gausah di stalk dong kocak LEAVE ME ALONE ADIK ADIK TERKEDIK KEDIK........!!!!!! GUA DI SINI CUMAN NGEHYPE DAN YAPPING ABOUT THINGS I LIKE dan Gausah diSTALK TWIT GUA PAHAM
makin kesini makin percaya kalau “nyempetin waktu” itu salah satu bentuk kasih sayang yang paling basic.
soalnya semua orang punya kesibukan, punya kerjaan, punya urusan sendiri, punya masalah yang lagi dipikirin. jadi ketika seseorang nyari waktu buat ngobrol sama kamu, nanyain kabar, ngajak ketemu, atau sekedar hadir tanpa harus diminta, menurut aku itu ga sepele.
bukan soal seberapa seringnya, tapi soal dia tetap ingat sama kamu di tengah hidupnya yang juga lagi rame.
karna pada akhirnya, waktu itu bukan sesuatu yang bisa di ganti. kalau seseorang rela ngasih sebagian waktunya buat kamu, berarti dia memang menganggap kamu penting.
“time is a love language”
Ada satu kalimat dari novel yang entah kenapa nempel banget di kepala, isinya gini :
“to your lowest and breaking point, bounce back, like a bamboo. bend, but don't break."
lewat tl saya setelah ngobrol bareng seorang Ibu yang menurut saya, what a life.
Beliau menikah, memiliki anak, suaminya berkhianat, lalu melanjutkan hidup walau tidak merasa hidup lagi.
"Saya gak marah mas waktu suami saya ketauan, saya gak ngerasain apa-apa"
daym berarti bener isi hati gw selama ini. gw kalo berdoa tentang pasangan, ga cuma seseorant yang gw bisa share happiness with, tapi juga orang yang kalo gw nunjukin sisi rapuh gw, kelemahan gw, kekurangan gw, gw ga perlu malu apalagi takut
gw ngalamin ini bgt bareng mas pacar
the most intimate moment is when doi kekeh buat ngomongin saat itu juga everytime kita berdua ada masalah. sampe sama" lega, trus nyari poin mana yg bisa diperbaiki mana yg gaboleh diulang lg
trus setiap salah satu diantara kita down-
gimana ya cara ngejelasin kalau kita tuh emotionally unavailable and easily socially overwhelmed karena sensory issues. gak ada niat gak menghargai atau nganggep orang gak penting. i just genuinely get exhausted from having to reply to chats, answer calls, maintain conversations, or meet up regularly, even when i look active online & free. belum lagi kalau lagi hyperfocused on something.
kadang capek juga sama standar “kalau peduli pasti bales”, “kalau sayang pasti nyempetin”, “kalau gak ngabarin berarti gak penting.” and this isn’t even exclusively about romance. pertemanan juga sering kayak gitu. padahal sama orang tua sendiri aja kadang gue butuh waktu buat bales chat wkwkwk yes im the distant daughter, makanya seringnya ditelpon karena kalau chat lama balesnya.
selama ini kita berusaha masking dan mengikuti standar social availability orang lain, tapi any meaningful relationship we have still can’t magically override our limitations. punya kepedulian sama orang lain gak ujug-ujug bikin social battery gue bertambah.
bahkan sama temen-temen yang gue genuinely enjoy being around, kadang dari awal gue udah bilang, “lagi males ngomong ya” then i just sit there with them, listen to them, watch them do their thing, and genuinely enjoy their company. i want your presence, i just dont always want interaction.
sering juga lagi overwhelmed tapi maksain ketemu orang-orang, malah tiba-tiba nangis karena saat itu kepala gue masih penuh mikirin final project wkwk makanya gabisa dadakan dan harus selalu mentally prepared dulu karena kita jadi gak “hadir” diajak ngomong aja zoning out😹😹😹
and romantic interests somehow feel even more pressuring. once someone starts expecting constant replies, calls, updates, attention, or access to my time, i immediately feel overwhelmed. especially when we’re barely anything yet. you’re not even my husband, why am i already being treated like i owe you constant availability? i really dont like men who act controlling or entitled to my time and attention. you’re still practically a stranger to me. and yes, i can be interested in someone, think he’s a genuinely good guy, and still not be comfortable giving him that much access to me.
interest does not automatically equal access. the moment i feel being demanded, it stresses me out and makes me anxious. merasa bisa mencapai milestone tapi maintainingnya gak tau.
i dont think i would survive lansekap romansa era modern bruh, kayaknya harus hidup di zaman 70an, ngabarin orang pakai surat nyampenya seminggu sekali😹😹😹
ternyata being appreciated itu penting yaa
dulu setiap aku kasih gift ke pasangan, i never really got much of a “thankyou” or any little gesture yg showed how much he appreciated it. jd lama2 aku juga ngerasa, yaudah… biasa aja kalau ngasih sesuatu ke orang
n now, setelah ngerasain gimana rasanya to b genuinely appreciated, i finally understand how much it actually means.
aku ngerasain itu semua dari temen2ku. mereka always appreciate even the little things ab me, notice small details, n make me feel like my effort actually means something.
its such a simple thing, but feeling appreciated can make me feel so loved. 🤍
Think you already know your MBTI type?
People with the same four-letter MBTI type can still think, connect, and make decisions differently.
Our personality test adds two new dimensions, expanding 16 types into 64 detailed personality types.
Unlock your full personality profile ↓