(1) Jurnal Perempuan 124 sudah terbit!
Bersama Plan Indonesia (@PlanIndonesia), JP Edisi 124 mengajak kita memandang air bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan pintu akses keadilan bagi anak. Dengan lensa Feminist Political Ecology dan Ethics of Care, edisi ini menegaskan bahwa anak perempuan adalah subjek hak, bukan hanya penerima manfaat pembangunan.
💧Baca terbitan digital melalui: https://t.co/4gngazfWYj
📚Prapesan terbitan cetak melaui: https://t.co/AVJasDw8uR
#AnakPerempuan #HakAtasAir
@gojekindonesia says kepencet salah kasih rating driver (karena ada notifikasi pop up dari bawah, transaksi beberapa hari lalu) tapi tidak bisa saya edit. Kasihan drivernya.
@PolantasID hi polantas, ini pihak POLYTRON Indonesia kebijakannya mengarahkan pelanggannya BERKENDARA dengan nyaman padahal kami tidak diberi plat nomor pengganti atau STNK. Gimana nih?
I am physically and mentally exhausted. My back is burning in pain, and I’m not functioning socially. When this PhD writing will be over oh boy I ever wonder.
Waktu aku masih 20an, happy ada acara musik di kampus. Sekarang bisa ga acaranya ga pas jam kerja/ngajar. Atau di area yg gak nempel ama area kerja/ngajar. Gedung2nya nggak sunproof nih.
@Widino@sleepytedd Area Sitalang masih masul area Salatiga (bukan kabupaten Semarang), deket mata air dan curug. Ini foto makan di warung Soto deket rumah.
@rosandus Oh, side note, pedihnya, salah satu temuan saya, soon to be submitted in my thesis (Amin 😂), perubahan itu terjadi lebih karena tuntutan kontribusi ekonomi (anak, istri, ibu) dibandingkan keinginan untuk melawan budaya patriariki.
@rosandus Riset saya soal gender dynamics in Indonesian rural change Mba, case studynya di rural Jawa. Generasi saya pun banyak yg harus ngalah untuk saudara laki-laki, dulu saya mau kuliah juga dibilang ngapain sekolah “kuliah ga jamin sukses “perempuan ujungnya di dapur” juga.
Here’s my random thought about why people love Friends and Modern Family so much. People want to have a group of friends like in Friends and family like in Modern Family. I don’t know how I feel about this.
Hal-hal kecil yang bikin hati hangat bisa datang tiba-tiba ya. Lagi ngobrol random sama senior di kampus yang berprestasi dan rendah hati, “but hey... God hears our prayers.”
@biasalahanakmud Enggak BAM, selama ini beli barang dari luar negeri ke Australia udah include GST jadi pembeli ga perlu maker. Tarus kirim barang dari Indo juga aman2 aja asal bukan barang mewah atau yang mengancam biosecurity.
Pertama kalinya kontak layanan chat WhatsApp @IndonesiaGaruda yang ada di website Garuda untuk “special student fares” karena mau back for good ke Indonesia dan butuh 40 kilo bagasi. Here’s what I got: