Begitulah kalau hukum cuma dijadikan alat. Tuduhan tanpa bukti dilempar ke publik bertubi2 dan pencekalan jauh sblm dijadikan tsk. Yang jelas2 ada buktinya malah dibiarkan berangkat umroh dan publik diingatkan untuk "menjunjung asas praduga tak bersalah". Dagelan! ๐ช
Doa dan Kekuatan untuk Gus Yaqut dalam Menghadapi Ujian
Harapan besar agar Gus Yaqut segera diberikan kesembuhan dan kekuatan untuk melewati ujian serta fitnah besar ini dengan tegar demi menegakkan kebenaran.
๐๐๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ฏ๐ถ๐ต: ๐ ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ด๐ฎ ๐ฅ๐๐ต ๐๐ฎ๐บ'๐ถ๐๐ฎ๐ต
~ Oleh Mas Purwaji
Hormat setinggi-tingginya kepada Beliau, Masyayikh Lirboyo, yang sampai penghujung penetapan lokasi Muktamar NU tetap istiqamah memperjuangkan suara para Masyayikh. Bukan karena ingin menang, bukan pula karena ingin diunggulkan, tetapi karena ada amanah yang harus disampaikan dan adab yang harus dijaga. Lirboyo, secara kepantasan dan kelayakan, nyaris tak menyisakan ruang untuk diperdebatkan. Namun rupanya Allah menghendaki jalan lain. Maka sebagaimana para santri diajari menerima keputusan guru, kita pun belajar legowo dengan ditetapkannya Tambak Beras.
Tapi entah mengapa, saya kok percaya, semua ini bukan sekadar rangkaian musyawarah yang selesai di ruang-ruang rapat. Berkali-kali Gus Yahya bercerita kepada kami para pendereknya tentang ziarah beliau ke makbaroh Mbah Wahab Chasbullah di Tambak Beras. Ada semacam isyarat yang tidak pernah selesai dijelaskan dengan kata-kata. Seolah ada percakapan yang hanya bisa dipahami oleh hati yang sedang bersandar kepada para Muassis.
Bukankah sejak awal jamโiyah kita Nahdlatil Ulama memang tidak pernah berjalan hanya dengan hitung-hitungan manusia?
Bahkan di setiap tikungannya selalu ada tangan-tangan yang tak terlihat, ada doa-doa yang tak terdengar, serta keberkahan yang tak bisa diukur oleh nalar sekalipun. Maka saya percaya, para Muassis masih menjaga rumah yang mereka dirikan dengan air mata, tirakat, dan keikhlasan. Termasuk Mbah Wahab. Sebab kita semua selalu diingatkan oleh dawuh Gus Mus (KH. Mustofa Bisri) yang sederhana tetapi tak pernah habis maknanya, "๐ต๐ผ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐."
Barangkali karena itu pula Gus Yahya berkali-kali terlihat begitu tenang. Beliau pernah berkata, "Di langit, Muktamar sudah beres." Kalimat yang bagi sebagian orang terdengar sebagai seloroh, tetapi bagi yang terbiasa ndlosor dan thalabul ilmi di pesantren, kalimat itu mengandung keyakinan yang panjang. Ada saatnya ikhtiar dhohir berhenti pada batas kemampuan manusia, lalu selebihnya ikhtiar batin dan serahkan semuanya kepada Allah Azza Wa Jalla Yang Mengatur segala urusan.
Itulah sebabnya beliau tidak pernah tampak tergesa-gesa mengejar keadaan. "๐ด๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐ ๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐." Ringan sekali mengucapkannya, tanpa beban lain yang menggelayut sekalipun. Sebab yang ringan itu lahir dari hati yang telah selesai dengan dirinya sendiri.
