REPORT: Gordon Ramsay appointed as head chef of Indonesia’s “Makan Bergizi Gratis” program. First inspection reportedly ended with him shouting, “It’s RAW!”
Ironisnya, membunuh figur yang masih bisa diajak bicara sering kali hanya memastikan kita berurusan dengan pihak yang sama sekali tidak mau bicara.
***
Trump mau regime change. Bahkan CIA-nya sendiri sudah bilang: membunuh Khamenei justru bisa bikin keadaan lebih buruk. Tapi tetap dilakukan.
Analisis itu dibuat dua minggu lalu. Kalau Khamenei mati, yang kemungkinan besar naik bukan kaum moderat, tapi komandan garis keras IRGC, orang-orang yang hidupnya cuma militer, bukan agama.
Mereka tidak punya minat pada diplomasi. Tidak punya legitimasi ulama yang harus dijaga. Dan tidak punya “katup pengaman” politik. Khamenei itu 85 tahun. Dia seorang ulama.
Dia berkuasa lewat otoritas agama, manuver politik, dan kehati-hatian yang dihitung.
IRGC berkuasa lewat senjata. Ini pelajaran dari Irak yang Amerika tidak pernah benar-benar pelajari. Saddam dibunuh, yang muncul ISIS. Kepala dipotong, tapi yang dilepas justru sesuatu yang lebih brutal dari bawah.
CIA bukan bilang “jangan lakukan”. Mereka bilang: jangan mengira membunuh satu orang akan mengakhiri rezim. Iran itu sebuah sistem, bukan negara yang berdiri di satu figur. Pemimpin Tertinggi itu wajahnya. IRGC itu tulangnya.
Trump bilang ke rakyat Iran malam ini untuk “ambil kesempatan dan bangkit”. Masalahnya:
kalau Khamenei sudah mati dan IRGC yang pegang kendali, rakyat yang bangkit itu tidak akan berhadapan dengan seorang ayatollah tua.
Mereka akan berhadapan dengan tentara bersenjata, yang tidak punya apa-apa lagi untuk dilenyapkan.
Selaras dengan Muhammadiyah, Ummul Qura di Arab Saudi juga Tetapkan 1 Ramadan 1447 pada 18 Februari 2026
(sebuah utas)
Sumber: https://t.co/IJp8QADM4q
#Muhammadiyah
Gw nggak nyangka kita sampai di masa sekarang. Masa di mana penguasa bisa ngomong apa saja yang dia suka, meski bertolak belakang dengan fakta. Dan kita cuma bisa menertawakan, atau frustrasi dalam hati. Nggak protes, apalagi marah. Padahal uangnya uang kita, mandatnya dari kita.
1. Bisnisnya mandek kalau gak menjabat.
2. Tiga kali nyapres gagal.
3. Menang karena dibantu dan curang.
4. Food estate singkongnya gagal.
5. MBG-nya babak belur.
6. Urus bencana kacau.
Apa yang bikin kalian percaya dia lebih cerdik dari Trump dan Netanyahu dalam bermain di BoP?
Keracunan MBG di Indonesia 2026 :
08/01/26 di Semarang (75)
09/01/26 di Grobogan (803)
10/01/26 di Mojokerto (411)
12/01/26 di Majene (61)
12/01/26 di Wonogiri (206)
13/01/26 di Pekalongan (15)
13/01/26 di Siak, Riau (21)
17/01/26 di Lombok Tengah (38)
20/01/26 di Tulungagung (123)
20/01/26 di Kulon Progo (104)
21/01/26 di Magelang (80)
22/01/26 di Tulungagung (15)
23/01/26 di Aceh Timur (19)
23/01/26 di Tulungagung
23/01/26 di Gunungkidul (57)
26/01/26 di Tomohon (181)
27/01/26 di Cianjur (300)
27/01/26 di Tuban (14)
28/01/26 di Sukabumi (19)
28/01/26 di Buol, Sulteng (141)
28/01/26 di Kudus (600)
29/01/26 di Manggarai Barat (132)
29/01/26 di Pinrang (8)
30/01/26 di Grobogan (8)
30/01/26 di Muaro Jambi (150)
30/01/26 di Palembang (4)
02/02/26 di Surabaya (27)
04/02/26 di Dharmasraya (183)
05/02/26 di Jember (112)
05/02/26 di Ketapang (417)
05/02/26 di Palangka Raya (16)
05/02/26 di Singkawang (56)
09/02/26 di Pati (22)
Banyak orang bawah selalu didokrin ‘nggak usah ikut-ikutan politik, siapa pun presidennya yang cari makan tetap kita sendiri.’
Mereka nggak pernah benar-benar dikasih tau, bahwa akses pendidikan, akses kesehatan, tempat tinggal, tanah, air, semuanya dipengaruhi politik. Dipengaruhi kebijakan politik.
Sampai suatu titik:
Mereka mau berobat, akses layanan kesehatannya udah dicabut. Anak mereka mau sekolah, biayanya ternyata makin tinggi, dan derita-derita lainnya.
Sialnya, siklusnya terus berulang.
Tidak banyak yang mau belajar.
Pemilu kembali tiba, kalimat doktrin awal diulang lagi, dan diamini lagi.