...Barusan buka tiktok, ada kapal Tanker dah 10 hari terombang-ambing di laut Jawa.
Mesin kapal mati.
Bawa BBM B50 dari Riau menuju Surabaya.
Kru kapal ngelive tiktok sambil terus²an takbir ketika air laut menerjang masuk kapal mereka.
Ini pemerintah dah tau belum? (``,)
Cowoku bintara TNI ad, Aku pacaran 3th nemenin dia dari minus, dari yang kemana mana masih naik motor Jupiter kehujanan, kepanasan, kebanjiran udah biasa. dia selalu aku support, aku temenin, aku bantu, aku back up sepenuh hati bertahun-tahun. tapi ibunya ga setuju sama aku, ibunya selalu ngerendahin aku, selalu nyuruh cowoku buat putusin aku hanya karena aku kerjanya jualan online, padahal dari usahaku aku bisa bantu belasan pencari nafkah tiap harinya, omsetku perhari juga 2-3 lipat dari gaji
dia sebulan sebelum dipotong bri dan sisa 1-2jt aja selama bertahun-tahun. Btw aku jg kuliah yaa. Kata ibunya aku ga setara sama mereka, cowoku lebih pantas sama pns, dokter, kowad dsb.
Aku belum pernah ketemu atau sekedar telpon sama ibunya, kalau dari background jujur aku dari keluarga cukup terpandang didaerahku dari dulu, sedangkan keluarga cowoku brokenhome, & setauku keluarga cowoku masih tinggal bareng bareng (kakek, nenek, ibunya, tantenya) tinggal di pinggir kali agak kumuh dan masih masuk gang sempit yg cukup hanya untuk satu motor.
Ibunya jualan kerupuk, bpknya jualan ketoprak (udh cerai), tapi entah kenapa ibunya selalu ngerendahin aku bgt, tiap aku tau ibunya bilang gitu aku selalu diem. Dan cowoku selalu ngikutin apa kata ibunya, katanya ibunya ttp kekeh gamau. Kenapa sih kok ada ibu yg sejahat itu?
Lagian jualan juga pekerjaan yg halal, dari hasil jualan pun mereka pernah makan uang ku. padahal aku selalu baik dan bantu in cowoku juga adeknya, selalu support anaknya bahkan disaat anaknya terpuruk tanpa keluarga nya tau. sekarang cowoku kuliah D4 di malang dan ya makin semena mena mereka.
Padahal orang tuaku nerima cowoku dengan sangat baik, udah kaya anak sendiri. Cowoku juga sebenarnya baik dia rela PP mlg-pkl tiap 2minggu/sebulan sekali tapi yaa itu keluarganya toxic banyak yg nyetir (ibu & keluarganya) 🥺
cc : honeysugarrr1
Innalilahi wa innailaihi raji'un 🥀
Turut berduka cita atas meninggalnya kiper Palestina, Saleem Al-Ashqar, yang berusia 32 tahun.
Ia meninggal setelah ditembak oleh pasukan Israel pada 30 Juni kemarin di jalur Gaza.
Saleem dilaporkan baru menikah 5 bulan, istrinya hamil anak pertama, dan ia sedang mencoba mendapatkan air saat kejadian tersebut terjadi.
Cuti-Cuti apa saja yg jadi hak pekerja? PEKERJA WAJIB CATAT 🗒️✏️📸
1. Cuti Tahunan = 12 hari
2. Cuti Haid = 1-2 Hari
3. Cuti Melahirkan = Min 3 bulan, Max 6 bulan.
4. Cuti Keguguran = 1,5 bulan
5. Cuti Pendamping istri (melahirkan) = 2-3 hari
6. Cuti Pendamping istri (keguguran) = 2-3 hari
7. Cuti Menikah = 3 Hari
8. Cuti Menikahkan = 2 hari
9. Cuti khitankan anak =2 hari
10. Cuti baptiskan anaknya = 2 hari
11. Cuti keluarga meninggal = 2 hari
12. Cuti anggota keluarga 1 rumah meninggal = 1 hari
13. Cuti kewajiban terhadap negara
14. Cuti ibadah kewajiban agama
15. Cuti pekerja mau kerja tapi ga diberi pekerjaan oleh perusahaan
16. Cuti melakukan tugas serikat
17. Cuti melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan
13-17 itu harinya menyesuaikan dengan casenya.
