Bir Tawil's unclaimed status was not due to its worthlessness, but rather the result of a border dispute over another, far more valuable territory: the Hala'ib Triangle.
There are two different versions of the border line:
- 1899 Political Border: Established by the British, this line follows the 22nd parallel north. According to this map, the Hala'ib Triangle belongs to Egypt, while Bir Tawil belongs to Sudan.
- 1902 Administrative Border: The British altered this line to better align with the locations of local tribes. According to this map, the Hala'ib Triangle (which is more fertile and has access to the sea) belongs to Sudan, while the arid Bir Tawil belongs to Egypt.
Impact:
Egypt claimed the 1899 border in order to gain control of the Hala'ib Triangle. If Egypt claims Bir Tawil, they must automatically recognize the 1902 borders and lose Hala'ib.
Sudan claims the 1902 borders in order to gain the Hala'ib Triangle. If Sudan claims Bir Tawil, they must recognize the 1899 borders and lose Hala'ib.
Tahu nggak kalau sekarang kita lagi ngebut ngejar target mandiri garam? Ada dua jalur utama yang sedang kami kerjakan :
1️⃣ Buka Lahan Baru (Ekstensifikasi): Fokus di Rote Ndao seluas 800 Ha. Nggak cuma buat garam, tapi juga buka ribuan lapangan kerja!
#SahabatBahari ada yang menyukai ikan gurame? Tahu ga sih ternyata kandungan gizi yang terdapat di ikan gurame menyehatkan tubuh kita lho. Selain dapat membantu perkembangan otak, ikan gurame juga punya banyak manfaat lainnya.
Penasaran dengan informasi lainnya yang ada di “Kehati”, dapat langsung membacanya melalui Repository Archivelago Indonesia Marine Library atau dapat berkunjung langsung ke Jl. Batu III Gambir, Jakarta Pusat Gedung Mina Bahari IV Lantai 2 Kementerian Kelautan dan Perikanan 📚
@kumparan Iya benar dan yg lebih menakjubkan lagi pekerjaan galian jalan diupayakan selesai dalam hitungan jam (kurang dr 1 hari) menggunakan mini ekscavator dan menggunakan kembali bahan jalan (aspal yg dikeruk dan diolah kembali) unt menutupi kembali galian tersebut.