19 Juli 2003, Dirut PT Asaba Boedyharto Angsono ditembak mati saat akan olahraga pagi. Pengawalnya yang anggota Kopassus TNI AD juga tewas.
Pelakunya profesional: 4 anggota Marinir TNI AL. Mereka disewa oleh mantan menantu Boedyharto.
Pasukan elit TNI saling bunuh demi bayaran.
Serda Edy Siyep yang menjadi pengawal bos Asaba adalah anggota Sat-81/Gultor, unit penanggulangan teror Kopassus.
Pelakunya empat anggota Detasemen Intai Amfibi Marinir. Mereka adalah Letda Syam, Kopda Suud, Kopda Fidel, dan Pratu Subianto.
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto sampai ikut berkomentar terkait kasus yang melibatkan pasukan elit dari dua matra TNI tersebut.
"Itu betul-betul tak dapat kita toleransi, negara ini sudah mengeluarkan uang untuk mendidik, melatih mereka bukan untuk bekingi orang. Mereka dididik dan dilatih dengan uang rakyat untuk membela bangsa, jadi hal seperti ini sangat disesalkan dan saya tidak bisa diterima," kata Endriartono seperti dikutip Liputan6.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi TNI saat itu, bahwa anggotanya dapat disewa menjadi pengawal pribadi, bahkan menjadi pembunuh bayaran.
📷 Tempo
KDM: ASN Pikirannya Cuma Tukin
***
Di pikirannya apakah outcome dan benefit, output, outcome dan benefit?
Tidak. Di pikirannya adalah tukin.
Hampir enggak ada. Saya menemukan idealisme tentang cita-cita besar.
Apalagi negara berkemakmuran, enggak ada. Sempit.
Obrolan yang dibicarakan dalam diskusi di antara mereka, enggak pernah ngomongin bangsa ke depan.
Enggak pernah bagaimana menguasai. Tidak pernah.
Yang diomongin adalah TUKIN!!!
***
LAH YANG MESTINYA NGURUS IDEALISME SAMA CITA-CITA BANGSA MAH PEMERINTAH PAKKKK.
TUGAS PEJABAT. TUGAS PEMERINTAH.
UMBI YA BENER NGOMONGIN TUKIN BJIRRRRR
Semalam saya analisis ada kemungkinan Dadan MBG bukan dipecat tapi “diamankan”.
List potensi fraud BGN:
1. Infrastruktur TIK 5.000 SPPG: Rp 665 M -> penunjukan langsung
2. Sistem Informasi Gizi Nasional: Rp 600 M -> penunjukan langsung
3. Motor listrik 21.801 unit: Rp 1,2 T -> e-katalog, supplier tunggal
4. Tablet & perangkat IT: Rp 830 M -> e-katalog
5. Pakaian & kaos kaki: Rp 622 M -> swakelola Unhan
6. Sertifikasi halal: Rp 141 M -> diduga pemecahan paket, dilaporkan ICW ke KPK
7. Jasa akomodasi sosialisasi: Rp 18,2 M -> penunjukan langsung
8. Rekomendasi kebijakan gizi: Rp 10 M -> penunjukan langsung
9. Jasa EO (31 paket): tidak dirinci -> tanpa tender kompetitif
10.Pengelolaan opini publik: Rp 800 juta -> e-purchasing
Total teridentifikasi: >Rp 4 triliun.
WHATT? Pakai tanggungan pribadi?
Di setiap perjalanan yang melebihi anggaran dinas?
Emang 5,3 M buat hotel di Prancis itu ditanggung sama presiden? Yakin?
Coba dong transparansinya. Biar diaudit sama-sama dengan publik.
Lagian ini ga baik karena selain ga tertib administrasi..
Ga jelas juga pertanggungjawabannya
Bisa kecampur juga mana aktivitas pribadi dan negara.
Salah-salah bisa jadi temuan BPK loh.
Indonesian ppl dont deserves doctor. They think they pay a little penny and they own the world and treat doctor like shit. Doctor arent your slaves. Try to behave appropriately next time and see if theres difference. If its an emergency then go to ER not clinics.
Terima kasih banyak, TVRI. Selayaknya seperti dokumenter Pesta Babi, lewat konten ini lagi-lagi kami disuguhi dokumentasi yang menayangkan fakta, bahwa pejabat negara kita (sangat) goblok dalam memilih prioritas.