Pada saat di Krapyak Yogyakarta pun beliau pernah dawuh, "๐๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ช๐ข๐ต ๐ฏ๐บ๐ข๐ถ๐ณ ๐ฉ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ธ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฉ๐ช ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฉ ๐บ๐ฐ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ. ๐๐ฐ๐ข๐ญ ๐จ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฌ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ธ๐ช ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ข๐ฏ-๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ฆ ๐ด๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ." Saya kira, tidak semua orang bisa mengucapkan kalimat seperti itu dengan hati yang benar-benar kosong dari beban. Sebab hanya orang yang merasa sedang mengabdi, bukan sedang memiliki, yang mampu bersikap demikian. Ada kepasrahan yang lahir bukan dari kelemahan, melainkan dari keyakinan bahwa ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐; ladang berkah yang tidak pernah kekurangan penjaga selama warganya tetap menggantungkan hati kepada Allah dan para kekasih-Nya.
Maka kepada Kyai Kafabih, segenap Masyayikh dan sohibul maโhad Lirboyo, keluarga besar HIMASAL, serta seluruh kader NU yang berjalan dengan ๐ฃ๐๐๐ฉ ๐๐ฃ๐๐จ๐ช๐ฃ ๐ฃ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐ข๐๐ฃ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐จ๐๐ฃ๐ฉ๐ง๐๐ฃ, saya hanya bisa menundukkan kepala dan melangitkan doa. Saya percaya, para kyai sepuh itu sedang memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak seluruhnya kasat mata. Yang mereka jaga bukan sekadar tempat Muktamar, melainkan arah pulang dan hakikat khitoh jamโiyah dan jamaah itu sendiri. Agar jam'iyah ini jangan sampai tercerabut dari akar yang sejak awal melahirkan dan menumbuhkannya.
Doa dan Empati untuk Kesembuhan Gus Yaqut
Sebagai sahabat, saya prihatin melihat ujian hukum dan kesehatan serius yang sedang dihadapi Gus Yaqut. Sembari menghormati proses hukum yang berjalan
#GusYaqutAdalahKita
Ketua Umum PBNU KH. Yahyha Cholil Staquf menerima Duta Besar Yaman untuk Indonesia H.E. Mr Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh pada Kamis (9/7), di Kantor PBNU, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut Dubes Yaman sangat mengapresiasi atas kiprah Nahdlatul Ulama dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, terutama NU yang selama ini terkenal sebagai organisasi keagamaan yang bermanhaj wasatiyah, toleran dan moderat. #GusYahya #PBNU #NahdlatulUlama
Senang sekali, bisa pulang, merasakan kembali nikmatnya suasana Krapyak yang diteduhi oleh tirakat masyayikh.
Alhamdulillah, Senin (29/6) kami berkumpul lagi, sambung rasa dengan kasepuhan, dzurriyah, karib dan sejawat semasa dulu menjadi santri KH Ali Maksum.
Syaikhina Simbah Ali Maksum, Pak Ali biasa kami memanggilnya, adalah qudwah kami, apa saja yang beliau ajarkan masih saya pegangi.
Durasi beliau menjabat Rais Aam mungkin pendek, tapi kepemimpinan beliau sanggup mempersiapkan tanggung jawab menavigasi peralihan generasi muassis ke tabiโฤซn dan berhenti dari partai politik dengan dinamika yang cukup intens kala itu.
Semoga Nahdlatul Ulama terus terlindungi oleh Allah subhanahu wa taโala. Amฤซn yฤ rabbalโฤlamฤซn.
Sangat jarang Gus Yahya se emosional ini, bahkan ketika Gus Yaqut dipenjara beliau kalem, namun saat berbicara ttg tanggung jawab keulamaan NU, beliau sangat emosional, kecintaan beliau pd NU ya allah.. ๐ฅฒ๐ฅฒ
Janji Allah tidak akan meleset.
Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama 2026 Ploso-Bangkalan telah purna, Selasa (23/6).
Sebuah pelengkap kebahagiaan bagi kami, karena tugas-tugas organisasi menuju Muktamar ke-35 dapat diselesaikan dengan khidmat, tepat di hadapan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Di hadapan Kepala Negara, kami menegaskan kembali khittah jam'iyah ini bahwa warga Nahdliyin adalah rakyat yang setia kepada negara, yang rela berkorban demi bangsa, dan rakyat yang tidak akan pernah kehilangan keyakinan serta optimisme terhadap masa depan Indonesia.
Di atas sajadah Bangkalan, kita yakin bahwa dalam tantangan dan ancaman sekeras apa pun, selama khidmah fฤซ sabฤซlillฤh ini dijaga dengan teguh dan istiqamah, janji Allah tidak akan pernah meleset.
