Kekompakan kita sebagai bangsa sedang diuji.
Keserakahan sekelompok orang sudah memperlihatkan akibatnya.
Ratusan nyawa telah pergi meninggalkan kita, membawa duka yang dalam.
Stay strong, Sumatra.
Kami bersamamu.
Ada ibu-ibu yang mengais dedaunan bekas banjir sembari terus memanggil nama anaknya. Ada anak yang kehilangan ibunya yang jatuh ke sungai saat jembatan putus ketika mereka hendak ke sekolah si anak. Ada keluarga yang hilang dan belum ditemukan. Ada rumah yang hancur, yang rusak. Ada banyak kehilangan yang tak cukup lagi ditampung air mata. Pakai empatimu, jangan jahat jadi manusia. Bencana tidak untuk ditertawakan.
Ini apa wahai bapak bapak pejabat ?!
Ini apa ?! 😭😭😭
Seluas ini kawasan hutan dirusak, kalian ngapain ?
Silahkan search di google map, ini di Kab. Sijunjung Sumatera Barat.
Keburu dihapus.
dia nih sadar betul akan “power” yang lagi dia punya sekarang. orang-orang lagi mulai nyari tau tentang dia, terus platformnya dia pakai untuk speak up tentang isu lingkungan kaya gini.
el putra. bener-bener kaya tiba-tiba keluar dari novel.
Banjir itu bukan kutukan langit.
Itu hanyalah cara alam berkata,
“Aku sudah terlalu lama diam terhadap rakusmu.”
Manusia menebang hutan dengan alasan pembangunan, padahal yang sedang dibangun adalah bencana.
Lalu ketika air mengamuk,
rumah-rumah terendam, jalan lumpuh, mereka berteriak memohon keadilan.
Menyalahkan cuaca, padahal pelakunya jelas,
keserakahan yang disulut oleh manusia sendiri.Bumi tidak pernah jahat,tapi ia juga punya batas sabar.
Pada akhirnya yang tenggelam bukan hanya daratan,tapi juga akal sehat
yang sejak awal sudah hanyut
oleh ego dan kerakusan manusia terhadap alam.
#intinyadeh Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo dpt ancaman pembunuhan.
"Kepala Balai Cabut Laporanmu atau Kepalamu Kami Cabut"
Kantor dirusak, motor petugas dibakar.
Luas kawasan TNTN yg 83rb ha, sisa 12,5rb ha yg masih hutan. Sisanya pemukiman, kebun sawit ilegal.
(1/2)