simpan dalam ingatanmu,
ada sosok yang kau hancurkan untuk kau jadikan pijakan berjalan menuju ke arah yang menurutmu tepat.
dan mungkin, hanya aku yang masih membawa sisa-sisa kisah yang salah itu.
“dia kugunakan hanya untuk membunuh sepi, kembalilah”
kalimat itu kau ucapkan di hadapan wanita baikmu.
wanita yang berhasil kau luluhkan kembali hatinya usai perang kemarin.
wanita baikmu yang menerimamu kembali setelah lelahnya menghadapi perang yang telah usai.
jangan lupakan itu.
sebelum akhirnya wanita baikmu kembali merentangkan tangannya kepadamu, ada racun abadi yang kau bawa seumur hidupmu, berjalan berdampingan denganmu selamanya.
ada waktu sepimu yang kita bakar bersama yang tidak luput dari ingatanmu.
biar aku terbakar jadi abu,
biar aku yang lebur sendiri.
berbahagialah, semoga tidak ada hukuman yang datang untukmu atas rasa sakit yang kurasakan seorang diri ini.
Betapa terkutuknya hidup bersama kenangan-kenangan itu,
sementara seolah-olah semuanya
tak pernah hadir dalam hidupmu sedikit pun.
Atau mungkinkah semua ini
hanyalah pertunjukan yang dengan indah
diciptakan oleh pikiranku sendiri?