Naแนฃrun minallฤhi wa fatแธฅun qarฤซb. Bersama para kiai, kader, dan jutaan jamaah di akar rumput, Nahdlatul Ulama siap terus hadir untuk menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa yang kita cintai ini.
๐ฆ๐๐น๐ฎ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป ๐ง๐ฎ๐ป๐ท๐๐ป๐ด ๐ง๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐๐๐ ๐๐ฝ๐๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ฑ๐ถ "๐ก๐จ ๐๐ป๐ฒ๐บ๐"
Sulaiman Tanjung, yang selama ini dikenal sebagai orang dekat Gus Ipul dan kerap menjadi penyampai kepentingannya di ruang publik,
๐๐ฑ๐ฎ๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ถ๐น๐บ๐, ๐๐ฎ๐ฝ๐ถ ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ท๐ถ๐ธ๐ฎ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐บ๐ฏ๐ถ๐๐ถ?๐ค
Simak videonya sampai habis untuk tahu siapa pencoleng dan Perusak NU hari ini. #SuulAdab#KonbesNU2026
Sehat2 selalu Romo Yai...
Hari ini dan beberapa hari kedepan, Poro Alim Poro Kiai sedang berkumpul di Ploso Kediri.
Semoga lancar dan sukses Munas dan Konbes NU, yg ngeruweti mugo2 Insaf.
Ya Jabbar Ya Qohhar, sapa bhei se lanyala ka NU bhekal ancor.
Diam yang Meneduhkan
Diam Gus Yahya bukan tanda lemah, melainkan sikap tawadhuโ dan kebijaksanaan. Ia menunjukkan bahwa hujatan tak perlu dibalas, karena diam justru meredakan dan menjaga martabat.
#GusYahya#PBNU#NahdlatulUlama
๐๐ป๐ด๐ฎ๐๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต, ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐๐ฎ๐น ๐บ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ๐ต ๐ก๐ฎ๐ต๐ฑ๐น๐ฎ๐๐๐น ๐จ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ
Pada tahun 1954, di kota Surabaya, para pendiri dan ulama sepuh kita telah membuat benteng yang kokoh. Mereka dengan tegas memutuskan dalam Muktamar ke-20: Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PBNU haram hukumnya merangkap jabatan sebagai menteri!
Keputusan ini lahir dari keringat dan darah perjuangan, agar NU tidak pernah menjadi 'anjing penjaga kekuasaan', agar jam'iyah ini tetap merdeka, berdiri di atas kaki sendiri, bukan di bawah telunjuk negara.
Namun, malam ini di Ploso, benteng suci itu sedang digerogoti!
Lihatlah dengan mata kepala sendiri! Kaki tangan Menteri Agama bergerilya di ruang-ruang komisi, memaksakan kehendak, mengubah draf AD/ART, dan mengobok-obok konstitusi yang telah berusia tujuh puluh tahun. Mereka ingin menebang satu-satunya pohon yang menghalangi nafsu kekuasaan mereka: larangan rangkap jabatan. Mengapa? Karena ada ambisi tunggal, menduduki kursi Ketum PBNU sambil tetap memegang kursi menteri, tanpa mau melepas satu pun!
Sedulur dan saudaraku Nahdliyin, ini bukan isapan jempol! Ini bukan fitnah yang kami lontarkan dari kejauhan!
Ini adalah kenyataan pahit yang terjadi di hadapan para masyayikh dan perwakilan Konbes. Ketika seorang menteri aktif menggunakan seluruh aparatus negara dan logistik bansos untuk melobi, mengancam, dan 'menjinakkan' para pengambil keputusan, maka di situlah kemandirian NU sedang dibantai. Jika aturan sakral Muktamar 1954 bisa dilanggar hanya karena keinginan satu orang, lalu apa lagi yang tersisa dari harga diri jam'iyah kita?
Bangkitlah, wahai para Kyai dan Warga NU!
