Kasus media tunawisma (homeless media), mengingatkan pentingnya pagar api, yaitu pemisahan tegas antara ruang redaksi dan kepentingan bisnis, politik, maupun pemilik modal. Pagar ini menjaga agar berita tidak dikendalikan sponsor, pemilik perusahaan, partai politik, atau kepentingan pribadi wartawan.
Tanpa pagar api, media kehilangan independensinya. Berita bisa berubah menjadi alat promosi, propaganda, atau transaksi kekuasaan.
Bahaya ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada homeless media (kanal personal atau media tanpa struktur redaksi jelas), tetapi juga media mainstream.
Pada homeless media, masalahnya sering berupa tidak ada kode etik, sponsor dan donatur mempengaruhi isi, opini bercampur dengan fakta, pembuat konten merangkap buzzer, atau konsultan politik, tidak ada mekanisme koreksi dan akuntabilitas.
Sementara pada media mainstream, pagar api juga mulai retak ketika pemilik media ikut politik praktis, redaksi ditekan kepentingan bisnis grup perusahaan, pengiklan menentukan arah berita, jurnalisme diganti logika klik dan algoritma, newsroom takut kehilangan akses kekuasaan.
Akibatnya sama, publik sulit membedakan mana informasi independen dan mana narasi pesanan.
Jika homeless media berisiko menjadi propaganda tanpa institusi, maka media mainstream berisiko menjadi propaganda yang tampak profesional. Keduanya sama-sama berbahaya bagi demokrasi karena merusak kepercayaan publik terhadap media dan fakta itu sendiri.
Saat media mainstream makin melemah, media tunawisma mesti membangun kode etik dan pagar api, agar tidak jatuh pada masalah yg sama yg dialami media mainstream. Masalahnya, apa mungkin dg struktur media tunawisma?
Harusnya media2 mulai jujur dan berani utk omon2 rezim inkompeten kayak gini dg nulis judul:
Prabowo klaim tanpa bukti banyak negara belajar program mbg.
Pakai: klaim tanpa bukti or berkata tanpa bukti. Harus mulai tradisi ini sebab kita ga dapat apa2 dari berita kayak gini.
2024 waktu bestelin istri kuliah di Belanda ada pilihan trip out door Eropa. Dolomites salah satunya di antara Inter Laken nya Swiss dan Chamonix nya Prancis.
Akhirnya pilih Chamonix karena akses transportasi publik yg memadai.
Moga lain waktu diberi kesempatan ke mari
Dolomites
Kalau Anda cuma punya satu sunrise untuk dilihat seumur hidup, habiskan di Passo Gardena, Dolomites.
Ini bukan gunung biasa. Dolomites terbuat dari terumbu karang purba berusia 230 juta tahun yang terangkat dari dasar laut ke ketinggian 3.000 meter.
Dan setiap pagi, saat matahari pertama menyentuh dinding batunya, terjadi fenomena yang disebut Enrosadira, batu pucat berubah jadi merah jambu, lalu oranye, lalu merah menyala, seperti gunung yang terbakar dari dalam.
Tidak ada CGI. Tidak ada filter. Ini nyata, dan hanya terjadi di sini. Hollywood sudah tahu dari dulu.
Star Wars, James Bond, Cliffhanger, Point Break, bahkan Coldplay syuting di sini. Lebih dari 100 film.
Tapi kamera terbaik di dunia pun tidak bisa menangkap apa yang mata Anda rasakan saat berdiri di ketinggian 2.121 meter, dikelilingi empat raksasa batu sekaligus: Sassolungo si "Batu Panjang" yang menjulang 3.181 meter, *
Sella Group yang berbentuk benteng datar seperti meja dewa, Puncak Cir yang runcing menusuk langit, dan hamparan Val Badia yang terbuka ke timur.
Kami ke sini April 2026, pagi-pagi buta, nyetir dalam gelap, dan saat cahaya pertama datang, semua orang di mobil diam. Tidak ada yang bicara. Tidak perlu.
Sekarang info penting buat yang serius mau ke sini.
