Bukan pakai satelit. Bukan pakai BMKG.
Tapi pakai suara jangkrik, arah angin, dan kapan pohon jati mulai rontok untuk menentukan kapan mulai tanam.
Namanya Pranata Mangsa. Dan sains modern baru bisa menjelaskan kenapa sistem ini akurat.
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
sebaiknya @Kemlu_RI saja yang memberi penjelasan daripada staf @KSPgoid ini.
komunikasi kebijakan publik itu penting. dan mesti dimulai dari hal mendasar: dilakukan oleh institusi yang memang diberi mandat mengampu isu. bukan karena satu institusi ada di istana lalu menjelaskan semua hal.
Kertanegara pernah bermimpi mempersatukan wilayah yang disebut Nusantara, atau Asia Tenggara. Dan ada satu sosok yang dalam 50 tahun berhasil mewujudkannya: Patih Gajah Mada. Salah satu puncak kejayaan yang pernah lahir dari kawasan ini.
Selama 2000 tahun terakhir, Asia Tenggara berulang kali memproyeksikan kebesarannya.
- Dimulai dari abad ke-8 di mana pembangunan Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia, dimulai.
- Disusul pada abad ke-12 oleh Angkor Wat, candi Hindu terbesar yang dibangun Dinasti Khmer, sebagai manifestasi kematangan budaya, ekonomi, dan teknologi kawasan ini.
Borobudur dan Angkor Wat adalah bukti persinggungan budaya, spiritualitas, dan ekonomi antara Asia Tenggara dengan India dan Tiongkok pada akhir milenium pertama hingga awal milenium kedua.
Namun memasuki abad ke-13, peradaban mulai bergeser. Setelah runtuhnya Abbasiyah dan padamnya House of Wisdom, tiga peristiwa mempercepat pudarnya kejayaan Asia Tenggara pada abad ke-15:
- Kejatuhan Vietnam jatuh pada tangan Dinasti Ming,
- Majapahit yang melemah akibat defisiensi kepemimpinan Brawijaya V, dan
- Ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg yang mempercepat diseminasi informasi dan merombak tatanan lama.
Memasuki abad ke-17, kelemahan ini teramplifikasi oleh transisi dari Dinasti Ming ke Qing, yang semakin menginternalisasi diri. Kekosongan kuasa ini membuka jalan bagi masuknya Eropa, membawa Asia Tenggara memasuki 3,5 centuries of humiliation.
Keresahan saya sederhana: terlalu sedikit dari kita yang benar-benar memahami sejarah yang begitu kaya ini. Kita kerap terseret arus kekinian, membangun pola pikir jangka pendek. Padahal, begitu banyak empirisme sejarah yang bisa kita refleksikan, abstraksikan, proyeksikan, dan inovasikan.
Dan mungkin, untuk menata ulang masa depan Asia Tenggara, kita perlu kembali pada keberanian imajinasi yang dulu pernah ditanam Kertanegara.
Ini sebagian dari diskusi saya di book launch dengan @Periplus_Store dan @atamerica minggu lalu.
Another clear example of Vietnam’s openness is the recent collaboration between @stanforddoerr Southeast Asia Center and Vietnam National University Ho Chi Minh City
https://t.co/rNOliTAJJp
Indonesia adalah negara yang unik: ratusan suku dan bahasa disatukan oleh satu payung politik yang relatif stabil dalam waktu lama. Ini sebuah anomali. Banyak negara lain gagal melakukannya. Belgia, misalnya, pernah berbulan-bulan tanpa pemerintah karena konstituensi berbahasa Flemish/Dutch, Prancis, dan Jerman tak kunjung mencapai kesepakatan.
Salah satu “antibodi” istimewa yang membuat Indonesia dapat mempertahankan kesatuan ditengah perbedaan, I would argue, adalah komedi: kefasihan warganya dalam mentertawakan perbedaan. Orang Sunda meledek Batak, orang Padang meledek Jawa, dan sebaliknya. Kemampuan menertawakan perbedaan adalah daya tahan terhadap perpecahan.
