Lautan Jilbab
Tentang pelarangan berhijab di ranah publik yang lagi ramai di Azerbaijan, saya teringat pentas Lautan Jilbab.
Ya, pentas Lautan Jilbab bukan sekadar peragaan busana, tapi perlawanan atas aturan rezim Orde Baru ttg pelarangan berjilbab/kerudung di sekolan negeri atau PTN.
Sejak era 1980-an melalui SK 052/C/Kep/D.82, negara memaksa penyeragaman melalui Pakaian Seragam Sekolah yang secara de facto melarang jilbab. Siswi-siswi yang berjilbab diusir dari kelas, diskors, tidak boleh ikut ujian, dan dicap pembangkang.
Di perguruan tinggi, larangan itu berlanjut secara informal melalui aturan fakultas, tekanan dosen, dan stigma bahwa mahasiswi berjilbab tidak modern, tidak nasionalis, tidak Pancasilais.
Nah, pentas itu bermula dari puisi yg dibacakan di UGM, 1987. Lalu pentas drama roadshow di berbagai kota besar. Dan, dampaknya pelan2 orang2 berjilbab "dinormalisasi."
Kamu tahu siapa motornya? Ya tak lain dan tak bukan. Beliau!
Di puncak stupa induk Borobudur juga pernah dibangun shelter untuk gardu pandang dan tempat para Meneer Belanda serta pelancong kolonial menikmati kopi dan pemandangan alam sekitar.
Masa antara pembukaan candi dan pemugaran Theodoor van Erp merupakan masa yang buruk bagi konservasi material Borobudur. Pada masa tersebut dilakukan berbagai observasi dan dokumentasi yang sebagian diantaranya menyebabkan kerusakan.
Stupa induk pernah dibongkar untuk mengetahui benda penting yang mungkin ada di dalamnya, meskipun kemudian yang ditemukan justru arca yang kurang sempurna (masyarakat lokal menyebut Mbah Belet).
Silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M. Si. dengan Habib Umar bin Hafidz menjadi momentum penuh makna yang merefleksikan pentingnya sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan serta keberkahan bangsa.
Sebagaimana ungkapan bijak, tegaknya sebuah negara bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ilmu para ulama, keadilan para umaro, dan doa rakyatnya. Ilmu ulama menjadi cahaya penuntun kehidupan, keadilan pemimpin menjadi landasan kepercayaan, sementara doa rakyat menjadi kekuatan spiritual yang mengiringi perjalanan bangsa.
Semoga nilai-nilai luhur tersebut senantiasa menjadi pedoman dalam mempererat persatuan, menegakkan keadilan, serta menguatkan pengabdian yang tulus demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, harmonis, dan senantiasa dilimpahi keberkahan.
#polisibersamamasyarakat