Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Problem Israel itu selain dimusuhi oleh satu Timteng, ya demografinya.
Ada satu kelompok yang bernama Haredi. Mereka ini Yahudi garis keras dan kolot.
Mereka ini banyak yang tidak bekerja, hanya fokus belajar Taurat. Kehidupan mereka juga banyak yang miskin.
Mereka ini selalu menolak untuk direkrut menjadi tentara IDF karena bertentangan dengan Taurat sesuai penafsiran mereka.
Masalahnya, jumlah mereka ini terus bertambah. Satu keluarga Haredi ini bisa berjumlah 4-10 anak.
Ini menjadi masalah bagi Israel karena populasi Israel diprediksi akan dikuasai kelompok ini.
Mereka akan jadi beban karena sudahlah tidak mau jadi tentara, mereka juga menolak terlibat penuh dalam aktivitas ekonomi modern.
Sementara itu, Yahudi2 liberal-sekuler dan pertengahan (Hilonim-Masortim) yang rata2 kaya dan menengah ke atas udah mulai berpikir untuk kabur
Selain mereka terkena wajib militer, mereka juga capek dengan kondisi Israel yang sibuk berperang dengan negara-negara lainnya.
Ada lagi Yahudi nasionalis yang religius dan sebagian Haredi (Datim dan Hardal), yang mau terlibat kehidupan ekonomi modern
Akan tetapi, mereka ini terjepit dan harus menanggung beban Haredi dan juga orang-orang liberal yang mau kabur.
makin gila ya wak, kawan siapa tua rambut blonde brengsek satu ini?
jadi, ada voting dari pemerintahan trump yang kabarnya bakal mencabut perlindungan beberapa satwa yang terancam punah di teluk meksiko.
fyi, yang bikin orang ribut tuh karena sebelumnya udah ada aturan nih supaya perusahaan minyak dan gas ga sembarangan ganggu habitat satwa laut di sana.
nah, kalo aturan itu dilemahkan, takutnya paus, penyu, pari dan satwa lain yang hidup di teluk itu bakal makin rawan dan kena dampak industri.
banyak aktivis lingkungan protes karena menurut mereka perusahaan jadi bisa beroperasi lebih bebas di area habitat satwa.
intinya ini teh lagi muncul perdebatan antara industri energi sama perlindungan satwa laut.
jujur karena berita ini aku langsung kepikiran gimana kondisi bumi kedepan. bener² merusak hingga ke tempat yang bahkan kakinya gapernah berpijak di sana.
brengsek betulllls~
@DitjenPajakRI Translate versi tanpa bahasa birokrasi cingcong:
"Bro, kita juga tau kok ini nyebelin banget buat kalian. Biaya terbesarnya emang gaji tim, dan hampir gk ada 'aset tetap' yang kelihatan di akhir.
Tp aturan di kita masih ngotot pake logika amortisasi kayak manufaktur"
(1/n)
Ingat ya anak-anak, lompat itu arah horizontal dan loncat itu arah vertikal 😝🥰.
Coba perhatikan bunyi p adalah bunyi bibir (arah horizontal) dan bunyi c adalah bunyi langit-langit (vertikal)
#bahasaindonesia
Liat full nya malah tambah keliatan. Dikasi solusi bagus kok kesenggol ego-nya. Berarti ya bener emang selama ini gak dilakukan, bahkan gatau mungkin mulai darimana.
@ProfMelankolis Delhaize itu adalah pemilik dari brand Delhaize, Mega Image, dan Food Lion
Superindo itu awalnya punya Salim dan Gelael (namanya Gelael Supermarket), tapi karena mereka pecah kongsi, Salim narik Delhaize dan akhirnya dibuka Superindo