Thx penjelasannya, kak. Anak saya jg begini dan saya menanggapinya dg pura-pura tidak lihat. Tp pernah suatu hari saya khawatir kalau anak bakal salah konsep sembunyinya.
Jadi saya bilang
🧑: masih kelihatan tuh kakinya
👶: ihh ayah, kan pura-puranya gak kelihatan
🧑: Oke 😅
Keliatannya lucu ya anak-anak, petak umpet kayak gini. Dikiranya kita gak bisa liat dia 😭
Tapi tau gak sih? Tingkah lucu anak-anak ini sebenarnya karena otak mereka masih berkembang.
Jadi, mereka itu (usia 2-7 tahun) otaknya masih cenderung egosentris. Artinya, mereka tuh masih agak sulit ngebayangin POV orang lain.
Menurut mereka, kalo mereka bisa liat --> orang lain bisa liat. Kalo mereka gak bisa liat --> orang lain juga gak bisa liat ☺️😂
Ini namanya Theory of Mind, kesadaran bahwa orang itu bisa punya "pikiran" atau interpretasi tertentu.
Nah ToM ini mendasari kemampuan perspective taking. Lebih jauh lagi, ini bisa berkaitan dengan kemampuan empati anak.
An Israeli drone struck mourners at a funeral in Nuseirat camp today, killing 8 Palestinians and wounding 19, after the man they were burying was killed in an earlier strike that same morning.
https://t.co/geESTIsiKP
Menurut pengacaranya, penjajah "Israel" memindahkan dr. Hussam Abu Safiya ke sel isolasi sebagai bentuk penyiksaan. Ia dilaporkan mengalami serangan kekerasan setiap hari dan ditahan dalam kondisi yang sangat buruk tanpa dakwaan apa pun. Pengacaranya memperingatkan bahwa saat ini kesehatannya berada dalam bahaya serius.
@qudsnen@sahabatalaqsha
🚨Breaking: Dr. Hussam Abu-Safeia, director of Kamal Edwan Hospital, is being killed by Israeli Occupation Forces.
Dr. Hussam is heavily tutored, and each time his lawyer visits, new injuries are discovered on him.
His last words to his lawyer were: “They brought me here to kill me; this is my end.”
Israel has already killed Dr. Hussam’s son, and now it’s Dr.Hussam’s turn.
Raise awareness and speak out to help him before it’s too late.
Api-api ini masih berkobar di tenda-tenda pengungsi di daerah Khan Yunis.
Kami masih dibunuh dan dibantai. Puluhan tenda terbakar akibat pengeboman "Israel" yang mengguncang daerah tersebut.
@mohammedhaniya@sahabatalaqsha
El Club Deportivo Palestino lamenta profundamente el sensible fallecimiento de Saleem Al-Ashqar, arquero palestino de 32 años que defendía los colores del Khadamat Khan Younis y que perdió la vida a manos del ejército israelí.
Nos destroza que hechos como este sigan ocurriendo. Exigimos justicia y paz para #TodoUnPueblo 🇵🇸
Suasana duka menyelimuti kamar jenazah Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza bagian tengah setelah tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, syahid akibat serangan udara "Israel" yang menghantam Deir al-Balah pada Senin (29-6-2026) pagi.
@qudsn@sahabatalaqsha
Palestinian footballer Salim Al Ashqar, 31, was killed yesterday by Israeli army fire in southern Gaza.
He had married five months earlier and was expecting his first child. He was the only son among seven sisters.
The number of athletes killed since the start of the Israeli genocide in Gaza has now risen to 1,009.
Lima puluh empat anak Palestina tewas di Tepi Barat hanya dalam enam bulan. Menurut B’Tselem, "Israel" membunuh 54 anak dan remaja Palestina di Tepi Barat terjajah selama paruh pertama tahun 2025.
Sejak Oktober 2023, 241 anak dan remaja Palestina telah tewas di sana. Sementara itu, keterlambatan perawatan medis, penghambatan ambulans, dan penahanan jenazah anak-anak telah memperparah penderitaan keluarga.
@gazanotice@sahabatalaqsha
Anak-anak di tenda-tenda Gaza terus-menerus berisiko digigit kalajengking dan ular. Pengungsian telah mengubah tidur menjadi bahaya. Mohon bersuara dan sebarkan informasi ini!
@palpress24@sahabatalaqsha
The ceasefire is the biggest lie created by the world and by Israel, There is no ceasefire in Gaza.
They kill us day and night- On the day when the fewest people die, at least 10 people are killed, It is a catastrophe.”
Masjid al Aqsa diisolasi israel. Muslim yg masuk kesana jumlahnya dibatasin.
Malah sekarang lagi dipakai untuk ritual talmud orang yahudi.
Sebenernya Allah mudah sekali menyelamatkan kiblat pertama umat muslim ini, tapi ini adalah bentuk ujian untuk kita muslim diluar Palestine
Saat Piala Dunia menerangi stadion-stadion di seluruh dunia, lapangan-lapangan di Gaza hancur lebur.
"Israel" menghancurkan stadion-stadionnya, membunuh para atletnya, dan menghapus seluruh kehidupan olahraga melalui genosida.
Lapangan-lapangan yang dulu dipenuhi impian kini berubah menjadi puing-puing dan tempat penampungan.
@QudsNen@sahabatalaqsha