FUN FACT
Mas Dino Patti Djalal yang diledek Teddy & Mas Habiburrokhman dengan "cuma diberi kesempatan tiga bulan jadi Wamenlu", ternyata bukan karena wanprestasi (kegagalan).
Tiga bulan masa jabatan Mas Dino: karena jabatan Pak SBY juga sudah selesai.
Klik gambar, ya~
Politik Jawa 😂
Kronologi:
1. Dino Patti Djalal colek urgensi Presiden sering ke luar negeri.
2. Teddy membalas rodok nyerang personal (anda hanya wamenlu 3 bulan). Lalu menjelaskan lan tambah blunder.
3. Dino Pati Djalal langsung ngamplengi birokrasi Teddy dengan QRT ini:
Trip Report
Trans Jakarta SH 2
Rute : Blok M - St KA Bandara Soekarno Hatta
TJ 0499
B7684TGC
01 Juni 2026
"RP 3,500 Sampai Bandara"
Catatan :
- Bukan untuk yang buru-buru
- Worth for money daripada naik pesona solar negara tarif Rp 80K rute yg sama
- Interval per 20 menit
Dadan kok bisa naik haji?
Padahal Purbaya aja batal berangkat.
Tapi ini lah fakta di pekerjaan.
Yang jadi andalan, kepercayaan, justru paling kewalahan.
Sedangkan yang kerjanya ga beres malah sering dapet kebebasan.
Nicko Widjaja (Founding CEO BRI Ventures) baru saja dituntut 11 tahun penjara + denda Rp1 miliar karena menyetujui investasi US$5 juta (~Rp73 miliar) ke startup agritech TaniHub.
Dia dianggap merugikan negara karena startup Tanihub yg diinvest gagal.
Ngeri banget ya? Di dunia VC, risiko itu bagian dari pekerjaan. Ada yang 10x, ada yang gagal total. Itu hukum alam inovasi.
Kalau setiap keputusan investasi yang rugi dianggap “merugikan negara” dan dipenjarakan, siapa lagi yang berani ambil risiko?
Menurut kalian vonisnya fair atau ini termasuk kriminalisasi?
Belum sempat dijawab, alarm pun berbunyi, saya pun lalu terbangun dari tidur hingga bapak @basuki_btp tidak sempat menjawab pertanyaan saya sampai saya menuliskan ini. Atau apakah akan dijawab ketika betul2 jadi presiden? Saya juga tidak tahu
Tiba2 tadi malam mimpi : ada sebuah sarasehan yg narsumnya adalah pak @basuki_btp. Setelah sarasehan dimulai, sayalah yg pertama dikasih kesempatan bertanya ke narsum "Seandainya bapak jadi presiden RI, apa yg akan anda lakukan hingga negara ini membaik & sejahtera?"
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
@ezash@hrdbacot yang kadang gak kebayang efeknya itu kenaikan penyelundupan solar subsidi. Gap harga yg begitu besar dg solar non subsidi bisa jadi lahan cari duit buat orang 2 tertentu. Makanya peran aparat yg presisi itu harus maksimal dan tanpa kompromi, idealnya sih gitu.
Saya rangkumkan beberapa poin terkait kesepakatan terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat di sektor pertahanan:
1. Mempererat hubungan militer dengan meningkatkan intensitas latihan gabungan bersama antara dua negara dan negara sahabat kedua negara, seperti Cope West, Super Garuda Shield, Keris MAREX, Platex, keterlibatan dalam RIMPAC, dan lain-lain.
2. Memperbanyak kerjasama di bidang industri, khususnya terkait Alpalhankam, seperti alutsista yang bersifat krusial untuk pertempuran asimetris, deteksi bawah laut, peperangan konvensional di udara, laut, darat, pendidikan di bidang militer dan pertahanan, dan transfer of technology at some extent.
3. Saat Perang Dunia ke-2, beberapa wilayah Indonesia merupakan medan pertempuran bagi militer Amerika Serikat, yang pada saat itu melawan kekuatan Jepang dan Jerman. Banyak dari mereka yang tewas dan jenazahnya belum berhasil "pulang ke rumah", dan kembali ke keluarganya. Indonesia sudah dan akan terus membantu Amerika Serikat dalam mencari, retrieve, dan memulangkan jenazah-jenazah ini ke Amerika Serikat.
