Tidak Semuanya Layak Dijadikan Teman.
Sudah seharusnya pelajaran PPKN itu tidak memaksakan anak untuk berteman dengan semua orang. Kita harus mengajarkan sejak dini kepada anak bahwa mereka seharusnya memang harus pilah pilih teman. Tidak semua orang layak dijadikan teman.
Anak memang harus tetap menghargai keberadaan orang lain di sekitarnya, tapi anak tidak boleh dipaksa untuk menjadikan semua orang temannya. Bukan masalah baik atau buruknya seorang anak, tapi masalah kecocokan. Tidak akan mungkin bisa cocok ke semua orang.
Anak-anak gw sering cerita kalau mereka tidak sreg dengan si A, B, atau C. Respon kami sebagai orang tua: "Ya kalau kamu tidak cocok berteman sama dia, ya tak usah berteman. Tidak semua orang harus jadi temanmu."
Di saat yang sama, kami juga mengingatkan bahwa walaupun mereka memilih tidak berteman dengan orang tertentu, mereka akan tetap berada dalam satu lingkungan dengan orang-orang itu, jadi mereka harus bisa menghargai keberadaan mereka.
Bukan soal sombong atau apalah. Ini cuma masalah relasi sosial yang umum kok. Kita memang harus pintar memilah mana yang menjadi teman kita dan mana yang hanya sekadar kenalan.
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
@chococurescurse Aamiin.
Iya, lumayan 20 menit dr central pake bus.
Enggak kok, Uppsala ke segala penjuru dr central sama aja kok jarak. Cuma rabyvagen ke flosgta emang dari ujung ke ujung jd berasa jauhnya. Di rabyvagen dekat masjid dan komunitas indo yg di uppsala dong ya? Semoga happy2 selalu
Tidak perlu dibuat menggunakan AI, cukup unduh (download) lambang Garuda Pancasila di Wikimedia Commons melalui pranala berikut.
Mudah, cepat, dan gratis.
https://t.co/64PPKO639n
Di twitter kan banyak bookworm yah
Kalau mau ikut baca buku bahasa Inggris di mana aja yah? Perpus, taman bacaan, lapak buku bekas, dsb
Anakku lg suka baca fiksi tapi kurang akses yg bahasa Inggris nih
Kalo dulu bapaknya suka ke Reading Lights Gandok tapi skrg udah gak ada 🥲
Kalo ke Blok M Square pastiin mampir ke Toko Buku Jimmy. Buku2nya dijamin ori dan kawan saya ini terasa banget passionate dengan buku2.
Kita doain juga Bang Jimmy yg mau bikin konsep keren di kiosnya. Konsep apakah itu? Mampir dan tanyakan langsung saja kepada beliau...
Di Coursera ini coursenya termasuk paling populer: Learning How to Learn
Berguna buat review walau lo udah familiar dengan beberapa teknik yang diajarin.
Mereka ngasih riset2 neuroscience untuk ngedukung mental model belajar yang efektif dan ngasih tips praktikal terkait itu.
Gue pernah bikin rangkumannya di gdoc ini.
Link: https://t.co/Wt7pIe8Tes
Temen-temen minta tolong bantu RT ya, in this economy aku butuh banget untuk kebutuhan makan keluargaku🥺🙏
Aku open catering berbagai makanan (rice bowl, nasi kotak, nasi cokot, sandwich, bento box, dll). Bisa juga titip berbagi jumat berkah yang akan dibagikan ke panti asuhan, masjid, ojol, tunawisma, dll.
Yuk temen-temen yg berminat atau mau tanya-tanya boleh dm/wa aku di bio yaa💜
Gaes aku mau bantu promosi UMKM aja. Ini toko jualan aneka kopi ada yg beans ada yg digiling. Lokasi Pasar Wadungasri, Sidoarjo (deket Bandara Juanda). Ayo dilarisi. Bisa pesen WA ke +62 859-4574-8181.
Bantu RT ya gaes. Warga bantu warga.
@e100ss@picoez@0tk0il
Ada hot takes menarik dari pidato Pak Anies dan menjawab pertanyaan saya tentang “gimana cara survive di sistem yang jelek?”
PNS dan CPNS, apa kabar kalian? Masih kuat ga di rezim yg awikwok ini 👀
Jadi kata Pak Anies, bikin lah 3 jangkar supaya kita gak larut dalam sistem yg jelek
1. Jaga lingkar sahabat terdekat sebagai cermin. Kalo cermin ga ada kita kehilangan pengetauan tentang rupa kita sendiri.
2. Jaga waktu untuk membaca supaya tau dunia yg ada di luar kantor kita. Baca itu cara paling gampang dan murah buat “jalan-jalan”
3. Ingat alasan dulu masuk ke sistem itu karena apa. Tulis di kertas. Posisi bisa berubah tp prinsip hrs dipegang terus lintas waktu.
Semua solusinya emang personal. Tapi ya that’s the best we can do sambil berdoa semoga suatu saat semua sistem berjalan sesuai idealnya.
Ada sebelas kelas kata bahasa Indonesia menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi IV (2017).
Ahli lain memberi pembagian yang berbeda: Ramlan (1985) 12, sedangkan Kridalaksana (1990) 13.
11-12-13. Jangan-jangan, dari sini asal ungkapan 11-12!