tentunya gak semua laki-laki jahat. tapi perihal syahwat, selama belum akad, none should be trusted blindly.
yang progresif bisa ndakik-ndakik soal “jangan biarkan norma membelenggu pilihan tubuhmu” demi dapat akses seksual ke kamu. yang konservatif bisa ndakik-ndakik janji “nanti aku nikahin” demi hal yang sama, even the religious ones.
women, save yourself. bungkusnya aja yang beda, tujuannya mah sama aja. jargon progresif dan janji dinikahin gak bisa dijadikan bukti niat baiknya mereka ke kalian
Punya harta pribadi dan dijalankan usaha darisana dengan memperkerjakan orang lain untuk berharap keuntungan. Ini mah normal.. DUNGU lu.
Kl lu punya usaha dan pekerjakan orang lain, ya tujuannya keuntungan.. ngapain lu usaha kl ga berharap keuntungan..
Apakah itu otomatis 'memeras keringat' pekerja secara tidak adil? ya enggak..
Dari perkara kepemilikian, hingga eksploitasi saja sudah gagal dari awal.. teori Karl Marx bikin tambah bodoh, menjadi ---> BODOH UNLIMITED..
Bukan vasektonomi, tapi vasektomi. Bukan vasektominya yang propaganda, tapi gimana banyak akun yang menyuruh laki2 untuk vasektomi, mengesankan laki2 yang baik itu yang mau vasektomi. Itu yang propaganda.
Postingan Pandawara awal-awal:
“Kalau negara gak mau bersihin sampah, biar kami yang bersihin!!”
Postingan Pandawara sekarang:
“Kok warga kita gini…”
Semua orang yg udah turun ke lapangan dan ketemu warga langsung pasti sangat-sangat relate 😅
Laki2 tanpa diminta secara naluriah akan menafkahi dan membimbing pasangannya.
Bahkan di Islam jelas2 disebut bahwa sebagian gaji suami itu ada hak istri, tapi tidak berlaku sebaliknya. Gaji istri 100% adalah hak dan jika memberi suami sebagian gajinya, maka dihitung sedekah
Jujur prinsip ini yg selalu gw promote ketika bicara finansial planning dimanapun, baik di seminar2 atau di sesi konsul 1on1. Sering juga si istri hire gw bukan karena ada masalah finansial, tapi karena pengen ngasihtau suami soal hak dan kewajiban ini.
Lalu sekarang diminta kekgini
Apa nda malah kemunduran?
Satu prinsip yg perlu diingat
Kesetaraan dan keadilan itu bukan perkara membagi 100 menjadi 50-50 secara tepat. Tapi memberikan bagian sesuai dengan keadaan dan kebutuhan, itulah kesetaraan dan keadilan
Emang ada perempuan jaman sekarang yang mau sama laki laki yang berdoa agar keluarga nya ngga dikasih rejeki berlebihan seperti Rasulullah?
Nganggur aja langsung di cerai kita 🤣🤣🤣
Nikah muda saat belum siap mental, finansial, dan emosional di Indonesia itu didominasi oleh Married by Accident atau hamil duluan.
Tapi disini kan orang-orangnya pada jadi promotor sex before married asal 'consent'. Padahal itu salah satu akar masalah maraknya nikah muda
Banyak yg salty
Mau pop icenya diganti gorengan, sate, bakso, apapun lah
Ya tetep aja gpp
Terpaksa?? Ya siapa sih yg ga terpaksa ??
Gua kalo bisa dapet 20 juta sebulan cuman dengan bertapa ya gua tapa
Emang kalo orang miskin ga boleh berumah tangga dan berusaha sendiri ya??
Kalau kalian baca baca postingan dan komen komen nya
Kalian sadar nggak, asal rajin dikit aja , kalian pasti bisa bersaing di negara ini
Cuma isi aplikasi aja dah ngeluh...
😂🤣😂😂🤣🤣
Dari perspektif mandor proyeq:
Gaji tukang akan naik segituan juga. Buruh pabrik material naik, bahan bangunan otomatis ikutan naik. Akhirnya biaya bangun rumah naik menyesuaikan itu semua
Sektor lain pun kurang lebih sama
Ujung-ujungnya sama aja sih sebenernya
Sebagai laki-laki.
Aku ingin kelak caraku mencintainya dianggap sebagai sebuah kebaikan dari nurani, empati, dan hati bahwa ia dicintai. Bukan sebagai sebuah kewajiban harus melakukan ini itu!
Memberikan bunga sampai gumoh, menyuirkan makananmu sampai lembut, merapikan hijabmu sampai kotak, mengelap ingusmu sampai kinclong, membuka foostep sampai, pintu, sampai membuka kartu keluarga bersama.
Aku ingin itu semua dianggap sebagai sebuah kebaikan dari nurani, empati, dan hati bahwa dia dincintai—bukan sebagai kewajiban.