Sejauh ini tidak ada, atau setidaknya, belum ada perjanjian yang "menyinggung" penggunaan ruang udara Indonesia secara "bebas" oleh Amerika Serikat, untuk aset udara mereka, namun kita tetap harus "kawal" perkambangannya. Bagaimana menurut kalian?
Guys, ada dokumen rahasia Amerika yang bocor dan isinya bikin gue geleng-geleng.
Amerika sedang mengupayakan akses penerbangan militer permanen melewati wilayah udara Indonesia.
Dan Prabowo disebut sudah menyetujuinya.
Kronologinya:
Februari 2026 Prabowo ke Washington untuk hadir di Board of Peace.
Dalam pertemuan bilateral dengan Trump menurut dokumen rahasia AS yang bocor ini Prabowo menyetujui proposal pemberian akses overflight blanket untuk pesawat militer Amerika melewati ruang udara Indonesia.
26 Februari Departemen Pertahanan AS mengirimkan dokumen resmi berjudul "Operationalizing U.S. Overflight" ke Kementerian Pertahanan Indonesia.
13 April hari ini Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan ke Washington untuk menandatangani perjanjian ini dengan Menhan AS Pete Hegseth.
Isi perjanjiannya:
Bukan sistem izin kasus per kasus.
Tapi sistem notifikasi sekali diaktifkan, pesawat militer Amerika bisa langsung melintas hanya dengan pemberitahuan.
Tidak perlu izin setiap kali.
Ada hotline langsung antara US Pacific Air Forces dan pusat operasi udara Indonesia.
Intinya:
Amerika bisa gerakkan pesawat militernya melewati Indonesia kapanpun dibutuhkan untuk operasi darurat, respons krisis, atau latihan militer bersama.
Kenapa ini masalah besar:
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara non-blok.
Bebas aktif.
Tidak berpihak pada kekuatan militer manapun.
Perjanjian seperti ini kalau benar secara de facto menempatkan Indonesia dalam orbit militer Amerika. Bukan sebagai sekutu resmi.
Tapi dengan konsekuensi yang hampir sama.
Ruang udara Indonesia itu strategis luar biasa. Terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Jalur laut dan udara paling penting di kawasan. Kalau Amerika punya akses permanen di sana mereka bisa proyeksikan kekuatan militer ke seluruh Indo-Pasifik dengan jauh lebih mudah.
Dan China tahu itu.
Dan China pasti tidak akan diam.
Yang paling ironis:
Prabowo selama ini dikenal sebagai sosok yang paling keras soal kedaulatan.
Yang paling sering bicara soal tidak mau didikte asing. Yang menulis buku tentang betapa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri.
Kalau dokumen ini benar maka perjanjian ini adalah kontradiksi paling telanjang dari semua narasi itu.
Bukan hanya membuka pintu untuk asing. Tapi membuka pintu lebar-lebar.
Dengan sistem yang sekali diaktifkan Amerika bisa masuk kapanpun tanpa izin tambahan.
Sampai berita ini ditulis tidak ada konfirmasi resmi dari Washington maupun Jakarta.
The Sunday Guardian sudah menghubungi semua pihak terkait tapi belum dapat respons.
Kalau ini benar Indonesia baru saja membuat keputusan geopolitik terbesar dalam beberapa dekade.
Tanpa debat publik.
Tanpa persetujuan DPR.
Tanpa transparansi apapun.
Dan yang menandatanganinya adalah orang yang selama ini paling keras berteriak soal kedaulatan.
Antek antek asing
LCGC dan Golongan mesin berkode
Pernah bilang kalau ada 2 jenis mobil yg selalu sy hindari ketika di Tol; LCGC & golongan mesin berkode. Why? Mereka suka sruntulan a.k.a ugal ugalan. Hahaha
Dan melihat mereka saling bercengkrama di tol be like....🤭
Ada yang tahu golongan 'mesin berkode' itu mobil apa aja? 😂
~
📽 by @wagonrid
Inilah rekaman CCTV yang memperlihatkan secara gamblang
aksi ter0risme fisik terhadap
aktivis KontraS_ Andrie Yunus.
__Dalam video ini_ terlihat jelas bagai(MP4)