kenapa soal artjog masih ada yang questioning Didit salahnya di mana? bukankah dengan knowing dia anak pemimpin rezim jahat dan menindas aja itu udah cukup radicalizing orang waras yak?
Mereka dont give a fuck. Jangankan nyesel, update berita aja engga. Mereka ngurusin diri sendiri, apatis sm politik dan bilang "nyari duit sendiri2, ga ada gunanya maki2 pemrintah."
Tanpa sadar harga2 naik, PHK dimana2, rupiah melemah, loker sulit, dll mereka kira itu alamiah.
Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni
@iPoopBased Hi kak. Kayanya kakak harus kurangi jokes Tempo diparodiin Tempedotc0. Takutnya non fans jadi kenal Tempo as Tempe doang dan ga notis investigasi Tempo sedangkan kami lagi menulis. Kakak kan akun gede mungkin bisa bantu sharing artikel Tempo ketimbang jokes Tempe.
Selagi buzzer digerakkan untuk menuduh film Pesta Babi provokatif, kekerasan terus terjadi di Papua.
Di film juga disebutkan kalau orang Papua dijaga lebih banyak tentara (1 tentara/100 penduduk Papua) dibandingkan rata-rata wilayah lain di Indonesia (1 tentara/696 penduduk Indonesia).
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Tapi tapi
5€ ku juga bisa ku beli
ayam ½kg 2,5€
dn beras 1kg 2€,
Minyak mau tau gak? Seliter 1,5€ alias 30ribu
🗣️: "jgn apa2 d Rupiahin!"
Gakk!, biar pada melek, bahan pokok kita hampir sama harganya, tapi UMR beda Ampe 10x lipat! Pemerintah dzalim itu emng nyata!
Milihnya Neo Orba, terus kaget pas dapet KKN premium + krisis moneter 2.0.
Padahal udah diingetin: JASMERAH
Jangan sekali-kali melupakan sejarah, atau sejarah bakal maksa lo buat belajar dengan cara yang pait dan pedih.