Ini sudah keterlaluan.
PP terbaru Danantara (PP 19/2026 Pasal 31A) buka jalan APBN suntik modal ke holding Danantara lewat pintu belakang.
Dividen BUMN hilang dari APBN,
tapi Danantara boleh minta injeksi dana negara seenaknya.
Negara gak boleh dapat duit dari BUMN, tapi Danantara boleh minta duit negara?
Udah gila bener ini negara. Uang pajak rakyat diputar untuk kepentingan apa?
https://t.co/bBwHo9hQGy
@jsolennee Padahal dari awal ceritanya soal romance anak sma dan mental health. Ada plot kasar kisur ini kan karena mau memperpanjang bs mohan aja. Aneh aja Aqeela sama Fattah PU asli dan promosi malah jadi pendamping pairing. Ga masuk akal
Lihat? Kelas menengah dijadiin tumbal buat menyalamtkan ekonomi RI 💀
Pas BI naikin suku bunga, bank-bank itu biasanya gercep naikin bunga kredit, tapi lelet banget kalau suruh naikin bunga tabungan.
Buat kalian yang KPR atau cicilan kendaraannya udah masuk masa floating, siap-siap aja tagihan bulanan tiba-tiba bengkak.
Niatnya nyelamatin mata uang negara, tapi yang jadi tameng hidupnya ya dompet kelas menengah.
PHK JALUR SUNYI?
Perusahaan yang operasionalnya ngandelin utang bank bakal kelimpungan karena beban bunga membesar.
Ujung-ujungnya bos-bos bakal milih jalur efisiensi. Mulai dari hiring freeze (stop rekrut orang baru), potong bonus, sampai yang paling horor yah layoff massal.
Jadi, demi menahan Rupiah, pertumbuhan lapangan kerja yang dikorbankan.
Seperti kata ekonom, ini bukan obat mujarab. Kalau asing trust issue sama pasar Indonesia dan tetep ogah naruh duitnya walau bunga udah tinggi, kita bakal kena combo double.
Rupiah tetep nyungsep, cicilan terlanjur mahal, dan cari kerja makin susah karena ekonomi macet. Momen ini sering disebut sebagai jebakan stagflasi BTW.
Gue ngebayangin ini seremnya adalah,
- semua exportir kalau mau export musti share data & harga ke badan export tunggal ini, ke satu pintu
- lalu si badan ini jadi punya data seluruh pembeli eksportir beserta harganya
- kemudian somehow si pembeli ini mungkin bisa diambil sama orang lain
ibarat kata, ga bantu nyari klien tp tiba2 dapet semua data.
tlg kasih tau kl imajinasi gw salah. plis.
DPR: kenapa rupiah melemah walaupun semua instrumen BI sudah dikerahkan?
BI: masalahnya di fiskal
DPR: Gubernur BI mundur saja
Pecah kepala wa dengernya...
Di Kasus Nadiem Makarim, gw ubah wajah dan judgment gw thd King of Gimmick: Prof. Mahfud.
Blio tau bgmn pola, modus dan cara korupsi yg canggih: pake experts, lembaga pihak ketiga, berbalut kebijakan, tnp ada aliran uang scr lsg, dll.
Hormat, Prof!
Kalau @TheEconomist udah seaktif ini, sepertinya udah jadi alarm yg sangat keras.
The economist nih bukan media biasa yg gampang dibeli ya capt. Ini media kredibel dari UK yg fokus pembahasannya emang terkait urusan global, politik, bisnis, keuangan, sains, dan teknologi, serta terkenal dengan pandangan redaksinya yang sangat menjunjung tinggi perdagangan bebas dan globalisasi.
Berdasarkan penilaian lembaga pemantau media independen seperti Media Bias/Fact Check dan Ad Fontes Media, publikasi dari media tsb konsisten mendapatkan peringkat "High Factual Reporting" (Pelaporan Fakta Tinggi) dengan rekam jejak pemeriksaan fakta yang bersih.
Mereka juga punya tim riset khusus yang bertugas memverifikasi setiap angka, grafik, dan klaim sebelum artikel diterbitkan.
Jadi, awas aja kalau bilang ini antek² asing suruhan soros 🙃
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr
Pada kebayang ga sih, sebenernya Indonesia tuh punya beberapa hal yang sangat powerful seperti:
- QRIS
- PT KAI
- BPJS
- Beasiswa Bidikmisi/KIPK
Bayangin dulu, bayangin aja misal semua inovasi ini di scale up dan dirapikan, dan di duplikasi di semua lini.
Artinya sebenernya kita tuh bisa jd negara maju gaes wkw. Di US aja kl ga mampu bayar kuliah, musti studen loan. Di UK, asuransi kesehatan NHS bapuk. Dsb dll dkk.
Masalahnya bkn bisa atau enggak, mungkin ya.
Jadinya gini…
Raksasa petrokimia kita, PT Chandra Asri, baru aja kibarkan bendera putih.
Yang biasa nyuplai bahan baku plastik buat bungkus cilok, botol minum, sampai ember mandi.
Sekarang mereka declare force majeure karena kiriman bahan baku terganggu lewat Selat Hormuz.
Kalau barang susah didapat, pasokan seret dan harga naik…..
Sekelas Chandra Asri aja udah angkat tangan…
Tapi tadi masih ada yang optimis minyak kita cukup 20 hari.
Yaudah… gasken lah.🫰🏻🫰🏻
Brother
Jangan sampai masalah-masalah besar di dunia ini mendistraksimu
Mulai dari perang Iran vs Israel-US
Ketidakstabilan lainnya di timur tengah
Opresi zionis ke Palestina
Ketegangan antara Cina dan Jepang
Masalah Ukraina dan Rusia
Isu AI yang mau diambil alih full sama pemerintah Amerika Serikat
dan lainnya
Jangan sampai malah bikin kalian menghabiskan berjam-jam di media sosial, apalagi di bulan Ramadhan ini.
Cari update boleh, tapi kalau kalian tinggal ribuan kilometer dari lokasi kejadian, mau ngapain emang?
Sementara isu di dalam negeri juga banyak (Bukan isu sih, lebih kepada cobaan sebagai WNI)
Jangan lupa sebaiknya prioritaskan ibadah kalian di bulan Ramadhan, lalu doakan saudara-saudara sesama muslim (atau humanity in general) yang kena masalah jauh di sana.
Untuk sekarang that's the least you can do
Daripada lu nonton drama knetz vs Seatizen. Tonton ini aja!
Orang ini: Ray dailo memberikan kursus cara membuat kita menjadi kaya selama 39 menit saja.
https://t.co/BhvdGjM6bw