aku deja vu sm perform angel hari ini, keinget suasana venue saat itu org² kaget (aku juga) sampe ngeproses "eh bentar kok lagu ini? beneran??" 🥹
https://t.co/hcoXOejag3
Jadi tindakan awal yg perlu dilakukan,
1. Selalu pastikan Airway, Breathing clear
Pasien ini kondisi GCS post arrest diatas 8, jadi pasien cukup mampu mempertahankan airwaynya, so gak perlu pasang airway definitif. Cukup cegah aspirasi dengan pasang NGT. Dan untuk masukkan Dual Antiplateletnya juga. Tapi no nitrat ya, haram hukumnya nitrat disini.
2. Asesemen pasien ini *STEMI Inferior dengan Cardiogenic Shock dan Severe Bradikardia + Post Arrest*
Dengan auskultasi paru yang bersih, pasien ini most likely mengalami infark ventrikel kanan (konfirmasi dengan sadapan kanan, akan ditemukan Elevasi ST pada lead V4R)
In this case, yang perlu dilakukan adalah:
- Bolus cairan, 500-1000 cc. Ini adalah first line terapinya. Karena disfungsi ventrikel kanan akan mengganggu fungsi diastolik, sehingga kita perlu menambahkan preload untuk membantu jantung membantu RV memompa darah ke paru-paru dan mengisi ventrikel kiri. Kemudian reasses respon hemodinamik dan auskultasi parunya
- Masuk algoritma bradikardia ACLS, atropine 1 mg IV dapat diulang setiap 3-5 menit hingga maksimal 3 dosis, setiap masuk dosis atropin lihat respon, kalau HR sudah naik stop. Kasus kayak gini kalau HR nya sudah stabil, tensinya juga bakalan ikut stabil
- Kalau atropin sudah dosis maksimal masih gak stabil, bisa kita masukkan drip dopamin titrasi 2-20 mcg/kgBB/menit, kalau aku biasanya langsung start di 5 mcg. Terus pantau TTV ketat, mata tidak beranjak dari monitor 👀
- Dan jangan lupa pasang kateter urin. Ini untuk menilai apakah resusitasi dan stabilisasi kita udah cukup atau belum. Ketika urin bag itu sudah terisi dengan urin yang warnanya cantik jernih dan volume yang bagus disitu kita bisa napas lega
Kalau semua TTV udah oke, urin output bagus, baru deh pasiennya siap untuk diberangkatkan ke RS rujukan… Tapi tetep harus ada bukti tertulis KIE resiko perburukan selama proses transport, because we never know sebagus apapun stabilisasinya, resiko perburukan di jalan tetap ada.
Dalam kedokteran, tubuh manusia itu sakral, dan kadaver adalah setinggi-tingginya guru. Di kelas anatomi, oleh dosen kalau di depan kadaver bener2 harus diem dan hormat. Ibarat kalau guru lagi ngajar muridnya harus diam, kami di depan kadaver juga harus diam...