Ternyata kasus 'pengamanan' anak ahmad bahar oleh anggota GRIB suruhan Hercules kemarin berujung panjang capt 😅
Gini kronologis kejadiannya:
• 14 Mei 2026 (Awal Mula Konflik):
Ponsel penulis Ahmad Bahar dan putrinya, Ilma Sani Fitriana (33), diduga diretas oleh pihak tidak dikenal. Akun tersebut mengirimkan pesan teks kasar dan video ancaman yang menyudutkan istri Hercules.
• 17 Mei 2026 (Pengepungan & Penjemputan Paksa):
Puluhan anggota ormas GRIB Jaya mendatangi rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok. Karena Ahmad Bahar tidak di tempat, massa membawa paksa Ilma ke markas DPP GRIB Jaya di Kedoya, Jakarta Barat, untuk diinterogasi.
• 17 Mei 2026, Malam (Intimidasi & Telepon Din Syamsuddin):
Di markas GRIB Jaya, Ilma mengaku dikelilingi pria berbadan besar, ditekan secara verbal, hingga diancam menggunakan letusan pistol sebanyak dua kali ke arah bawah. Di sela interogasi, Hercules berinisiatif menelepon Prof. Dr. Din Syamsuddin untuk memberi tahu bahwa ia sedang "mengamankan" Ilma guna memancing kehadiran ayahnya. Din Syamsuddin merespons tegas agar tidak ada kekerasan fisik maupun psikologis pada anak perempuan tersebut.
• 18 Mei 2026 (Mediasi Awal & Pembatalan):
Polres Metro Depok memediasi kedua pihak pada Senin dini hari. Surat kesepakatan damai sempat ditandatangani. Namun, pada malam harinya, Ahmad Bahar membatalkan kesepakatan damai tersebut sepihak setelah mendengar cerita utuh dari sang anak mengenai penodongan senjata api dan intimidasi berat di markas GRIB.
• 19–21 Mei 2026 (Keterlibatan LBH Muhammadiyah):
Berkat koordinasi Din Syamsuddin, LBH Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi turun tangan sebagai kuasa hukum korban. LBH Muhammadiyah mendampingi Ilma mengadu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan terkait pelanggaran hak dan kekerasan psikologis.
• 22–24 Mei 2026 (Saling Lapor ke Polda Metro Jaya):
Pihak Ilma bersama LBH Muhammadiyah resmi melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya atas dugaan penculikan, penyekapan (perampasan kemerdekaan), dan penyalahgunaan senjata api.
Pihak GRIB Jaya membantah keras tuduhan intimidasi. Mereka mengklaim penjemputan dilakukan terbuka disaksikan RW. Pihak Hercules langsung melaporkan balik keluarga Ahmad Bahar ke polisi atas dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) dan pencemaran nama baik.
• Keadaan Saat Ini (25 Mei 2026):
Kasus hukum kini resmi bergulir dalam tahap penyelidikan awal oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi sedang menjadwalkan pemeriksaan berkas laporan, olah TKP, serta pemanggilan saksi-saksi dari kedua belah pihak. Khawatir akan adanya intimidasi susulan, Ahmad Bahar dan putrinya hari ini telah resmi mengajukan permohonan perlindungan fisik ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pihak Hercules juga menyatakan siap menghadapi proses hukum tersebut.
Kira2 bakal berakhir gimana nih capt? Damai? Atau jangan² 🤔
setau saya,
Dulu dividen BUMN masuk ke kas negara kemudian di pakai untuk APBN
Publik masih bisa lihat APBN di pakai buat apa aja.
Sekarang dividen nya masuk Danantara
terus Laporannya nggak terbuka.
yawda makin gelap 🐷
#intinyadeh anggota TNI beli rokok, org warung blg ada tambahan seribu utk admin QRIS.
Anggota TNI gak mau, "saya ini aparat", org warung jelasin klo semua kena. "Emang knp klo aparat?"
Anggota TNI pukul org warung, hancurin warung: pecahin etalase, kulkas, pake tabung gas.
Dua Lipa katanya kehilangan deal $15 juta dengan Samsung karena tolak stop dukung Palestina.
Dua Lipa gugat Samsung karena pake foto mukanya tanpa izin di kardus TV & tuntut ganti rugi $15 juta. Gugatan 8 Mei 2026 di California.
👑🔥
Pembunuh mimpi nomor 1 itu bisa jadi kemiskinan yang struktural.
