gimana kalo kedepannya aku ngelakuin lebih banyak kesalahan, gimana kalo aku gagal, gimana kalo aku dibenci banyak orang gara gara gabisa ngasih yang terbaik
:"((
siapapun. aku pgn punya partner yg bisa diajak berkembang bersama :((
terserah lah bentukannya mau apa temen kek pasangan kek atau apa. makin hari makin ngerasa kalo hidupku ga bergunaaa asdfghjkl sedangkn di luar sana banyak bgt orang" keren. aku juga mau.... huhu yaAllah help
suka banget tidur... soalnya kalo tidur gw ga overthink, kepala gw ngga berisik, gw ngga melihat/membaca hal2 yg triggering, gw menghilang aja gitu i'm not existing for a while
at the end, it’s not “if he wanted to, he would” it’s “if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way” whats meant for you will never miss you, and what misses you was never meant to stay.
Ini adalah contoh dua individu berbeda kapasitas menjalin hubungan, bahkan komunikasi sampai berbusa pun tidak akan nyambung.
Si pria memaknai hubungan dengan keterikatan intens, selalu hadir secara emosional, timbal balik (bukan uang).
Sementara si wanita memaknai hubungan dengan kebebasan, ritme pribadi, tidak harus selalu hadir.
Maka dari itu, modal ketertarikan awal—crush, cinta pandangan pertama, dan sejenisnya—saja tidak cukup untuk ditindaklanjuti. Akibatnya, dua batin bersatu tapi tidak kompatibel—contohnya seperti yg terjadi pada Sender.
Lalu solusinya apa? Bukan komunikasi, tapi pahami kapasitas pasanganmu—pahami bahwa dia bisanya sampai situ, pahami perspektifnya. Tapi memahami kapasitas dan perspektif orang lain pun butuh kapasitas yg lebih tinggi.
Apapun pilihannya, keputusan tetap ada di tangan Sender dan pasangannya.
Belajar self-love dengan menerima diri sendiri contohny pas ada yang naksir gak terbebani harus naksir balik krn ya gw kan mantep wajar aja orang naksir jd yaudah simple