@wiyokooo Salah. Suramadu jauh lebih bermanfaat daripada Whoosh.
Suramadu menghubungkan pulau (inklusif) sedangkan Whoosh itu hanya orang tertentu yang memakai (eksklusif).
Suramadu berdampak pada penurunan biaya logistik sedangkan Whoosh tidak menurunkan biaya logistik.
Tidak ada yang menafikan bahwa Rukyatul Hilal mustahil dilakukan tanpa ilmu Hisab (Falak).
Sejak zaman dahulu hingga sekarang, para perukyat tidak menatap langit dengan otak kosong dari ilmu falak, sebaliknya mereka menggunakan ilmu falak/hisab yg mereka kuasai untuk menentukan kapan konjungsi terjadi, di posisi mana hilal akan muncul, berapa derajat ketinggiannya, hingga berapa lama ia akan bertahan di ufuk.
Perbedaan yg ada selama ini sebenarnya bukanlah pada “ada (menguasai) atau tidak adanya (tidak menguasai) ilmu astronomi”, melainkan pada evolusi alat bantu yg digunakan, itu saja point utamanya.
Dulu Rasulullah minta Sayidina Bilal bin Robbah naik keatas menara untuk mengumandangkan azan untuk memberitahu umat akan tibanya waktu shalat karena saat itu belum ditemukan “Speaker & Microphone”.
Apakah dengan demikian menggunakan teknologi “Speaker & Microphone” saat ini berarti menyalahi perintah Rasulullah dan menyalahi sunnah..?
Dahulu Hisab menggunakan hitungan manual (kitab-kitab falak klasik) dan Rukyat menggunakan mata telanjang atau teleskop optik sederhana, namun dengan kemajuan teknologi sekarang, Hisab menggunakan algoritma superkomputer yg lebih presisi, dan Rukyat menggunakan teknologi satelit yang mampu menembus hambatan atmosfer dan cuaca.
Apakah dengan demikian menggunakan teknologi “Satelite” saat ini berarti menyalahi perintah Rasulullah dan menyalahi sunnah..?
Teknologi satelit hanyalah bentuk mutakhir dari “kacamata” untuk melihat (Rukyat) dan “kalkulator” untuk menghitung (Hisab). Keduanya berpijak pada satu dasar keilmuan yg sama, yaitu Astronomi.
Satelit tidak mengubah hukum syarak, ia hanya mengubah kualitas alat bantu kita, dari menggunakan mata yg terbatas, menjadi mata teknologi yg menembus angkasa.
Dengan kata lain, “Satelit adalah Hisab yg Terwujud dan Rukyat yg Tervalidasi.”
Menggunakan teknologi satelit bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan menyempurnakan ketelitian ibadah kita sesuai dengan tantangan zaman.
Dengan satu teknologi yang disepakati, tidak ada lagi kelompok yang merasa “kalah” atau “menang”, yg ada adalah kemenangan umat Islam dalam menggunakan akal dan ilmu pengetahuan untuk beribadah dengan lebih khusyuk dan serentak.
@txtfrombrand Lupa persisnya beli tahun berapa, tapi dompet Planet Ocean ini saya beli waktu saya SMA. Berarti paling nggak udah 16 tahun lebih.
Sampai sekarang pun masih saya pakai 😅
@tanyakanrl Simpel sih. Ga usah update story dan ga usah lihat story orang lain, kecuali di-tag. Hahahaha
Mohon maap, itulah saya yg mana sejak awal ada IG Story atau WA story, saya ga pernah pakai fitur itu dan juga ga pernah lihat story orang lain, kecuali di-tag.
1) Penetapan awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, telah memantik diskusi kritis di tengah masyarakat, khususnya terkait penggunaan posisi hilal di kawasan Alaska sebagai rujukan. Muncul pertanyaan mendasar yang mewakili kegelisahan publik: bagaimana mungkin umat Islam di Indonesia memulai puasa di pagi hari, sementara parameter hilal di lokasi rujukan (Alaska) baru akan terpenuhi belasan jam kemudian? Keberatan ini wajar terjadi akibat benturan antara logika kalender lokal yang berbasis visibilitas langsung dengan logika kalender global yang bersifat sistemik. Tulisan ini bertujuan untuk mengurai benang kusut tersebut, mendudukkan logika syar’i dan astronomis Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) secara proporsional, serta menjawab keraguan terkait dimensi waktu dan validitas hukum puasa kita
Selaras dengan Muhammadiyah, Ummul Qura di Arab Saudi juga Tetapkan 1 Ramadan 1447 pada 18 Februari 2026
(sebuah utas)
Sumber: https://t.co/IJp8QADM4q
#Muhammadiyah
@RajaJuliAntoni Seperti Salman ITB, masjid UGM sering bikin kajian sosial-politik. Ceramah di beberapa gereja di Flores atau Papua isinya juga nyindir rezim yang proyeknya mengancam umat.
Kenapa di tempat ibadah?
Karena kantor Kementerian Kehutanan gak bisa diandalkan atau jadi biang masalah.
@fajarnugros Kalau sungai nggak ditanggul malah air nggak banjir ke pemukiman Mas. Karena sungai akan membentuk secara alami dan orang2 yg bermukim di sekitar sungai akan pergi secara otomatis tanpa perlu diusir
Teman2, sekedar mau ingatkan, UU Cipta Kerja sdh berumur 5 tahun. Ehem, mana katanya pertumbuhan investasi dan ekonomi yg dijual habis ketika bikin? Apa sudah ada?
@hrdbacot Sbg karyawan BUMN perusahaan di investasi jalan tol, saya berharap ada kucuran dana APBN (PMN) utk mengoptimalkan investasi jalan tol yg dipegang BUMN.
Akan tetapi, sbg rakyat saya berharap APBN tidak dipakai utk membangun jalan tol melainkan dipakai utk membangun jalan non tol.
Gw kurang paham ama org2 yg komplain dengan pejabat (mentri pres wapres atau gub dll) yg kl dijalan pake pengawal yg ngebuka jalan, Coba Deh kita duduk berimbang… menurut ge ya, kl itu dilakukan dalam melaksanakan TUGAS rasanya pantas lah. Agenda sebegitu banyak , tanpa pengawalan bgitu WAKTU bs abis dijalan. Kecuali agenda pribadi mau leyeh2 karaokean 😂
Trus kl Mrk telat nyampe lokasi , naik lagi tweet “KALO PEJABAT SUKA TELAT !”
🫢