Presiden terdahulu klo market ancur, rupiah melemah, dan rakyat udah berisik bakal cepet ditangani problemnya.
2013 parah banget rupiahnya tapi pak SBY take action jg saat itu jadi bisa ternetralisir
2015 budget berantakan parah, trus Pak Jokowi take action jg dengan manggil balik bu SMI.
2018 berantakan karena tariff Trump dan BI berani pre-emptive rate hike dan pemerintah adjust anggaran juga
Baru kali ini market ancur hampir 40% dan rupiah melemah terus tapi gak ada respon serius. Masih nyalahin BI, masih glorifikasi MBG, masih anti kritik tentang plesir ke LN, dll.
Problemnya itu. Global economy gk lagi baik2 aja. Spekulasi pasar saham gila2an dan credit issue mulai muncul. Kalau gaya kerjanya masih kayak gini.
Gw gak paham lagi mau seberapa hancur rupiah dan IHSG ketika nanti kejadian.
Rupiah lagi jd perhatian publi, yg dibahas malah telur MBG jangan didadar. Ngeselin bgt! Sense of priority-nya dimana sih wo? Udah programnya makan anggaran besar, muncul kasus korup dlm pelaksanaannya. Mendingan bubarin aja MBG! Fokus cari solusi masalah ekonomi dan nilai tukar.
@insidefolkative ni aneh dah, 'kelebihan biaya kunjungan luar negeri prabowo ditanggung pribadi' berati ni rombongan nya jg keenakan dong kalo di bayarin negara + presiden secara pribadi?? harusnya sekelas pejabat negara ada staff yang manage hal itu termasuk rundown kunjungan dan biaya.
welcome june!
1. offering letter baru
2. 5 hari kerja
3. dapet cuti bersama
4. gaji diatas UMR
5. karir melesat
6. kalo cuti ga potong gaji
7. lingkungan dan atasan positif
8. jaraknya gampang dijangkau oleh transportasi apapun
9. dipermudah pas jalanin kerjaannya
i wishhh yaAllah aamiin🥹
minuman ga sesuai orderan tetep gw minum, ada rambut di makanan gw singkirin tanpa hrs protes, kembalian kurang gw ikhlasin etc
bukan krn sabar banget atau apa tapi semoga ketika gw lagi ada di titik hidup yg berat, serba salah, semoga ada orang yg memaklumi jg.
Aneh banget cuy...
Ada tiga poin yang bisa di-highlight dari keanehan ini.
Pertama, Seskab itu eselon II dalam tata administrasi pemerintahan.
Eselon II itu cuman pejabat menengah, bahkan di bawah Dirjen.
Pertanyaannya, kenapa menteri malah menghadap sekelas direktur dan kepala biro di kementerian?
Kalau di daerah malah sekelas Kepala Dinas..
Ini secara teknis janggal dari tata administrasi jabatan kabinet maupun pemerintahan.
Kalau mau, mending Teddy dijadiin Seskeb sekelas menteri aja deh.
Cuma statusnya sebagai militer aktif harus dihapus.
Kedua, ini lagi-lagi menguatkan dugaan Tempo...
Kalau menteri-menteri melaporkan kinerja dan berkoordinasi dengan Seskab.
Ketiga, untuk apa ada foto bareng presiden di situ?
Secara interaksionisme simbolik, foto itu menimbulkan kesan doi sedang menunjukkan posisinya kepada para menteri.
Terima kasih Pak Seskab telah meluangkan waktu untuk memenuhi permintaan kami guna mendiskusikan dan melaporkan perkembangan pembelajaran serta persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.