Sejak kecil, kita secara alami saling menggoda dan melempar canda; it's part of growing up cognitively. Namun, anak kecil belum mampu membedakan mana candaan dan mana agresi. Jadi kadang2 suka ngeledek aib keluarga :D. Salah satu kemampuan halus yang mahal — dan baru diperoleh saat benar-benar dewasa — adalah kemampuan membedakan keduanya. Karena ledekan, dalam dosis yang tepat, bukan sekadar humor, melainkan mekanisme pertahanan kolektif dan cara sebuah bangsa menyaring karakter pemimpinnya. And that's why comedian, kalau lucu tentu, are truly special people and have a vital role in a society.
Dalam budaya Inggris, orang saling melempar sindiran (teasing/banter), bahkan saat baru bertemu, untuk menguji: apakah kamu tipe yang narsistik dan mudah tersulut saat ditekan; sejauh mana kamu bisa mentolerir sindiran; atau justru orang yang mampu ikut tertawa, mengalir dengan candaan, bahkan membalas dengan humor. Ini penting, karena orang yang mudah tersinggung sulit dipercaya dengan tanggung jawab ketika krisis datang.
Seorang perdana menteri di Inggris bisa “dihabisi” di parlemen dengan cemooh dan sindiran. Kemampuannya merespons tanpa kemarahan bukan kelemahan, melainkan sinyal bahwa ia masih layak dipercaya untuk memegang kendali.
Kemampuan suatu bangsa untuk saling melempar canda tanpa tersinggung dan mengadu pada kekuasaan, adalah bentuk kedewasaan, dan ketahanan sosial.
Indonesia punya itu.
Lest we lose it.
Berikut artikel saya di Kompas 26 Nov 2025 “AI Boom atau AI Boom (erang) dan Indonesia.
Apa dampak jika gelembung AI di pasar saham AS pecah bagi Indonesia dan apa yang perlu di lakukan
https://t.co/mHcCMtpPSD
Penampungan batu Batu Sindu di Bunguran, Natuna, telah menghasilkan temuan permukaan Neolitikum berupa tujuh beliung segi empat dari batu silika halus, yang terkait dengan pecahan tembikar merah, yang terkait dengan kedatangan Austronesia awal. 🧵👇
Amarah.
Fotografer kami, Adrian Mulya, menangkap momen saat seorang ibu mengusir dan melawan barisan polisi dalam aksi protes 28 Agustus 2025. Momen ini ditangkap persis di depan Gedung DPR ketika aparat mulai merangsek membubarkan massa aksi.
Amarah ibu-ibu ini mewakili banyak orang. Kita.
#PolisiPembunuhRakyat #Ojol #AparatKeparat #ProjectMultatuli
Serangan militer Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza menewaskan direktur Rumah Sakit Indonesia, Marwan al-Sultan, beserta anggota keluarganya, pada Rabu (2/7/2025).
Selain dikenal sebagai dokter, Al-Sultan juga dikenal sekarang yang kritis terhadap genosida yang menimpa rakyat Gaza.
"Al-Sultan telah berulang kali menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membantu menjaga keselamatan para pekerja medis," tulis Al Jazeera.
Seorang kerabat, Ahmed al-Sultan, yang mengaku menemukan mereka, mengatakan kepada AFP bahwa Marwan Al-Sultan tewas di apartemennya di Kota Gaza bersama istri, anak perempuan, dan menantu laki-lakinya.
Jenazah dokter tersebut dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza. "Wajahnya hampir tidak dapat dikenali," kata direktur fasilitas tersebut, Mohammad Abu Salmiya.
——————————————————
Baca berita lainya di https://t.co/UtIVjcxziF
#nuonlinenews #rumahsakit #berita #nuonline #israel #zionist#indonesia #rumahsakitindlnesiagaza #dokter #direktur#palestina #freepalestine🇵🇸
Indonesia turut berduka atas wafatnya dr. Marwan Al Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, beserta keluarganya pada tanggal 2 Juli 2025 dan mengutuk serangan Israel tersebut.
Selain Kantata Takwa di GBK (1990), konser paling legendaris dalam sejarah musik Indonesia itu KLAKUSTIK di Gedung Kesenian Jakarta, 11 Maret 1996.
Buat yang selama ini denger audionya, rekaman videonya sudah di-upscale dan remaster: 1 jam 16 menit - https://t.co/HPip3UlM0r