- bisa jadi, ada anak super genius seperti Einstein di Indonesia Timur yang gabisa lanjut sekolah karena jaraknya yang amat jauh.
- bisa jadi, ada anak yang berbakat musik seperti Bach di Depok tapi karena harus ngehidupin adiknya dan ditinggal ortunya, akhirnya jadi pemulung.
- bisa jadi, ada anak di Sumatera yang sangat suka bola dan jika diterusin bisa kayak Messi, tapi kena gizi buruk dan sakit-sakitan, ga mampu berobat.
Maka dari itu, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb tuh penting agar kita ga kehilangan bakat2 terpendam begini.
Pada 1975-1979 ada diktator di Kamboja yang anti orang pintar, namanya Pol Pot.
Orang yang dianggap pintar dieksekusi. Termasuk dosen, guru, dokter, insinyur, pengacara, seniman, orang yang bisa bahasa asing, bahkan orang yang pakai kacamata (dianggap banyak baca).
Orang pintar tidak disukai diktator karena orang pintar cenderung mempertanyakan kebijakan, sementara diktator membutuhkan kepatuhan mutlak.
Orang pintar juga memiliki alat analisis untuk membongkar kebohongan atau kegagalan pemerintah.
Orang pintar juga mampu menciptakan narasi tandingan yang dapat menggerakkan kesadaran masyarakat.
Diktator kerap menyerang orang pintar (yang jumlahnya sedikit) sebagai alat populis untuk merangkul kelas pekerja (yang jumlahnya banyak) dengan mengatakan bahwa kaum elit terpelajar adalah penyebab penderitaan mereka.
Secara umum, rezim mana pun yang dipimpin orang yang memiliki sifat diktator biasanya akan menunjukkan bibit-bibit anti intelektualisme.
32 tahun rezim militer aja gak bisa tertibkan penumpang kereta tapi di tangan jonan semua beres
Masih percaya masyarakat bisa tertib di tangan tentara? Ya gak akan lah🤣
PENGAKUAN MENGEJUTKAN MANTAN
SANTRI
Seorang mantan santri dari Pondok Ndholo Kusumo di Pati (sebut saja Sofi, warga Margorejo) akhirnya angkat bicara. Dengan suara bergetar, ia mengaku ingin membantu para korban melalui kesaksiannya.
la menceritakan awal mondok sejak 2008, bukan untuk menimba ilmu, melainkan diajak dengan dalih "perjuangan dakwah". Selama di sana, ia mengaku ikut membangun mushola tanpa bayaran, bahkan orang tuanya sampai menjual tanah demi biaya pondok.
Yang lebih mengejutkan, ia menyebut adanya doktrin yang dianggap menyimpang, serta pengalaman pribadi yang membuatnya dulu percaya sang kiai memiliki "kelebihan". Namun, seiring waktu, ia mulai meragukan semuanya.
la juga mengungkap dugaan perilaku tak pantas terhadap santriwati dan tamu perempuan, yang menurutnya terjadi di depan banyak saksi.
Pengakuan ini memicu perhatian publik dan diharapkan menjadi pintu bagi terungkapnya kebenaran. Semua pihak berhak atas keadilan, dan setiap dugaan perlu ditindaklanjuti secara hukum.
Untuk teman-teman, bijaklah dalam menyikapi informasi. Dukung korban, jangan sebar kebencian, dan tunggu proses hukum berjalan.
Tidak usah kaget bahwa profesional seperti Ibam dikriminalisasi.
Tahun 2000 dulu, profesional bukan hanya dikriminalisasi melainkan dibom:
- Staf-staf Bursa Efek dibom
- Staf-staf Kejaksaan Agung dibom
- Staf-staf Kemenperindag hampir dibom
- Staf-staf Dirjen Pajak hampir dibom
Bagian paling elementer dalam prinsip koperasi adalah kedaulatan anggota.
Salah satu wujudnya itu berunding dan berdebat untuk bikin keputusan terbaik bersama.
Tradisi yang justru GAK ADA di militer.
Nonton dr. Boyke diwawancarai Fenny Rose, ungkap fakta bahwa ani-ani itu ada circle dgn chaperon & coach khusus. Beliau tau karena punya pasien ani-ani.
Ajaran utamanya: iyakan apapun kemauan si pria karna di rumah, nurut itu gak didapat dari istri sah. This fact knock me out.