Cuti yg dikarenakan hal diatas pekerja wajib dibayar full oleh perusahaan upahnya tanpa potongan.
Pasal 93 UU 13 tahun 2003.
SAVE DAN SHARE AJA DULU NANTI PASTI KEPAKE ‼️💯👀📸
Pesan Rasulullah saw ketika hendak tidur
1. Jangan tidur sebelum mengkhatamkan Al-Qur'an
Caranya: Bacalah Surat Al-Ikhlas 3x. (HR. Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Said Al-Khudri RA)
2. Jangan tidur sebelum mendapatkan syafaat Nabi SAW
Caranya: bershalawatlah 3x sebelum tidur. (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Darda' RA)
3. Jangan tidur sebelum semua muslim ridho kepadamu
Caranya: beristighfar 3x. Dan berusaha untuk melakukan kebaikan dan memperlakukan mereka dengan baik.
4. Jangan tidur sebelum melaksanakan haji dan umrah
Caranya: Berdzikirlah subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu Akbar 3x. (HR. Abu Hurairah RA)
Cc @Puspen_TNI
Ayah korban, Weyber Pagaya (38), mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Pomdam XV Pattimura.
Namun, ia kemudian menandatangani surat pernyataan damai bersama pengemudi truk, Serda Sulaiman Laitupa.
Menurut Weyber, keputusan itu diambil dalam kondisi psikologis yang terguncang saat melihat putrinya dalam keadaan kritis.
“Saat itu saya hanya pikirkan keselamatan anak saya. Saya tidak fokus pada proses hukum,” ungkapnya saat ditemui https://t.co/YYFjO2uaRa, Selasa (14/4/2026).
Kasus Viral: Bayi Hampir Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sang Ibu Ngamuk ke Perawat
Berikut saya coba terjemahkan dari Bahasa Sunda. Punten kalau ada salah mengartikan...
Saya mah tidak terima ya ke perawat yang ada di RS Hasan Sadikin. Tega ya, anak saya dikasih ke orang lain. Terus orang lainnya itu bego gitu ya.
Sudah tahu saya memandikan anak sejak subuh, terus bawa baju anak, kan RS menyarankan untuk membawa baju bayi.
Terus Teteh (ibu lainnya) itu kan datangnya siang. Saya sudah menunggu di RS. Tapi saya kok tidak dipanggil-panggil, tapi Teteh yang itu kok udah dipanggil.
Kan anak saya itu jadwalnya kembali (dibawa pulang), karena dibilangnya sudah sehat. Sedangkan, anaknya Teteh itu harusnya pulang, ternyata tidak jadi. Katanya, ada kebocoran di paru-parunya.
Saya sudah lama menunggu, tapi tidak dipanggil-panggil. Ya sudah, saya ke bawah karena sudah lapar. Lalu ada feeling, seperti ada yang kasih tahu, "segera ke atas, lihat anaknya, ayo!"
Ketika di atas, apa (yang saya lihat)? Anak saya ada di tangan orang. Syukurnya belum jauh. Coba kalau sudah jauh.
Saya pun nanya: 'Teteh, mau pulang?'
Dijawab: 'Iya'
Saya tanggapi: 'Ih, kenapa itu bajunya sama selimutnya itu kayak anak saya.'
Dijawab: 'Iya gitu, teh?'
Malah dijawab gitu. Lah memang tidak tahu muka anaknya sendiri? Dia yang melahirkan? Atau kalau tidak, bapaknya gitu? Masa tidak tahu anak sendiri?
