Di belakang Hartono Brothers, ada satu nama orang Indonesia yang cukup underrated di balik kesuksesan Como 1907.
Namanya Mirwan Suwarso. Dan dia adalah alasan kenapa Como 1907 musim depan main di UCL.
Sebelum ngurusin klub sepak bola Italia, dia sutradara film. Golden Goal (2011), Merah Putih Memanggil (2017), dua film bertema sepak bola, sebelum akhirnya justru jadi bagian dari cerita sepak bola di dunia nyata.
Dialah tangan kanan keluarga Hartono dalam mengelola Como. Keputusan menaikkan Fabregas dari pelatih tim junior ke pelatih utama lahir dari tangannya dan itu keputusan yang mengubah segalanya. Dia juga yang tegas menolak tawaran Inter Milan ketika Beppe Marotta ingin membajak Fabregas.
Di luar lapangan, dia yang mempresentasikan langsung proyek renovasi total Stadion Giuseppe Sinigaglia bersama Walikota Como. Stadion ikonik di tepi danau itu akan disulap jadi arena kelas dunia, dan sekarang Como lolos UCL, renovasi akan dipercepat agar memenuhi standar ketat UEFA.
Fabregas sendiri pernah secara khusus menyebut peran Mirwan sebagai faktor kunci di balik kenyamanannya melatih Como.
Namanya kini tertera resmi di website Como sebagai President Como 1907. Presiden klub Italia yang baru saja lolos UCL.
Mirwan Suwarso: the man behind the rise of Como 1907.
Lucu rasanya mendengar manajemen selalu bicara soal evaluasi dalam dua-tiga musim kebelakang ketika dihadapkan dengan masalah yang sama. Sementara yang dipertahankan justru orang-orang dan keputusan yang berkali-kali membawa tim ke jurang.
๐จ๐ฃ Manchester United and Michael Carrick are set to continue together next season and beyond.
Chances increasing for weeks as reported and everyone at #MUFC feels he should stay.
Players, management, everyone on same page.
Next step: talks to final stages and new deal.