Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
Ada yg udah berbulan2 gak dapet kerja setelah di phk, pesangon gak nutup krn harus biayain keluarga, narik grab + freelance buat nambah2, rutin ikut workshop sana sini, apply2 belum dapet kerja... terus tiap hari ada aja cerita kyk gini 🤢🤢🤢
Luarbiasa cara Tempo mengingatkan Presiden Prabowo. Yaitu dengan menerbitkan edisi khusus ayahanda Presiden, Sumitro Djojohadikusumo. Enam desk dikerahkan untuk memberi gambaran lengkap sosok Begawan Ekonomi ini. Lantas membandingkannya dengan kebijakan-kebijakan anaknya.. 🫡
Simbol Salib Merah menurut gue dalem banget sih, cuma orang TOLOL yang tega babat hutan setelah liat simbol ini.
Menurut kacamata gue, rakyat Papua ga ngerti harus minta tolong ke siapa lagi agar hutan (kehidupan) mereka gak dirusak oleh negara, sehingga mereka mengekspresikan "hopeless" itu menjadi Salib Merah.
Ini kalo diulik lebih dalam pake kacamata Karl Marx yang agama adalah candu, bakal lebih ngena karna menurut gue emang dalem banget maknanya.
Asli jahat banget nih negara sama korporasi, masa kerja di perusahaan sawit digaji 2 juta dipotong 1 juta buat keperluan makan. Pekerja nerima 1 juta doang per bulan bisa buat apa njir?
Belum lagi soal tanah satu hektar yang diharhai cuma 300 ribu, kelen gila kah? Satu hektar loh masa cuma 300 ribu ya Allah😭
Best part menurut saya di film dokumenter Pesta Babi.
" Ternyata merah putih tidak melindungi kami" 💔
Part yang bener2 bikin hati hancur & sedih mendengar kata2 bapa ini 🥹
1.000 gen Z berdiri dan meneriakkan "Papua Bukan Tanah Kosong", usai nobar Pesta Babi di Banda Aceh.
Pengalaman 30 tahun di bawah operasi militer, membuat penonton merasa relate dengan apa yang terjadi di Papua.
Indonesia harus bayar utang selama 40 tahun sebesar Rp. 314 triliun gara2 Jokowi memilih China
Jika tunjuk Jepang, dgn teknologi jauh lebih maju, RI hny bayar Rp.88 triliun
Jokowi merugikan negara Rp. 226 triliun hny u/ KAC Cina
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri:
The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik.
Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak.
Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing.
Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal.
Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia.
Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto.
Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat.
Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.