival Amerika Serikat. Kemajuan yang saat ini diraih oleh Tiongkok tidak lepas dari ide-ide “gila” pemerintahnya. One Road One Belt atau bisa juga disebut dengan Belt and Road Initiative (BRI), atau yang dikenal juga sebagai Proyek Jalur Sutra Modern, merupakan salah satu mega proyek Tiongkok yang “gila” karena melebihi ekspektasi banyak negara.
BRI/OBOR adalah usaha monumental yang melibatkan pembangunan jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan, dan pipa gas yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika, menciptakan jalinan yang lebih erat antara timur dan barat. Bayangkan sebuah dunia di mana jarak geografis bukan lagi penghalang, di mana barang dan jasa mengalir dengan leluasa dari satu benua ke benua lainnya, didukung oleh infrastruktur yang megah dan canggih.
Namun, di balik kemegahan dan janji kemakmuran, BRI juga membawa tantangan dan kontroversi. Ada pertanyaan tentang dampak lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan dinamika geopolitik yang berubah.
“Bagaimana Tiongkok akan menyeimbangkan kepentingan nasional dengan aspirasi global?”. “Bagaimana negara-negara yang dilalui oleh jalur ini akan beradaptasi dengan perubahan yang sangat mendasar ini?”.
Mari kita mulai perjalanan, menelusuri jejak proyek yang mungkin akan mengubah wajah dunia ini, menguraikan kompleksitas, dan melihat bagaimana masa depan bisa terbentuk dari rencana besar Tiongkok ini.
-Sebuah Esai-