Jangan biarkan sejarah NU dikhianati oleh oknum yang haus kekuasaan. Jangan biarkan kekuasaan negara memperkosa konstitusi internal kita. Angkat suaramu! Lawan segala bentuk intervensi yang mengatasnamakan pembaruan, tapi hakikatnya adalah pembajakan. Jika kita diam, maka hari ini AD/ART diganti, dan besok NU hanya akan menjadi 'ban serep' pemerintah.
Katakan 'TIDAK' pada rangkap jabatan! Kembalikan NU pada khittahnya yang merdeka! Karena kami tegaskan sekali lagi: apa yang terjadi di Komisi Organisasi dalam pembahsaan AD/ART siang ini adalah fakta, dan fakta tidak bisa dibungkam oleh siapa pun!"
#TolakRangkapJabatan #ADARTNU #KonbesNU
Usia Pesantren Ploso sekurun dengan Nahdlatul Ulama, sekurun dengan perjuangan ulama membentengi jati diri keulamaannya.
Pesantren ini didirikan oleh Simbah KH Ahmad Djazuli Utsman yang titis membaca gejala dunia baru, membaca masa depan Islam dan Indonesia.
Dari rahim pesantren ini, ilmu bertumbuh menjadi tameng rohani yang menjaga umat dari disorientasi zaman.
Hari ini (20/6) kami berziarah, berdoa di pusara para muassis-muassisah bersama Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Rais Syuriah KH Muadz Thohir, Waketum KH Amin Said Husni dan beberapa kolega pengurus serta sahabat lainnya.
Semoga kita senantiasa bisa mendulang tetesan misykฤt ilmu dan keteguhan spiritual yang telah mereka tancapkan dalam-dalam di tanah Ploso ini. Amฤซn yฤ rabbalโฤlamฤซn.
Nadhlatul Ulama adalah pelembagaan dari ekosistem pesantren, dan artikulasi tradisi kiai-kiai yang sejak dulu tidak hanya menjadi khudamฤโul ilm tapi juga memerankan fungsi riโฤyatul ummah.
Peran keulamaan ini harus dijunjung tinggi sebagai fondasi nilai dalam merancang postur jamโiyah yang memberi manfaat luas, merata, dan berkelanjutan bagi umat demi menjemput masa depan yang gemilang.
Sebetulnya terlalu singkat untuk mengurai capaian PBNU yang begitu meluas, nanti Muktamar akan kami sampaikan secara lengkap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) termasuk data-data yang dikehendaki secara valid.
Saya menyicil, terima kasih dan mohon maaf apabila banyak kekurangan-kekurangan atas khidmah selama ini, semoga kepengurusan selanjutnya berjalan lebih baik. Amฤซn yฤ rabbalโฤlamฤซn.
Generasi kita adalah generasi yang teramat beruntung.
Kita masih sempat menatap wajah, bersentuhan, dan dituntun langsung oleh para ulama yang maโruf, muโtaraf bahkan mashur, isman syakhแนฃan wa maqฤmanโseperti Kiai Anwar Manshur, Gus Mus, Kiai Muadz Thohirโyang dengan ketelatenan setia mendampingi kita melewati masa-masa sulit.
Di Ploso, di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Falah, PBNU memulai langkah menuju ujung masa khidmah periode ini melalui Munas-Konbes, sekaligus mempersiapkan gerbang Muktamar ke-35.
Ploso bagi kami ialah mata air quwwah rลซแธฅฤniyah (kekuatan rohani) yang menjadi fondasi mutlak dalam mengasuh masa depan jamโiyah dan jamaโah.
Mari teguhkan kembali ketulusan khidmah. Kita berada di sini murni untuk berkhidmah, demi mendapat berkah.
Jamโiyah ini didirikan di atas fondasi spiritual yang teramat kokoh. Siapa pun yang berniat jahat untuk mencederai atau merusaknya dari dalam, pasti tidak akan pernah mencapai apa yang mereka inginkan. Jaga perjuangan ini dengan wirid Simbah Kholil Bangkalan: Yฤ Jabbฤr, Yฤ Qahhฤr!
Terima kasih, Al-Falah Ploso. Semoga pertolongan Allah senantiasa menyertai musyawarah kita, membuahkan hasil yang menggembirakan semua orang, dan membentangkan harapan baru bagi masa depan Islam dan Indonesia.