penggantian LGBT ke LGSP itu bentuk kekerasan simbolik dan persekusi terstruktur lewat bahasa/istilah. bukan ga mungkin kedepannya masyarakat bakal makin dicekoki disfemisme (& label negatif lainnya) sbg upaya untuk memproduksi stigma & diskriminasi sosial ke kel. rentan/marjinal
gerwaninya di genosida, sastrawati & seniwati perempuan yang bergabung di lekra tdk diakui karyanya, akademisi2 perempuan yang saat itu sekolah di luar negeri gaboleh balik... ya udah there upu have it hasil2 dari ibuisme negara😂
Lu merasa feminisme nggak berkontribusi besar karena terbiasa mengkerdilkan gerakan perempuan ya? Kita pernah punya Gerwani tapi ditanami stigma negatif dan digenosida sama Orba, kemudian organisasi perempuan direduksi ke kegiatan sosial (Bhayangkari, Jalasenastri, dll)
Bentuk kegagalan negara.
Tau fakta yang lebih menyakitkan?
Dana ilegal yang mengalir ke seorang koruptor saja, bisa menghidupi lebih dari 1 JUTA masyarakat miskin, dan jaminan sosial bagi kaum lansia & mereka yang rentan. SEUMUR HIDUP.
Juga pendidikan bagi anak & cucunya. MIRIS
ya soalnya GERWANI organisasi emansipasi perempuan sebesar & seprogresif itu DIMATIKAN ORBA anjeeeengggg diframing seolah penjahat pake dibilang melakukan pesta seks di lubang buaya pada malam 30 September 1965 difilm propaganda butut itu gmn sih PEA
Prabowo labels journalists, analysts, and NGOs as “londo ireng”:
“Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? Pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?”
(https://t.co/a0chzOs76I)
Perempuan mesti hati-hati gimana lagi sih anjing? Perempuan udah sampe pake burqa pun masih diperkosa. Marilyn Monroe udah sampe mati ditanem di dinding beton pun masih dilecehin
Nggak perlu hati-hati gimana? Duduk tenang di rumah main socmed aja bisa dapat pap kontol tiba-tiba.
seluruh arwah buruh serikat yang berjuang mati matian ngusahain weekend libur ngeliat ada borjuis kecil industri modern yang bilang libur weekend itu bukan common sense