Ambil aja sih Revenue Sharing. Mumpung nganggur ini.
Apalagi mudah banget kalau mau ngebait pendukung lawan politik. Impression gede itu mah.
Nah duitnya tuh di tabung buat nyalon 2029.
Masak gini doang gue musti ngajarin.
Indonesian President Prabowo Subianto’s $15bn free meals initiative, meant to feed millions of children nationwide, is instead becoming one of Indonesia's largest corruption scandals, with funds allegedly misdirected to affluent regions
🔗: https://t.co/9HA57Ee8z0
Fernando Guerrero, video assistant referee di Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Wasit asal Meksiko itu bertugas sebagai support VAR dalam 11 pertandingan di Qatar 2022.
"Wasit dan VAR keliru krn menganulir gol Mesir. Tidak ada pelanggaran terhadap pemain Argentina dan bahkan jika mereka menganggapnya sebagai pelanggaran, hal itu seharusnya tidak ditinjau sebagai bagian dari APP (Attacking Possession Phase), sebab Argentina memiliki banyak waktu, ruang, dan para pemain bertahan mereka berada dalam posisi yang tepat."
"Tim Argentina memiliki tiga kesempatan untuk merebut kembali bola namun gagal melakukannya."
"Oleh karena itu, keputusan tersebut sepenuhnya bertentangan dengan protokol VAR, yang menyatakan bahwa perangkat pertandingan hanya boleh mengintervensi ketika ada rangkaian serangan yang jelas dan tim yang kehilangan penguasaan bola tidak memiliki peluang realistis untuk merebutnya kembali."
"VAR dan wasit melakukan kesalahan, yang merugikan Mesir dan pada akhirnya berkontribusi pada tersingkirnya mereka."
“Mengkritik harus santun” tuh akal akalan penguasa didikte seolah kalau gak santun gak valid isinya, digeser ke tatakrama, jadi gak fokus ke kritiknya.
Lagian ya ngapain santun sama orang brengsek dan jahat.
Lu disuruh santun supaya gak menganggu stabilitas supaya bisa mereka cuekin karena gak menganggu.
Klarifikasi Desak Made Rita ini contoh klasik ketimpangan kekuasaan dlm relasi atlet-federasi-pemerintah.
Atlet seringkali berada dlm posisi rentan krn ketergantungan pd pendanaan, fasilitas, dan izin karier yg dikontrol oleh otoritas.
Sebaiknya pemerintah melihat komentar Rita dlm wawancara setelah juara di Polandia itu bukan sbg bentuk pembangkangan. Tetapi masukan utk evaluasi dan membuka mata lebar2.
Atlet berprestasi level dunia, tak jelas keberangkatannya, lalu nggak didampingi oleh ofisial, fisioterapis, dan masseur itu jelas konyol.
Benar kata Rita di wawancara itu, memang nggak ada dukungan dari pemerintah.
Keras banget ini 🔥🔥🔥
"Keputusan kemarin untuk menangguhkan—selama masa percobaan satu tahun—penerapan sanksi otomatis larangan bertanding satu laga menyusul kartu merah yang diberikan kepada pemain Folarin Balogun, telah melewati batas merah (red line)."
"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada peraturan yang menjadi landasan bagi kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan bisa terbuka untuk interpretasi, namun dalam kasus ini tidak. Sanksi otomatis minimal satu pertandingan setelah kartu merah bukanlah pilihan yang bisa ditentukan sesuka hati (discretionary) dan tidak memerlukan keputusan dari badan berwenang untuk diberlakukan."
"Ini adalah prinsip yang tertanam dalam regulasi, yang tidak dapat dijadikan pengecualian, terlebih lagi di tengah-tengah turnamen di mana beberapa pemain lain berada dalam situasi yang sama dan telah menjalani sanksi mereka sebagaimana mestinya."
"Ketika kepastian hukum tidak lagi dijamin oleh para pengawasnya sendiri, maka integritas permainan sedang dipertaruhkan dan kredibilitas suatu kompetisi akan hancur. Begitu pula, keputusan tersebut menciptakan preseden buruk dalam turnamen yang sedang berjalan ini, di mana situasi serupa kini menuntut perlakuan yang sama, yang pada akhirnya akan merugikan kompetisi itu sendiri."
"Sepak bola adalah olahraga yang paling dicintai di dunia karena ini adalah permainan yang indah, dan ia dipercaya karena dimainkan di mana-mana dengan aturan hukum yang sama. Sebuah turnamen tidak pernah berdiri sendiri secara mutlak, dan jika turnamen yang dimaksud adalah Piala Dunia, ia memiliki kekuatan untuk membawa dampak positif maupun negatif terhadap sepak bola secara keseluruhan."
"Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan ini."
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
“my (our) government didn’t support us”
dawg while indonesia is one of the powerhouse countries for speed category?? WE SERIOUSLY NEED TO NUKE THE GOVERNMENT