Ini bahaya banget, SEMUA orang bisa kena dampaknya bukan cuma LGBT kalau bener-bener ada. Buka mata dah coba.
Ini malah bisa jadi hukum karet yang bisa jadi senjata untuk semua. Undang-undang yang dirancang untuk menargetkan satu kelompok minoritas jarang berhenti di situ. Bakal selalu melebar menjadi alat kontrol terhadap siapa saja yang dianggap tidak normal atau mengganggu. Mirip pasal-pasal karet UU ITE.
Identifikasi juga mustahil, coba dah gimana caranya?
Bagaimana negara mendefinisikan LGBT? Apakah dengan penampilan, koleksi seni, like di medsos, atau sekadar fitnah tetangga? Kalau aparat dikasih kekuasaan longgar, yang kena bukan cuma LGBT, tapi siapa saja yang feminine, tomboy, single lama, atau punya musuh.
Potensi penyalahgunaan aparat itu gede. Di negara di mana aparat masih suka sewenang-wenang, menambah pasal pidana subjektif sama saja memberi peluru kosong yang bisa ditembakkan ke siapa saja. Hari ini LGBT, besok bisa kamu yang suka seni seperti tari, besoknya temenmu yang dianggap terlalu dekat sama temen, atau tongkrongan kena fitnah.
Ini bukan perlindungan masyarakat, tapi perluasan kekuasaan negara ke ranah pribadi.
Hukum yang berdasarkan moralitas mayoritas tanpa batas yang jelas adalah undangan terbuka untuk tirani terhadap kehidupan pribadi semua warga.
Ini dan basically nyaris the whole thread isinya pendapat paling dongo dan goblok gue baca hari ini.
Masalahnya bukan di uangnya, tapi bagaimana banyak aktivitas yang populer / ngetrend / viral itu bukan menonjolkan aktivitasnya, tapi menonjolkan status sosioekonomi dari aktivitas tersebut.
Dengan melakukan aktivitas tersebut, lu memberikan sinyal kalau lu "orang berduit", "orang berselera", "punya gaya hidup"; melupakan esensi dari aktivitas tersebut. Dan ditambah feedback loop dari media sosial, banyak yang merasa harus ikut-ikutan atau menonjolkan.
Esensi aktivitasnya bukan lagi untuk berolahraga, beraktivitas, atau bersosialiasi.
Tapi ritual untuk menunjukan seberapa berduit lu, seberapa 'tinggi' kelas sosioekonomi lo, seberapa financially invested lo terhadap aktivitas tersebut.
Padel. Hydrox. Dubai Chocolate. Matcha. Labubu. Mampir ke Brightspot. Frankly the list can goes on.
Semuanya jadi ritual. Ruang-ruang publik tergusur untuk membangun 'altar ritual kalian. Lapangan yang awalnya sering dipake anak-anak untuk bermain bola atau berkumpul, dijadiin lapangan padel.
Ruang-ruang privat yang awalnya menjual sesuatu yang awalnya biasa saja dan gampang diakses, harganya dibuat mahal. Publik yang ga peduli dengan ritual kalian makin terekslusi dari ruang publik dan privat dan mereka ngamuk, pointing out that it is correctly about class issue.
Tapi kalian ga mau denger karena kalian adalah temporarily embarassed middle class, aka the idiots yang mau bayar harga berapapun buat 'ceremonial grade' matcha, padahal itu cuman term marketing doang tanpa regulasi dan parameter kualitatif-nya.
soalnya sebagian (atau banyak?) orang indo merasa setiap kritik tuh serangan ke personal 😅 ya..mirip mirip lah sama presiden yang kalau lagi banyak kritik thd pemerintah dia malah nyebut nyebut "mereka yang ga suka prabowo itu blablabla!!" heheheheheheeheh
Gw nggak nyangka kita sampai di masa sekarang. Masa di mana penguasa bisa ngomong apa saja yang dia suka, meski bertolak belakang dengan fakta. Dan kita cuma bisa menertawakan, atau frustrasi dalam hati. Nggak protes, apalagi marah. Padahal uangnya uang kita, mandatnya dari kita.
Boiling liat ini. Negara deliberately bikin sekolah garuda dgn guru yg dikasi fasilitas mewah, sementara disaat yg sama sistem pendidikan kita secara keseluruhan ditopang guru2 yg digaji murah, pas2an, seringkali harus cari tambahan lewat informal economy, bahkan terlilit pinjol.
Pernah membuat ~100,000 orang mati kelaparan di Timor-Leste antara 1976-78 sih. Antara lain dengan me-Napalm ladang-ladang sehingga tidak bisa ditanami atau dipanen. Ini berdasarkan temuan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor-Leste (CAVR).
Tidak lelahnya gue ingatkan two state solution itu kayak memaksa korban pemerkosaan menikah dengan pelakunya. Tidak serius mencari keadilan, yang penting rujuk.
Yang modelan YBR kemaren gantung diri itu beli buku 10.000 aja gabisa, kok tega teganya lu nyuruh warga yang miskin struktural buat bayar bpjs sendiri?
Ini kenapa jadi malah mengglorifikasi ningrat dan old money, ya? Padahal kritik terhadap @Menlu_RI itu adalah kinerjanya, bukan karena latar belakang keturunannya. Jadi kaum jelata yang tidak punya marga belakang tak boleh jadi diplomat?
This is the single most irresponsible and cruel thing the state has done in the past year. Nothing comes close. 11 juta orang dinihilkan dalam semalam. Sistem BPJS Kesehatan dan jaminan sosial dibangun bertahun-tahun langsung malfunction pakai satu PerMen. Insane.
Weren’t we told the bombing would stop after hostages were returned? Why were 20 Palestinians killed today, during a ceasefire, no less? lsrael is a terrorist state.
Indon has severe issues with child grooming and pedophilia.. it’s been years and nothing has changed. This is why majority cannot take Epstein files as something serious, bcs they are pedos enablers themselves