Feny bukan LSM. Dia mahasiswa. Tapi tetap dipukul.
Dia datang untuk mencatat, bukan mengacau.
Tapi di negeri ini, keberanian sering dibalas kekerasan.
Kami tidak akan diam.
#KamiBersamaFeny#MahasiswaMelawanLupa
Rakyat protes itu ditemui, didengarkan, dibikin kebijakan yang berpihak pada mereka. Jangan dibalas dengan kirim buzzer dan aparat terus-terusan. Lama-lama yang ada malah makin muak mereka. Jangan mainkan rasa kecewa yang menumpuk terus menerus.
pulang kantor naik gojek terus bapaknya cerita sedikit soal mendiang affan. di akhir obrolan he said, "saya ga berharap ekonomi membaik mbak. toh juga dari dulu hidup udah susah. tapi semoga ke depannya negara ini lebih lembut ke orang2 kaya kami (ojol)" crying.