Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
"pejabat minta dana anggaran 5T?"
prabowo: "saya kasih 10T!"
"rakyat mengeluh soal deforestasi"
prabowo: "sawit juga pohon!"
"rakyat risau nilai rupiah anjlok?"
prabowo: 'rakyat desa gak pakai dolar!"
"rakyat sedih soal kemiskinan merajalela"
prabowo: "rakyat kita ga bermimpi kaya!"
"rakyat was-was Indonesia gelap"
prabowo: "sorry ye, Indonesia cerah!"
"rakyat protes soal kebijakan negara?"
prabowo: 'mereka antek-antek asing!"
"rakyat jadi korban pembullyan"
prabowo: 'bagus, saya juga dibully!"
rakyat tidak selalu butuh pidato yang membuat mereka kuat. kadang rakyat hanya butuh pemimpin yang membuat mereka merasa dipahami.
masalah hidup sudah cukup berat. jangan sampai kata-kata yang seharusnya menenangkan justru menambah beban.
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
Good morning. Woke up to $1 now equals 18.100 rupiah. Pertamax has risen from Rp12.300 to Rp16.250, and 5kg rice from Rp75.000 to Rp90.000. If you see nothing wrong with Indonesia's current fucked-up situation, you're either a nepo baby or braindead assholes who voted for 02.
harga barang yang berpotensi naik,
efek 1 $USD = Rp.18.000
tapi tenang sobat, tidak akan ada demo. selama bbm tdk di naikkan harganya. @prabowo tau banget soal ini.
1). Mi instan
2). Tahu dan tempe
3). Tepung terigu
4). Roti dan kue
5). Smartphone / Handphone
6). Laptop dan komputer
7). Komponen PC (seperti RAM, kartu grafis/VGA, dan prosesor)
8). Daging ayam potong
9). Telur ayam ras
10). Obat-obatan (baik generik maupun obat paten)
11). Suplemen dan vitamin impor
12). Alat kesehatan (seperti masker medis, alat cek darah, dan perban)
13). Suku cadang (*spare parts*) mobil dan sepeda motor
14). Mobil dan sepeda motor baru
15). Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex)
16). Susu formula anak (yang menggunakan bahan baku bubuk susu impor)
17). Produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) merek luar negeri
18). Barang elektronik rumah tangga (Televisi, AC, Kulkas, Mesin Cuci)
19). Pakaian, sepatu, dan tas bermerek impor
20). Daging sapi impor (*frozen beef*)
21). Bawang putih (karena mayoritas pasokan nasional masih diimpor)
22). Buah-buahan impor (seperti apel, anggur, pir, dan kurma)
23). Gula pasir (sebagian besar bahan baku gula mentah/rafinasi didatangkan dari luar negeri)
24). Gas LPG non-subsidi (Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg)
25). Keju, mentega (*butter*), dan krim olahan susu impor
26). Konsol game (PlayStation, Nintendo Switch, Xbox)
27). Kamera digital dan lensa fotografi
28). Smart TV dan Android TV
29). Perangkat audio (Speaker bluetooth, *headphone*, dan *earbuds* nirkabel)
30). Powerbank dan aksesori pengisi daya (charger serta kabel data)
31). Oli dan pelumas mesin kendaraan (bahan dasar *base oil* menggunakan standar harga global)
32). Ban kendaraan bermotor (menggunakan komponen kimia pengolah karet impor)
33). Aki kendaraan (battery mobil dan motor)
34). Pupuk kimia non-subsidi (bahan baku fosfat dan kalium sepenuhnya diimpor)
35). Biji plastik (bahan baku utama pembuatan botol, kantong, dan wadah kemasan industri)
36). Kertas fotokopi dan kertas cetak (harga bubur kertas/pulp terikat harga komoditas global)
37). Besi beton dan baja ringan untuk konstruksi pembangunan
38). Cat tembok dan cat industri (menggunakan pigmen dan bahan kimia inti impor)
39). Sepatu olahraga merek global (seperti Nike, Adidas, Puma, dll.)
40). Parfum original merek luar negeri
41). Pakaian dan jaket dari lini mode internasional (fast fashion retail)
42). Mainan anak bermerek impor (seperti Lego, diecast Hot Wheels, dan action figure)
43). Alat musik modern (Gitar listrik, keyboard, piano digital, dan drum elektrik)
44). Alat olahraga impor (Raket badminton/tenis, sepeda, dan peralatan gym)
45). Pakan kucing dan anjing (pet food) merek internasional
46). Susu kedelai kemasan pabrikan
47). Cokelat batangan dan produk berbasis kakao olahan dari luar negeri
48). Saus dan bumbu masakan kemasan impor (seperti saus pasta instan, kecap Jepang, dan mayones)
49). Suplemen kebugaran (seperti whey protein, kreatin, dan susu diet impor)
50). Tiket pesawat terbang rute internasional (karena biaya avtur global dan sewa pesawat menggunakan mata uang USD)
date cancelled.
- dia pro mbg
- dia bilangnya usd 17.500 biasa aja
- dia nerima ghibran sbg wapres
- dia ga suka orang pinter
- dia ga suka hastag #KaburAjaDulu
- dia dia dia..