Passo Gardena buka sepanjang tahun (kecuali salju ekstrem), gratis tanpa tol, dan bisa dicapai 15 menit dari Selva di Val Gardena atau Corvara. Datang SEBELUM SUNRISE, ini kuncinya.
Parkir di atas, keluar mobil, dan tunggu. Bawa jaket tebal karena di 2.121 meter angin April masih menggigit.
Kalau mau sekalian road trip epik, gabungkan dengan Sella Pass dan Pordoi Pass, ketiganya membentuk Sellaronda, sirkuit 60 km yang disebut rute driving paling indah di Eropa.
Dan ini yang bikin Dolomites beda dari Swiss: harganya JAUH lebih terjangkau.
Makan di rifugio (pondok gunung) cuma โฌ12-18 sepiring pasta dengan view gletser. Hotel di Val Gardena mulai โฌ80-120.
Ini Italia, bukan Swiss, porsinya besar, kopinya kuat, dan orang-orangnya hangat.
Satu lagi: legenda lokal bilang warna merah jambu Enrosadira berasal dari kutukan Raja Laurin yang lupa mengutuk senja, jadi mawar ajaibnya tetap menyala setiap pagi dan sore di dinding batu sampai hari ini.
Percaya atau tidak, saat Anda berdiri di sana dan melihatnya sendiri, Anda akan percaya.
Save this. Plan this. Go.
๐๐๏ธ๐ฎ๐น๐ฌ๐น
POLITIK ANTIASING & KNP KEKUASAAN DOYAN MEMAKAINYA
Esai ttg knp retorika antiasing hari ini tak mau nyebutin asing yg dimaksud siapa? Kekaburan yg disengaja krn (1) menghindari "air terpecik ke muka sendiri" dan (2) agar lentur utk menghajar siapa saja.
https://t.co/Ibk39vl0Zv
Kedalaman squad yg makin dangkal, khususnya sepeninggal Pjanic, Khedira, Marchi. Covid. Terlalu sering bongkar pasang pelatih. Bursa transfer makin kurang klinis.
Dan di atas semua itu ada Agnelli yg cabut imbas bikin UCL tandingan
5 laga terakhir tanpa kemenangan, Juventus malah rilis jersey ke 4 buat melengkapi kalah kali ke empat.
Curiga manajemen lagi manfaatin momen: naikin eksposur pake sentimen performa buruk ๐
Dari Google Trend tampak sebulan terakhir eksposur pencarian mayan naik wkwk
https://t.co/BkJ5MwxfiI
Paragraf terakhir di kolom ini:
"Aduan mereka dan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan punya kesamaan: tidak lucu dan tidak perlu didukung. Tapi pelaporan itu juga sebuah ironi yang melahirkan tiga kata lucu: NU tersinggung humor"
Fun Fact: Ishlah NU di antara dua kubu akhirnya bertemu di Hari Natal.
Lucu juga natal tahun ini, satu kolega memilihnya sebagai hari pernikahan, sementara kawan lainnya bikin momen yg pas di hari ini buat peringatan aqiqahan.
Curiga, bakal ada pembaptisan selesai acara ๐
Riset terbaru aku dan Bli Made soal rezim perang Prabowo di Papua: ada 83.177 tentara & polisi organik per 2025. Ini termasuk Yonif TP, kesatuan tempur idenya Sjafrie & presiden, yg kerjanya ngurus pangan (proyek 2,6 juta ha di Merauke).
Silakan dibaca:
https://t.co/VPksFu0Wa4
Membaca perkembangan terbaru di Sukahaji, sudah saatnya gerakan masyarakat sipil mengukur ulang strategi yg masih saja fokus pada kampanye isu.
Esai pendek terbaru Zen RS.
Selengkapnya bisa dibaca di sini: https://t.co/Z2YxXcALow
Crises, War, and Diplomacy by John A. Vasquez, Andrew P. Owsiak
This book distinguishes crises that escalate to war from those that do not, through analysis of fifteen interstate crises (1815โpresent).
๐ https://t.co/bmW0ZerDKl