๐hii! aku abis decluttering beberapaa baju yang mau aku jual, ada yang new dan preloved. ada dress, top, pants, skirt, jumpsuit, etc. start from 15k to 100k๐
Jadi suamiku habis cek sperma, dan hasilnya ternyata memang dia mandul. Hehe. Selama 4 tahun nikah aku sering banget dibully secara nggak langsung sama keluarganya soal belum punya anak, dan dia nggak pernah sekalipun ngebelain aku.
Mereka nyindir dibungkus candaan, dia cuma diem aja. Empat tahun aku nahan sakit hati, eh ternyata penyebabnya memang suamiku yang nggak punya sperma. Alhamdulillah rahimku sehat, nggak ada miom atau masalah apa pun. Dari hasil lab juga jelas, dia cuma keluar cairan tanpa sperma.
Yang paling nyakitin itu bibinya sering banget ngebahas cewek yang dulu sempat mau dijodohin sama suamiku, masih sepupu jauhnya mereka.
Tiap ketemu selalu bilang kalau cewek itu udah hamil anak kedua. Aku cuma bisa sabar dan ngadu ke Allah setiap habis sholat. Ternyata ini jawaban dari semua sakit hatiku, memang suamiku yang mandul. Rasanya lega banget ya Allah.
Tadi pagi pas dia udah berangkat kerja, aku chat bilang lagi galau gara-gara hasil lab, cuma pengen lihat reaksinya aja. Eh ternyata dia malah santai, nggak mau ngaku itu kekurangannya. Malah bilang, "kalau beda istri mungkin beda cerita." Hah?? ๐
Aku jd pengen sharing ceritaku dan papa.
Jadi, pas kmrn aku keterima beasiswa S3, aku cerita sama papaku kan. Aku blg, salah satu yg bikin aku lolos beasiswa kementerian ini adl aku teliti pertanian di salah satu desa di kawasan 3T.
Setelah bilang lokasinya ke papa & ke-excited-an aku buat teliti ke sana, ternyata beliau sdh membuat rencana.
Papa datang ke sana, kenalan dg kepdesnya, terus bilang "putri saya nanti mau penelitian di sini".
Papa tanya harga kos2an dan kontrakan yg worth it di sana. Tapi ya tahu sendiri lah, di desa2 pelosok gitu nggak ada kos maupun kontrakan. Pilihannya cuma dua. Tinggal di ruangan yg tersedia di kantor kepala desa, atau ngekos di ibukota kabupaten yang jaraknya 40-an menit naik motor ke lokasi.
Apa yang dilakukan papaku?
Beli tanah dan bangun rumah ๐ญ๐
Alasannya: untuk investasi. Nanti di masa depan jual saja rumahnya kalo nggak ada yg tempati.
Terus papaku udah punya kontak satu tukang ojek di desa. Kata papa ke tukang ojeknya, "tolong bapak nanti antarkan putri saya ya, dia mau penelitian ttg pertanian di desa ini".
Aku tidak bisa ber-word word ๐ญ๐ญ๐ญ anak perempuannya udah nikah pun, ternyata masih tetap di-princess-kan.
tapi tahu tidak apa ironinya? ayahku yg se effort ini pernah meminta maaf karena mgkn gegara cara beliau memperlakukanku sejak kecil bikin aku jd punya self worth yg tinggi, begitu aku dpt pasangan yg tdk sesuai dg bare minimumku, aku jd tdk bisa mempertahankan pernikahanku :")
Ml!
Aku punya ide gombalan buat anak ml:
"km kya mcgg"
"Mejik ces go go?"
"Bkn, my cowo ganteng gwe xixixixi"
"Owuh ia"
"Ia"
"Loversan yu"
"Gk km aneh,,"
โjangan sama dia, jandaโ
โjangan sama dia, fatherlessโ
โjangan sama dia, daddy issuesโ
Perhatikan bagaimana semua label itu sering digunakan untuk merendahkan perempuan. Padahal, banyak di antaranya berawal dari kegagalan sebagian laki-laki menjalankan peran dan tanggung jawabnya.
Ironisnya, yang mendapat stigma justru perempuan yang mengalaminya.
ART PP nyokap lagi nutup gerbang, didatengin mantan mertua w (yg rumahnya depan rumah nyokap).
๐ฉ Gimana mantan mantuku udah nikah lagi?
๐ Belum
๐ฉ Kalo anakku udah punya pacar, putih, cantik
๐ Mbak Linda soalnya nyari yang ada masa depannya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Ortu gua dulu begini terus nyesel karena sekarang anaknya punya bipolar disorder, anxiety disorder, panic disorder, CPTSD, dan PTSD. Iya, ambis lu bisa ngebunuh anak lu secara perlahan. Harus konsumsi obat tiap hari. Mau anak lu gitu?
Sampai skrng jg masih lanjut (meski lesser)
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.