Terus Suster itu beloon gitu. Saya kejar: 'Sus, itu anak saya, kenapa dikasih ke orang?'
Terus jawabnya apa? 'Oh ya, tadi saya panggil-panggil ibu Nina Salehah, kenapa tidak ada?'
Lah terus kalau tidak ada, kenapa anak saya harus dikasih ke orang lain? Bego enggak? Coba bayangkan jika kamu berada di posisi saya? Terus seandainya anak saya sudah dibawa jauh? Gimana rasanya? Marah enggak? Iya marah atuh~ Ini mah bukan barang. Barang mah biarin saja. Lah ini mah anak manusia. Anak darah daging saya.
Terus apa kata susternya? “Oh iya, maaf, dari tadi, Ibunya dipanggil-panggil tidak ada. Ya udah, saya kasih ke Teteh itu.”
Goblok enggak? Apa maksudnya itu? Kamu dibayar bukan sih gitu? Dibayar berapa jika menjual anak saya? Lah, anak saya itu sehat. Kamu pikir enggak sih?
Terus apa lagi? Gelang RS-nya kenapa sampai dilepas? Saya tanya: 'kenapa gelang RS-nya sampai dilepas?' Dijawabnya 'Iya, takutnya banyak virus di dalam.'
'Di mana-mana juga di rumah sakit takut tertukar anak, sebelum keluar, gelang nggak akan dilepas.' Saya marah, saya tidak terima. Kalau dilaporkan juga, saya viralkan sekalian. Pak Dedi (Gubernur) tahu, itu RS bagaimana, pegawainya bagaimana, banyak yang teledor.
Bagaimana itu kalau kejadian anak saya tidak ketemu? Silakan bayangkan! Malah bilangnya: 'Sttt, bu, jangan teriak-teriak!' Goblok enggak? Pikir, anjing! Marah saya. Untung anak saya… karena feeling, firasat, intuisi, 'segera ke atas, lihat anak'
Coba kalau sudah jauh, bayangkan! Malah susternya cuma bilang maaf, maaf saja. Cukup dengan maaf? Kalau jadi susternya, kenapa sampai dikasih ke orang yang bukan ibunya?
Terus Teteh yang itu beloonnya itu kenapa sampai diterima? 'Kan kamu tuh belum kasih baju. Kalau memang belum bawa baju, kenapa sampai diterima?'
Untungnya saya hafal (baju yang dibawa untuk anak). Coba jika saya telat beberapa menit, mungkin anak saya sudah tidak tahu dibawa ke mana. Goblok enggak? Marah saya, sekalian saja diviralkan.
Bukannya saya… maaf... Tidak terima saya mah. Cukup dengan maaf, maaf, tetapi dengan watados (wajah tanpa dosa). Satpamnya juga sama saja.
Tau ga kenapa honorer2 bisa maksa gitu?
Bisa maksa agar mereka diangkat jadi CPNS dari jalur peralihan status?
Ini perspektif gw pribadi.
Selain honorer2 itu punya jejaringnya di dalam.
Honorer2 itu pada berorganisir, sering datang ke DPR, dan bahkan demo kencang2.
Mereka udah ngelakuin ini sejak lama dan puncaknya terjadi di era Jokowi.
Terus menjelang pemilu, mereka sering jualan massa.
Yang akhirnya bikin orang2 DPR, mikir mikir untuk ga nerima tuntutan mereka.
Sayang sekali, tuntutan mereka ini bisa mengancam meritokrasi ASN lewat CAT.
@gumipakaiG@xsoboy7@SoftWarNews Menurut saya. Kalo kamu muslim, coba lebih luas liatnya ga hanya politik aja tp liat dan renungin juga. Kenapa sesama muslim berperang? Tuhan kita sama, nabi kita sama, kitab kita sama. Saya bukan mabuk agama, cuman merasa lirih bgt aja