Buku ini bermula dari Universitas Gadjah Mada pada Agustus 2023, ketika banyak aktivis Indonesia ikut kuliah soal sejarah lingkungan. Gerry van Klinken melihat betapa termotivasinya para intelektual muda ini untuk menyelamatkan lingkungan hidup https://t.co/PJEVzF43iy
Ini essay bagus banget, deh. Penjelasan bahwasanya "stupidity" yang belakangan dinormalisasi karena hadirnya Trump bukan semata problem kerdilnya kognitif individu, melainkan hasil rangkaian perkembangan sistem hidup manusia, termasuk teknologi.
https://t.co/Mr0HMCsT8G
Konon di Konoha, ada banyak dosen HI, merasa cerdas bisa menghindari “propaganda AS”, eh kena propaganda China dan Rusia. 😂
Masih aja ada kalangan akademik yang termakan propaganda bahwa protes kemarin adalah akibat Soros, NED, dan AS.
Coba baca 👇 ini dulu deh.
"What really angers the people [is] the arrogance that they're seeing from their leaders."
Social platform co-founder Abigail Limuria talks about the growing anger in Indonesia, where politicians are getting a wage hike while the economy struggles.
Friendly reminder kalau Narasi pernah punya laporan investigasi sangat bagus tentang operasi pembakaran halte Sarinah saat aksi tolak Omnibus Law 2020 lalu.
I can guarantee you it's really from the grassroots, because I saw it with my own eyes.
Tenda sederhana depan rumah warga hanya untuk mengumpulkan donasi air mineral & makanan ringan.
Berpapasan dengan mobil siaga desa menuju ke kota bertuliskan "solidaritas".
Salut! #PatiMelawan
Dulu aku suka mikir kenapa orang yang kapasitas intelektualnya tinggi kayak... bertele-tele kalau ngomong. Kenapa gak langsung hantam aja, mau menyatakan apa. Sekarang baru agak paham, mengeluarkan statement itu perlu konteks; konteks pun kadang perlu dijelaskan asumsi-asumsinya apa.
Makanya, IMO, sains & storytelling tuh sebetulnya nggak mudah disatukan tanpa kecenderungan oversimplify atau overclaim.
Storytelling itu ada patternnya, people expect climax & resolution. Science doesn't work that way.
Nulis dan bolak-balik baca hasil wawancara selama fieldwork bikin benar-benar sadar bahwa saya nggak lebih banyak tau dan nggak lebih banyak punya keberanian dibanding, misal, seorang ibu PKL yang nekat nyaleg karena muak sama ketimpangan yang ia hadapi sehari-hari. 🥲
Waktu pak Presiden bilang akan mempensiunkan pembangkit fosil di tahun 2040, saya skeptis. RUPTL 2025-2034 memvalidasi keskeptisan saya, bahwa pak Presiden hanya omon-omon saja.
Menuju 2030 sudah akan tambahan 12,3 GW pembangkit fosil (bb: 3,4 GW; gas: 8,9 GW). Dengan asumsi…
Insentif EV di Indonesia itu ditujukan untuk buka market, less on emission.
Strateginya mirip ama yg dipake Wan Gang (bapak EV RRT, mantan menteri saintek). Buka market - tumbuhkan industri - harga kompetitif - makin banyak yg pake = emisi dan polusi ⬇️ plus jadi market leader (industri tumbuh ⬆️), plus mengurangi impor BBM.
Pertanyaannya: dengan progress sekarang, kita dapet apa?
RRT pake staging juga, 2009-2016 kasih subsidi dan tax incentives, 2016 - 2020n subsidi dikurangi perlahan, sekarang lebih fokus ke ekosistem dan peningkatan kualitas.
Cuma ya Wang Gang berani bertaruh (sejak awal 2000an!) bahwa EV jadi masa depan RRT. Kebijakan yg dia buat komplet: buat konsumen ada, produsen (lokal) didukung abis-abisan, maksa produsen asing bangun pabrik, alokasi R&D, sampai lotre mobil konvensional (ngebatesin pembelian).