1. jangan dikokop lu bukan feeding frenzy
2. build the tension, stare at those eyes, elus bibirnya sesekali (keep it nonchalant) sampe doi gelisah sendiri
3. merem
4. start slow jangan langsung kaya org kesurupan, nanti kalo mau escalate ke lvl kesurupan boleh tapi PELAN DULU
"yes daddy dominate me daddy" desahku while he mentokin me in his koskosan ijo plenger bau apek dipenuhi abu surya ketengan yang berhamburan berlatarkan denyut token listrik yang telah kadaluarsa sepekan lalu menandakan hanya kontol gaji non umrnya yang ia miliki saat ini
"Yang bikin kaget, ternyata semakin banyak pria masuk usia 30-an sampai 40-an masih lajang… dan anehnya, mereka baik-baik saja."
Guys, ada fenomena yang pelan-pelan terjadi di banyak tempat. Makin banyak pria yang sudah masuk kepala 3 bahkan kepala 4, tapi masih belum menikah. Pertanyaannya, sebenarnya ada apa?
Apakah mereka takut komitmen?
Belum tentu.
Apakah terlalu pemilih?
Bisa jadi, tapi bukan itu saja.
Banyak dari mereka justru sudah menemukan sesuatu yang dulu dianggap mustahil: mereka bahagia dengan hidupnya sendiri.
Punya rutinitas yang disukai, kerjaan yang stabil, bisa olahraga, main game tanpa perlu minta izin siapa-siapa, tidur nyenyak, weekend santai, dan yang paling penting… hidup tanpa drama episode 257.
Bukan berarti mereka anti cinta.
Bukan berarti mereka tidak ingin punya pasangan.
Mereka cuma sadar, menikah bukan sekadar untuk menghilangkan status "single". Kalau harus memilih antara hidup tenang sendirian atau masuk ke hubungan yang penuh konflik, banyak pria sekarang memilih kedamaian.
Dan jujur aja, semakin bertambah umur, definisi "bahagia" juga berubah.
Dulu bahagia itu punya pacar.
Sekarang bahagia itu bisa tidur 8 jam tanpa ada pesan jam 1 pagi yang isinya:
"Kamu berubah ya?" 😂
Banyak pria juga sudah lelah dengan ekspektasi bahwa mereka harus menikah hanya karena umur. Padahal menikah bukan lomba lari yang siapa cepat dia menang. Tidak ada medali emas untuk "orang pertama yang upload foto prewedding".
Karena pada akhirnya, lebih baik telat dengan orang yang tepat, daripada cepat dengan orang yang salah.
Dan ada satu hal yang sering disalahpahami.
Bahagia sendirian bukan berarti kesepian.
Kesepian itu ketika kamu bersama seseorang, tapi tidak merasa dimengerti.
Sedangkan menikmati kesendirian adalah ketika kamu sudah berdamai dengan diri sendiri.
Kalau nanti bertemu orang yang bisa membuat hidup lebih baik, ya syukur.
Kalau belum, hidup tetap berjalan dengan damai.
Karena pasangan yang baik seharusnya menambah kebahagiaan, bukan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan.
Dan mungkin pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi:
"Kenapa banyak pria usia 30-40 masih single?"
Tapi justru:
Apakah mereka benar-benar kesepian, atau mereka hanya tidak lagi takut hidup sendirian?
✌️
@TheKerupuk Anaknya yg paling gede itu udah cukup dewasa ga sih kalo duit bapaknya perlu dipertanyakan?
Mana dari kecil dah diperes demi engagement keluarga, eh besoknya diseret ke LP Sukamiskin kan siapa yg tau
@yourfaavd_ Sama sekali tidak, cowo cuma ilfil kalo ketemu cewe bingung alias kosong. Cowo seneng kalo ketemu cewe yg excited sama hal-hal baru, dan nganggur bukan menjadi alasan untuk ngga punya hobi, membaca buku, dengerin musik, atau sekedar baca berita online itu juga bisa jadi hobi
Mau rekomendasiin kondom murah dan gacor versi gue wkwk. Review di gue, enak tipis ga berasa. Untuk yang suka tiap hari main atau seminggu min 5x ya ini cocok karna murce ga bikin boncosss. Favorite gue varian biru hot karna bikin cewe orgasm berkali kali sampe byurrr anget anget gmn gitu😭🫵🏻
Setuju, kak! Secara psikologis, orang yang milih ghosting daripada kasih closure biasanya punya avoidant attachment style atau conflict avoidance. Mereka gak siap secara emosional buat ngadepin konfrontasi/rasa bersalah, jadi milih kabur. Padahal dampaknya jahat bgt. 🧠💔
Agak OOT tapi gue punya pengalaman pas liat-liat kondom (gue udah usia dewasa wkt itu). Gue kan orangnya pingin tau mulu ya, pas temen gue lagi di rak lain gue mampir ke rak kondom-kondom.
Si temen gue ini sama polosnya ama gue, bahkan lebih tulalit soal ginian 🙂 Jadi, pas dia lewat, gue panggil lah dia. Terus kami ngobrolin oh ternyata begini-begitu.
Lagi asik ngobrol, tiba-tiba ada bapak2 ngomelin gue?? Gue lupa gimana ngomongnya tapi intinya, "Ngapain liat2 gituan?!"
Gue sewot 🙂 (maklum, kudanil kan mudah marah wkwk). Gue bilang "Kenapa memangnya? Saya kan udah dewasa." Maksud gue, liat-liat tuh belum tentu melakukan gak sih 🤷♀️
Kalopun iya, sebenarnya bukan urusan dia juga. Kondom dipajang di rak yang bisa diambil sendiri ya berarti kan memang buat diliat. Kenapa orang suka judging negatif orang-orang yang liat kondom sih?
blowjob tuh kolaborasi tangan dan mulut. Selama aku belajar ngeBJ teknik yg berhasil tuh gini:
1. Mulut main di bagian kepala sampai tengah (jgn terlalu tengah juga, tergantung size dick partner)
2. 5 jari cengkram bagian tengah sampai bawah